Penemuan Sesosok Mayat Mengapung di Pantai Borong Kejutkan Warga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penemuan Sesosok Mayat Mengapung di Pantai Borong Kejutkan Warga


Jasad seorang perempuan yang diduga bernama Paulina Oja alias Lina yang ditemukan mengapung di perairan Borong, Jumat (3/4). (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Penemuan Sesosok Mayat Mengapung di Pantai Borong Kejutkan Warga


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Warga Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dikejutkan oleh penemuan sesosok jasad perempuan asal Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba, dalam keadaan mengapung di perairan pantai Borong, Jumat (3/4) pagi. Korban diketahui bernama Paulina Oja alias Lina, 30.

“Ketika ditemukan, kondisi jasad sudah rusak dan membusuk terapung di perairan laut Pantai Borong, tepat di sekitar Liang Bala, Kelurahan Kota Ndora. Pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat sekira pukul 07.30 wita,” ungkap Kapolres Matim, AKBP Nugroho A. Siswanto, melalui Kasat Reskrim Iptu Dedy kepada TIMEXKUPANG.com, Jumat (3/4) siang.

Menurut Dedy, sekira pukul 08.50 Wita, Jakaria Ati, 47, seorang nelayan asal Kampung Ende, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, mendatangi Mako Polsek Borong dan melaporkan peritiwa penemuan mayat berjenis kelamin perempuan mengambang di Perairan Laut sekitar Liang Bala.

Dari informasi pelapor, mayat pertama kali ditemukan oleh sejumlah nelayan Borong sekira pukul 07.30 wita. Dimana saat itu para nelayan sedang melakukan aktifitas memancing ikan dengan menggunakan perahu. Atas laporan itu Polsek Borong dibantu anggota Polres Matim melakukan koordinas dengan Puskesmas Borong untuk mendatangi TKP.

“Polisi bersama pihak Puskesmas Borong langsung menuju Dermaga Borong. Dari Dermaga menggunakan speed boad milik polisi menuju lokasi mayat ditemukan. Tiba di lokasi jasad korban dievakuasi ke speed dan dibawa ke muara Kali Wae Bobo, bagian Barat Dermaga Borong,” terang Dedy.

Selanjutnya jasad Lina, kata Desy langsung dievakuasi menggunakan mobil Puskesmas Borong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jasad itu kemudian dibawa menuju ke Lapangan Terminal Borong, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, untuk selanjutnya dilakukan proses autopsi oleh pihak medis dari Puskesmas Borong dipimpin dr. Isna.

“Sekira pukul 12.30 wita, tim medis dari Puskesmas Borong melakukan proses autopsi di lapangan Terminal Borong dan kondisi mayatnya dalan keadaan rusak dan membusuk. Saat ditemukan, korban setengah telanjang alias tidak memakai celana,” katanya.

Lanjut Dedy, di saat tim medis sementara melakukan autopsi, tiba-tiba datang seorang ibu bernama Theresia Desti, 43, yang beralamat di Golput, Kelurahan Rana Loba. Kepada polisi, Theresia mengaku mengenal identitas dari mayat tersebut. Desti menyampaikan bahwa jasad wanita itu bernama Lina asal desa Rana Mbeling.

Dari keterangan Desti, bahwa korban sebelumnya, Minggu (29/3) lalu pukul 12.30 Wita, sempat datang ke rumahnya dan meminta makan karena lapar. Diketahui pakaian terakhir persis seperti pada saat mayat ditemukan. Informasi dari Desti terkait identitas korban, dibenarkan oleh sejumlah keluarga korban yang berdomisili di Kota Borong.

“Salah satu kelurga korban itu, Kepala Dinas Kopridagkop Matim, Frans Malas. Termasuk bapak Wakil Bupati Matim, Stef Jaghur. Pukul 14.30 wita, Bapak Stef bersama keluarga lain, membawa korban ke kampung Mukun, desa Rana Mbeling,” ungkap Dedy.

Dia menambahkan, hingga saat ini hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Borong belum ada.

Menurut Dedy, ada sejumlah informasi dari warga Kota Borong, bahwa sering melihat korban jalan di pesisir pantai Borong. Mereka menduga, korban itu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Penyebab kematian korban, belum diketahui. Diperkirakan korban sudah mengapung tiga hari di laut. Secara medis hasil pemeriksaan (ver luar) dokter belum diketahui. Dari informasi masyarakat, korban diduga ODGJ,” urai Dedy. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top