Polres Matim Sidak ke Apotek dan Pasar, Kasat Reskrim: Tidak Ada Penimbunan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polres Matim Sidak ke Apotek dan Pasar, Kasat Reskrim: Tidak Ada Penimbunan


SIDAK. Jajaran Polres Matim dan instansi terkait saat melakukan sidak ke salah satu apotek dalam kota Borong, Selasa (31/3). (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Polres Matim Sidak ke Apotek dan Pasar, Kasat Reskrim: Tidak Ada Penimbunan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Ditengah ancaman pandemi virus korona atau Covid-19, Alat Pelindung Diri (APD) merupakan barang langka. Untuk itu, jajaran Polres Manggarai Timur (Matim) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah apotek di dalam Kota Borong, Selasa (31/3).

Sidak itu dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy S. Karimoy. Dalam kegiatan itu, polisi menggandeng pihak Dinas Kesehatan Matim, yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) SDK Pranata, Kristiani Agas dan Kabid Perdagangan Yoseph Sabi. Hadir juga perwakilan Dinas Koperindag, yakni Kasi Kerja Sama Perdagangan, Yosefinus K. Tampang.

Selain mengecek ketersediaan stok APD, polisi dan dinas terkait mengecek faktur pembelian. Sejumlah apotek yang di sidak itu, yakni Apotek Cendana Farma, Apotek Widya Farma, Apotek Aveno Farma, Apotek Setia Farma, dan Apotek Langga Farma. Selain ADP, polisi juga menyidak Sembako di pasar Borong.

“Sidak yang dilakukan ini, bagian dari operasi kami yang disebut amanusa dua. Disini untuk mengantisipasi adanya penimbunan ADP. Juga kita mengecek ketersedian sembako,” jelas Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto melalui Kasat Reskrim Iptu Deddy kepada TIMEXKUPANG.com, Selasa (31/3) malam.

Menurutnya, dalam sidak itu pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan Koperindagkop, mengecek ketersediaan APD, seperti masker, hand sanitizer, hand skund, alkohol dan vitamin C. Termasuk memantau harga dan juga mengecek sejumlah barang yang baru masuk.

Pengecekan tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya keresahan di kalangan masyarakat terkait kegaduhan yang timbul akibat ancaman virus korona yang mewabah saat ini. Tentu kepada pelaku usaha apotek, yang dengan sengaja menimbun APD dan mencoba menjualnya dengan harga tinggi, supaya segera dihentikan.

“Disamping itu kepada pemilik apotek, kami menyampaikan aturan harga terkait peralatan kesehatan. Selama adanya ancaman virus korona, banyak keluhan dari masyarakat terkait barang ADP di apotek. Dimana stoknya habis dan keluhan harga,” ujar Deddy.

Menurut Deddy, pihaknya akan menindak tegas apabila ditemukan adanya para pelaku usaha yang menimbun komoditas tertentu. Kepada masyarakat tidak perlu panik, pemerintah telah melakukan upaya untuk mengatasi segala bentuk ancaman kepada masyarakat. “Apabila masyarakat mengetahui adanya orang yang menjual masker atau hand sanitizer dengan harga tinggi, agar melaporkan kepada Polisi,” imbaunya.

Menurutnya, dari kegiatan sidak itu, pihaknya tidak menemukan adanya penimbunan APD pada seluruh apotek yang ada. Faktanya, terjadi kelangkaan ADP. Ada jenis ADP yang stoknya terbatas, dan bahkan habis. Dimana dari penjelasan sejumlah pemilik apotek, hal itu terjadi karena sejak Januari hingga Maret 2020, pasokan dari distributor sangat terbatas.

“Fakta lapangan yang kami temukan tadi, rata-rata alat kesehatan di apotek itu sudah sangat berkurang. Bahkan kosong, seperti masker. Jadi kami tetap melaporkan sesuai fakta. Termasuk laporan terkait sembako. Laporan ini akan dibicarakan ditingkat atas baik Polda maupun Mabes,” katanya.

Mengenai ketersediaan dan perkembangan harga sembako di pasar, sambung Deddy, pihaknya akan menindak tegas apabila ditemukan adanya para pelaku usaha yang menimbun.

“Kalau ditemukan adanya penimbunan barang, dipastikan melanggar hukum. Tentu pihaknya akan menindak secara tegas. Hal itulah yang menjadi misi utama dalam operasi amanusa dua ini,” tegas Deddy.

Sementara itu Plt. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Matim, kepada media ini menjelaskan, sesuai informasi yang diperoleh dari dinas Kesehatan Matim, bahwa sejauh ini ketersediaan APD yang tersedia di gudang farmasi kabupaten Matim, sangat minim. Hal yang sama juga saat ditemukan di sejumlah apotek.

Ada pun stok barang dari jenis ADP yang dibutuhkan ditengah ancaman virus korona, namun harga yang dijual juga mahal. Itu kemungkinan karena stoknya langka. Pemda Matim saat ini, sedang melakukan proses pengadaan. Diperkirakan April 2020, barangnya sudah tiba di gudang farmasi Matim. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top