Meski Tingkat Hunian Turun Drastis, Naka Hotel Tak PHK Karyawan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Meski Tingkat Hunian Turun Drastis, Naka Hotel Tak PHK Karyawan


SOCIAL DISTANCING. Naka Hotel Kupang memberlakukan social distancing bagi tamu hotel. Tampak tamu hotel diatur jarak saat hendak melakukan check ini di receptionis pekan lalu. (FOTO: NAKA HOTEL FOR TIMEX)

BISNIS

Meski Tingkat Hunian Turun Drastis, Naka Hotel Tak PHK Karyawan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Dampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) menyasar semua aspek. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah sektor ekonomi. Khususnya bisnis perhotelan, dimana tingkat hunian menurun drastis akibat dari pembatasan mobilitas warga. Meski demikian, pelaku perhotelan tetap bertahan di tengah situasi sulit ini.

Seperti yang dilakukan Naka Hotel Kupang yang tetap beroperasi tanpa merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Aktifitas hotel tetap berjalan walaupun tingkat hunian hanya sekitar 5 persen sejak merebak wabah Covid-19. Ada beberapa kegiatan lain yang dilakukan sambil menunggu pulihnya kembali sektor ekonomi.

Hal ini dikatakan General Manager (GM) Naka Hotel Kupang Deddy Angkiriwang kepada koran ini akhir pekan kemarin. Deddy mengatakan pihaknya tetap menjalankan operasional hotel seperti biasa walaupun tingkat hunian turun drastis. Deddy pun mengaku tidak ada siasat khusus mengantisipasi dampak Covid-19 tersebut.

“Siasat khusus tidak ada karena ini pandemi memukul semua sektor bidang ekonomi. Jadi kita lebih kepada intern kita sendiri,” jelas Deddy. Yang dilakukan saat ini, jelasnya, adalah memberikan edukasi dan melakukan kegiatan intern berupa kerja bakti membersihkan seluruh gedung dari virus. Dan yang paling penting adalah mempersiapkan diri ke depan apabila dunia sembuh dari Covid-19.

Untuk bisnis hotel sendiri, jelas Deddy, yang dilakukan sekarang adalah maintain kegiatan hotel yang terbatas sesuai prosedur yang dianjurkan pemerintah. Yakni monitoring tamu dengan mengukur suhu tubuh dan penggunaan hand sanitizer. Juga membatasi area-area khusus bagi tamu sehingga social distancing bisa dijalannkan dengan baik.

“Jika ada tamu yang merasa sakit kita sudah berkoordinasi untuk segera melaporkan ke pihak berwenang,” jelas Deddy.

Dirinya juga mengatakan, walaupun mengalami pukulan keras akibat pandemi Covid-19 tapi tidak ada karyawan yang dirumahkan atau di-PHK.

Owner Naka Hotel, Charles Angkiriwang yang dikonfirmasi juga menegaskan pihaknya tidak ada kebijakan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja. “Memang pandemi Covid-19 ini memukul semua sektor dan pelaku usaha. Tapi Naka Hotel tidak ada kebijakan merumahkan karyawan. Harapan kita dengan keterlibatan aktif semua pihak wabah ini cepat diatasi dan segera berakhir. Dengan demikian semua sektor terutama ekonomi kembali tumbuh dengan normal,” harap pengusaha NTT yang akrab disapa Cha Angkiriwang ini. (ito)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top