Pemdes Bitefa dan Tokoh Adat Gelar Ritual Tolak Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemdes Bitefa dan Tokoh Adat Gelar Ritual Tolak Covid-19


RITUAL ADAT. Pemerintah Desa Bitefa bersama tokoh adat setempat saat menggelar ritual adat untuk menolak penyebaran Covid-19 dan virus lainya yang mengancam masyarakat setempat. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Pemdes Bitefa dan Tokoh Adat Gelar Ritual Tolak Covid-19


Puskesmas Bitefa Disinfeksi Kendaraan di Batas

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim Gerak Cepat (TGC) Penanganan Pencegahan Covid-19 dari Puskesmas Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum di wilayah setempat termasuk kendaraan umum yang beroperasi di jalur perbatasan Pantai Utara Wini, Ponu masuk Kota Kefamenanu.

Selain penyemprotan disinfektan, TGC Puskesmas Bitefa juga melakukan edukasi keliling menggunakan mobil berpengeras suara untuk menyampaikan imbauan pencegahan penyebaran wabah Covid-19 kepada masyarakat setempat.

Sementara itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Bitefa bersama tokoh adat setempat menggelar ritual adat untuk menolak penyebaran Covid-19 di wilayah setempat.

Seperti terpantau Timor Express, Selasa (31/3), kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh TGC dari Puskesmas Bitefa melibatkan anggota Polsek Nunpene, Prajurit TNI dari Kodim 1618/TTU dan aparatur desa setempat.

Tampak setiap kendaraan yang melintas, baik roda dua maupun roda empat atau lebih, dihentikan lalu di disinfeksi dengan cairan antiseptik. Bukan hanya itu, petugas yang hadir pula memberikan pencerahan untuk penumpang yang ikut melintas.

Penumpang diedukasi terkait imbauan melakukan social distancing, sebab imbauan itu bukan dimanfaatkan untuk bepergian tetapi harus beraktifitas di rumah sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Puskesmas Bitefa, Aloysius Fretis kepada Timor Express, Selasa (31/3) disela-sela aktifitas penyemprotan tepatnya di pertigaan puskesmas setempat, mengatakan penyemprotan disinfektan tersebut bertujuan memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Dikatakan, penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan di area publik pada lima desa dalam wilayah pelayanan Puskesmas Bitefa. Hal tersebut dilakukan untuk sterilisasi terhadap sejumlah fasilitas publik yang menjadi pusat pelayanan masyarakat.

DISINFEKSI. Petugas TGC dari Puskesmas Bitefa melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan yang beroperasi di jalur perbatasan Pantai Utara Wini, Ponu menuju Kota Kefamenanu, Selasa (31/3). (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

“Kita harus sterilkan sejumlah fasilitas publik yang menjadi pusat pelayanan masyarakat dari penyebaran Covid-19 di wilayah pelayanan Puskesmas Bitefa sehingga tidak menghambat pelayanan,” tutur Aloysius.

Aloysius menambahkan, kegiatan penyemprotan disinfektan itu dilakukan hingga suasana kondusif tidak ada lagi potensi penyebaran covid di wilayah TTU atau selama masa social distancing diberlakukan.

Untuk itu, lanjut Aloysius, TGC akan terus melakukan penyemprotan disemua kantor desa, tempat ibadah dan polindes. Bila memungkinkan tentu dilakukan penyemprotan rumah warga. Sedangkan untuk sekolah sekolah tidak dilakukan penyemprotan karena saat ini tidak ada kegiatan belajar mengajar.

Selain itu pihaknya berkoordinasi dengan aparatur desa memantau warga yang masuk dari Timor Leste maupun dari luar daerah, untuk di periksa sekaligus wawancara untuk memastikan kondisi kesehatan warga.

“Kita disini pas dipintu masuk dan warga kita disini ada yang kerja di Timor Leste sehingga harus pantau terus. Apabila ada warga yang datang dari Timor Leste harus dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus menjalani Karantina,” tandasnya.

Kepala Desa Bitefa, Viktorianus Naihati, mengatakan, pihaknya bersama tokoh adat dan juga tokoh masyarakat setempat pun ikut andil dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di TTU dan sekitarnya.

Dikatakan, pihaknya bersama aparatur desa selalu stand by melakukan pemantauan serius di wilayahnya. Pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas medis dan kepolisian jika ada kegiatan pencegahan seperti penyemprotan disinfektan dan pemantauan warga masuk baik dari Timor Leste maupun dari luar NTT.

Ia mengatakan kendati desanya belum memiliki alokasi dana desa karena belum mengantongi kode desa dari Jakarta, tetapi pihaknya terus semangat menyuport kegiatan tim gerak cepat puskesmas. “Sebagai pemerintah di tingkat bawah yang dekat dengan masyarakat kami selalu memberikan pencerahan agar masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19, sehingga bisa dimengerti dan dipahami, sebab virus bukan untuk ditakuti tetapi untuk di waspada,” tutur Mantan Ketua PMKRI Cabang Kefamenanu.

Selain upaya tersebut, lanjut Naihati, pihaknya bersama tokoh adat dan juga tokoh masyarakat di wilayah setempat juga melakukan ritual adat untuk menolak penyebaran Covid-19 sesuai keyakinan masyarakat setempat.

Menurut Naihati, masyarakat Desa Bitefa memiliki kepercayaan dan keyakinan akan kekuatan alam dan leluhur yang mampu menolak serta menghalau setiap virus yang akan memgancam masyarakat setempat.

“Masyarakat setempat meyakini kekuatan alam dan leluhur dipercaya sebagai tradisi menghalau Covid-19 dan virus lainnya sehingga pemerintah desa bersama 10 tokoh adat di Desa Bitefa telah melakukan ritual adat,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top