Bantu APD ke RSUD W. Z. Yohannes, Ini 4 Pesan Regional President FGBMFI NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bantu APD ke RSUD W. Z. Yohannes, Ini 4 Pesan Regional President FGBMFI NTT


SERAHKAN. Ketua tim tanggap darurat FGBMFI NTT, Akto Yudowaluyo bersama dr. Andre Hartanto saat menyerahkan bantuan APD kepada RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang yang diterima Direktur, dr. Mindo Sinaga, MKes, di rumah sakit itu, Senin (30/3). (FOTO: Istimewa)

BISNIS

Bantu APD ke RSUD W. Z. Yohannes, Ini 4 Pesan Regional President FGBMFI NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI), sebuah perkumpulan Usahawan Injil Sepenuhnya Internasional yang ada di Regional NTT mewujudkan tanggung jawab moral mereka dalam upaya mendukung pencehagan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wujud tanggung jawab moril FGBMFI Regional NTT itu dinyatakan dengan memberi bantuan alat pelindung diri (APD) bagi para medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien positif Covid-19 serta alat penyemprot disinfektan dan berbagai suplemen/vitamin.

Bantuan itu diserahkan ke manajemen RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, pada Senin (30/3) oleh tim tanggap darurat Covid-19 FGBMFI Regional NTT yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Regional President FGMFI Regional NTT Nomor 06/FGBMFI.RP-NTT/III/2020 tanggal 23 Maret 2020.

Bantuan yang diserahkan tim tanggap darurat Covid-19 FGBMFI Regional NTT itu dipimpin Ketua Tim, Akto Yudowaluyo, S.Kep.,Ns.,MM, bersama Wakil Ketua 1, dr. Andre Hartanto, Sp.OG., Wakil Ketua 2, Yusak Benu dan Jemmy Mulyono sebagai Bendahara.

Bantuan yang diterima langsung Direktur Utama RSUD Prof. W. Z. Johannes, Dr. drg. Mindo Sinaga, M.Kes itu terdiri dari masker bedah 500 buah, 4 unit alat penyemprot desinfektan, serta berbagai suplemen vitamin.

“Bantuan ini merupakan upaya FGBMFI Regional NTT dalam mendukung serta terlibat aktif dan berpartisipasi dalam upaya-upaya pemerintah pusat maupun daerah untuk memerangi pandemi Covid-19 secara bergotong royong,” kata Ketua Tim Tanggap Darurat Covid-19, Akto Yudowaluyo dalam keterangan tertulis Humas FGBMFI Regional NTT, kepada TIMEXKUPANG.com, kemarin (30/3).

Akto Yudowaluyo mengatakan, pandemi Covid-19 sudah memasuki empat bulan, namun sejauh ini belum ada tanda-tanda penurunan kasus, justru terjadi peningkatan tajam, dari satu kasus menjadi ratusan ribu kasus dalam waktu 4 bulan. Dari satu negara menyebar sampai 196 negara, termasuk Indonesia.

Cara penularan virus ini pun sangat berbeda dengan virus lain, dan bahkan dampaknya sangat luas di berbagai bidang, baik individu, masyarakat, bangsa dan negara serta seluruh dunia.

Jika virus ini tidak diatasi dengan cepat, maka diperkirakan sepertiga penduduk dunia akan mengalami kematian.

Sebagaimana diketahui, data penanganan Covid-19 di NTT hingga Senin (30/3) pukul 21.00 Wita, tercatat Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 502 orang. Selesai pemantauan (14 hari) sebanyak 53 orang. ODP yang menjalani perawatan sebanyak 9 orang, dan sebanyak 493 menjalani karantina mandiri di rumah.

Sementara itu, Orang dengan kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 6 Orang. Terdiri dari 3 orang Dirawat, 2 orang dinyatakan sehat, dan 1 orang meninggal dunia. Total ODP dan PDP yang dirawat berjumlah 12 orang. Penyebarannya, 4 orang dirawat di RSUD W. Z. Johannes Kupang, 2 orang di RSUD TC Hillers Maumere, 1 orang di RSUD Ben Mboi Manggarai, 1 orang di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, 1 orang di RSUD SK Lerik Kupang, dan 1 orang di RS Siloam Kupang, RSUD Ende 1 Orang, dan RSUD Kalabahi 1 orang.

Dengan angka ODP yang terus meningkat, FGBMFI Regional NTT memandang bahwa penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama, saling bekerjasama antara semua komponen masyarakat dan dilakukan secara serentak. Dengan cara ini, akan dapat menghambat penyebaran Covid-19 serta mempercepat pemulihan suatu daerah yang dilanda pandemi ini.

“Pemerintah dan rakyat bersatu dan melaksanakan setiap komando dalam manajemen bencana Covid-19. Semoga Tuhan menolong Kota Kupang, Provinsi NTT dan Indonesia serta dunia Internasional agar badai ini segera berlalu dan tidak menjadi lebih buruk lagi,” tulis FGBMFI Regional NTT.

Tujuan Umum FGBMFI Regional NTT memberi bantuan ini adalah untuk berpartisipasi dalam upaya penanggulangan bencana pandemi Covid-19 di NTT. Sedangkan tujuan khusus, memberikan edukasi penanggulangan bencana Covid-19 melalui multi media kepada member FGBMFI Regional NTT dan masyarakat, memberikan bantuan logistik yang dibutuhkan dalam penanganan bencana Covid-19 di fasilitas kesehatan, memberikan bantuan peralatan-peralatan yang dipakai dalam upaya penanganan bencana serta memberikan bantuan suplemen nutrisi bagi petugas kesehatan.

“Manfaat dari aksi ini adalah, FGBMFI Regional NTT dapat berpartisipasi bersama pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana Covid-19, membantu menurunkan penyebaran Covid-19 dari orang ke orang lain, membantu fasilitas kesehatan untuk dapat memberikan pelayanan ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) serta Pasien Positif Covid-19 secara baik dengan tidak mengesampingkan keselamatan petugas kesehatan, meringankan beban petugas kesehatan dan memberikan dukungan moril sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19,” jelas FGBMFI Regional NTT lagi.

Terkait aksi ini, Regional President FGBMFI NTT, J. Don Putra Gotama menyampaikan empat pesannya:

1. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian pengurus dan member FGBMFI NTT terhadap upaya penanganan Covid-19 yang sudah dinyatakan sebagai KLB di beberapa negara.

2. Kami sadari, pemberian ini masih sedikit dibanding yang dibutuhkan. Dengan harapan sedikit meringankan beban pemerintah terutama para dokter, dan tenaga medis serta mereka yang membutuhkan;

3. FGBMFI NTT mengajak semua pihak untuk bebar-benar menerapkan pola hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan yang diterbitkan pemerintah, serta mensosialisasikannya kepada mereka yang belum tahu;

4. FGBMFI NTT menghimbau kepada semua member dan juga masyarakat NTT umumnya, untuk taat pada himbauan Pemerintah dan mematuhi protokol kesehatan, serta benar-benar menerapkan pola hidup sehat untuk terus mendukung setiap langkah dan upaya pemerintah dalam usaha mencegah penyebaran Covid-19, dengan terus menjalani stay at home, dan tertib dalam menjalani social distancing dan juga physical distancing dengan tetap di rumah saja, melakukan langkah – langkah sesuai himbauan maka kita mampu memutus penyebaran virus ini.

“Kita berikan kepedulian dari rumah, Kita berdoa dari rumah, Iman kita semakin bertumbuh dari Injil. Aku Percaya (Yoh 11:27) Aku dapat dipercaya, Aku melayani,” pungkas Don Putra Gotama. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top