Masyarakat Terdampak Covid-19 Tak Perlu Kuatir, Pemerintah Siap Rp 270 Miliar untuk Bansos | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Masyarakat Terdampak Covid-19 Tak Perlu Kuatir, Pemerintah Siap Rp 270 Miliar untuk Bansos


Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Masyarakat Terdampak Covid-19 Tak Perlu Kuatir, Pemerintah Siap Rp 270 Miliar untuk Bansos


 

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT telah bersepakat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menyediakan dana bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Dana sebesar Rp 270.492.900.000, sebut Marius, kalau dirata-ratakan yaitu setiap kabupaten/kota sebesar Rp 12.380.000.000,. “Jadi, penanggulangan Covid-19 tentu kerjasama kita semua mulai dari provinsi maupun kabupaten/kota se NTT. Semua ini dimaksudkan untuk menjaga masyarakat kita, terutama ketahanan pangan, daya beli masyarakat kita seluruhnya. Hal ini sesuai dengan isi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang revisi anggaran tahun berjalan,” tegas Marius, di Kupang, Jumat (3/4).

Marius menyebutkan, total anggaran yang dibebankan 5 persen kepada Pemrov NTT nilainya Rp 272 miliar lebih. Anggaran yang sudah tersedia kata dia, Rp 150 miliar melalui APBD NTT. “Melalui komunikasi Bapak Gubernur dengan Pimpinan DPRD NTT, kita merevisi APBD 2020 dan sisa anggaran yang kita sudah siapkan sebesar Rp 150 miliar. Sisa dipihak yang lain sebesar Rp 123 miliar,” paparnya.

Menurut Marius, Pemprov NTT mangajukan sejumlah skenario berdasarkan data-data faktual yang dialami atau dimiliki provinsi dan kabupaten/kota seluruh NTT.

“Pertama, kita melihat total rumah tangga miskin yaitu sebanyak 480.505 kepala keluarga (KK). Itu rumah tangga miskin. Kemudian total rumah tangga miskin yang tidak mendapatkan bantuan pangan non tunai sebanyak 101 ribu lebih KK. Skenarionya adalah penanggulangan ekonomi akibat Covid-19 ini yaitu bantuan langsung tunai 144 ribu lebih KK x Rp 150 ribu x 6 bulan. Berarti nilainya Rp 129.600.900.000 dengan bantuan pangan non tunai beras yaitu Rp 196 ribu KK lebih X Rp 350 ribu X 6 bulan ke depan berarti Rp 412.248.900.000 lebih. Jumlah bantuan bagi anggota pihak teridentifikasi positif Covid-19, sebanyak 1.000 lebih x Rp 500.000 x 3 miliar jadi social net akibat Covid-19 ini sebesar Rp 544 miliar lebih,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Marius menjelaskan, total alokasi dana ini tidak termasuk anggaran untuk pengadaan fasilitas kesehatan seperti APD (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga medis maupun insentif bagi tenaga medis.

Marius menyebutkan, sesuai arahan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu saat video conference bersama seluruh Gubernur se Indonesia, Presiden mengharapkan agar para Gubernur, para Bupati dan Walikota fokus kepada tiga hal. Pertama, kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial (social savety net) dan kesiapan dalam menyediakan pangan dan menjamin kesiapan bahan pokok serta mengedepankan daya beli masyarakat.

“Bapak Presiden menegaskan agar Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBD dan dialihkan untuk keperluan masyarakat terdampak virus korona,” pungkas Marius. (*/yl)

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Jelamu Ardu Marius. (FOTO: Humas Setda NTT)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top