Komisi Urusan Kesehatan DPRD NTT Minta Perbankan Sterilisasi ATM | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Komisi Urusan Kesehatan DPRD NTT Minta Perbankan Sterilisasi ATM


Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa. (FOTO: Istimewa)

POLITIK

Komisi Urusan Kesehatan DPRD NTT Minta Perbankan Sterilisasi ATM


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Semakin bertambahnya pasien positif virus korona atau Covid-19 di Indonesia membuat orang semakin waspada. Salah satu yang jadi kekhawatiran penularan virus itu yakni lewat uang kertas dan melalui transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut jika uang kertas bisa jadi medium penghubung penyebaran virus corona. Kegundahan akan penuluran Covid-19 melalui ATM juga dikuatirkan oleh Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa, S. Pd.

“Agar mengurangi penyebaran virus korona melalui ATM maka kita minta kepada pihak Perbankan agar rajin membersihkan fasilitas seperti mesin ATM sampai loket di kantor layanan. Ini merupakan bentuk perlindungan pihak bank kepada nasabahnya,” kata Yunus kepada TIMEXKUPANG.com Minggu (29/3).

Menurut Yunus, ATM adalah tempat dimana masyarakat melakukan transaksi keuangan guna memenuhi kebutuhannya di tengah mereka menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 yakni work from home (WFH). Sehingga untuk menjaga sterilisasi mesin ATM maka pihak Bank harus menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di setiap ATM.

“Kami Komisi V DPRD NTT perlu mendorong teman-teman di Perbankan karena mesin ATM adalah tempat yang paling sering diakses oleh masyarakat, sehingga sangat rentan menjadi tempat penularan Covid-19,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT ini seraya menambahkan, mesin ATM bisa menjadi sarangnya penyakit jika tak dibersihkan secara rutin, terutama di gagang pintu dan tombol-tombol ATM.

Kepada masyarakat yang sering menggunakan ATM sebagai sarana transaksi, Yunus menyarankan agar rajin mencuci tangan usai menggunakan mesin ATM jika di sarana tersebut tidak tersedia pembersih tangan.

“Jika mendapatkan ATM yang belum menyediakan peralatan tersebut diatas, pulang harus cuci tangan bersih-bersih sebelum masuk rumah,” imbau pimpinan komisi yang membidangi kesehatan, pendidikan, kepemudaan dan olahraga ini.

Guna mengurangi kegiatan yang berhubungan dengan ATM, mantan Ketua Sementara DPRD NTT ini menyarankan masyarakat untuk melakukan transaksi non tunai seperti internet banking atau mobile banking.

“Sekarang sudah banyak yang menggunakan transaksi non tunai atau menggunakan SMS Banking. Ini bisa dilakukan sehingga tidak perlu antri ke ATM dan cukup ke ATM untuk melakukan penyetoran tunai,” kata politisi yang juga alumnus FKIP Undana ini.

Demikian pula di kantor-kantor layanan Perbankan agar benar-benar steril dan menerapkan pelayanan sesuai standar dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan masker sehingga tidak terinfeksi Covid-19 baik dari nasabah maupun uang yang dipegang.
“Perlu juga disediakan hand sanitizer dan alat pemindai suhu tubuh dan tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun,” ujarnya.

Menurutnya, upaya mencegah masuknya Corona ke NTT harus menjadi perhatia semua pihak dan semua sektor. “Semua sektor harus bersama-sama dan bahu membahu dengan caranya masing-masing mencegah masuknya virus mematikan ini ke NTT,” demikian kata Yunus lagi. (yl/aln)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top