Cegah Penyebaran Virus Korona, PMKRI-GMNI Sikka Tolak KM Lambelu Masuk Maumere | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Penyebaran Virus Korona, PMKRI-GMNI Sikka Tolak KM Lambelu Masuk Maumere


TOLAK KM LAMBELU. Kelompok Cipayung Sikka menggelar aksi menolak kehadiran KM Lambelu di depan gerbang Pelabuhan L. Say Maumere, Minggu (5/4). (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cegah Penyebaran Virus Korona, PMKRI-GMNI Sikka Tolak KM Lambelu Masuk Maumere


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Kuatir terhadap penyebaran virus korona yang mengancam masyarakat saat ini, dua oraganisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung di Kabupayen Sikka menggelar aksi di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Aksi itu dilakukan untuk menolak keras kedatangan KM. Lambelu yang membawa ratusan penumpang dari luar Sikka dimana sesuai jadwal akan sandar di pelabuhan itu, Senin (6/4) besok.

Puluhan mahasiswa dari organisasi Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Sikka dengan menggunakan spanduk melakukan orasi tepat di pintu masuk pelabuhan Lorens Say Maumere, Minggu (5/4) petang sekira pukul 15.30 Wita.

Ketua GMNI Sikka, Alvinus L. Ganggung dalam orasinya menyatakan bahwa saat ini pandemi global Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) dari hari kehari terus meningkat secara signifikan diseluruh Indonesia. Dimana hingga hari ini sudah mencapai 1.986 kasus positif Covid-19, dan dari jumlah tersebut korban meninggal mencapai 181 jiwa. Yang sembuh sebanyak 134 orang.

“Pemerintah pun telah melakukan upaya serius untuk menangani kasus ini namun hingga saat ini belum membawa dampak yang lebih baik,” kata Alvian dalam orasinya.

Menyikapi kondisi tersebut, lanjut Alvian, Cipayung Sikka mendesak Pemkab Sikka untuk segera menutup masuknya kapal penumpang di Pelabuhan Lorens Say dan pelabuhan lainnya yang ada di Sikka untuk sementara waktu. Kelompok Cipayung Sikka juga mendesak Pemkab agar berkomitmen mencegah penyebaran virus mematikan ini dengan menolak berlabunya KM. Lambelu di Pelabuhan L. Say Maumere pada 6 April 2020 besok.

“Kami dari kelompok Cipayung Sikka yang terdiri dari PMKRI dan GMNI secara tegas mendesak pemerintah Kabupaten Sikka untuk segera menolak berlabuhnya KM Lambelu yang akan bersandar pada Senin (6/4) di pelabuhan L. Say,“ tandas Alvian.

NTT, demikian Alvian, menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang saat ini masih negatif Covid-19. Hal ini menjadi sebuah berita yang cukup menyenangkan bagi masyarakat NTT. Perlu diapresiasi kinerja pemerintah dan unsur–unsur keamanan TNI/Polri, serta seluruh elemen masyarakat NTT yang sudah bahu-membahu meningkatkan kesiagaan dan melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran virus korona ini.

Meski demikian, lanjut Alvian, Cipayung Sikka masih meragukan status Provinsi NTT yang masih berstatus negatif Covid-19, sehingga perlu dilakukan pengkajian yang lebih mendalam terkait status tersebut.

“Hingga saat ini kami masih meragukan status bahwa NTT masih berstatus negatif terhadap korona. Ini perlu dilakukan pengkajian yang lebih mendalam,” tegas Alvian.

Mahasiswa dari PMKRI dan GMNI Sikka diingatkan aparat untuk tidak melanjutkan aksinya karena tak mengantongi izin. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

Koordinator Lapangan (Korlap) PMKRI, Yakobus Tonce Kaka menegaskan bahwa dalam rangka merespons meningkatnya status ODP dan menjawab keresahan masyarakat terhadap hadirnya para penumpang kapal yang akan datang dari daerah terpapar virus korona, maka aktivis Cipayung GMNI dan PMKRI serta para Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan L. Say Maumere mendesak agar menolak KM Lambelu bersandar di pelabuhan itu besok.

“Kami semua meminta Pemkab Sikka dan Pelni untuk segera menghentikan dan menolak kehadiran KM Lambelu untuk sementara waktu,” tandas Tonce.

Menurut Tonce, Cipayung Sikka dengan tegas mendesak Pemkab untuk melakukan kordinasi dengan Pelni agar mengupayakan KM Lambelu harus berlabuh pada siang hari, agar proses pengawasanya lebih efektif. Melakukan pendataan secara efektif terhadap para penumpang agar bisa mengetahui tempat asal keberangkatan dan tujuan penumpang secara detail. “Mengadakan pengawasan semaksimal mungkin di pintu masuk maupun pintu keluar,” katanya.

Disamping itu lanjutnya, tidak diperbolehkan bagi keluarga untuk menjemput penumpang kapal. Lakukan koordinasi dengan Pemkab sedaratan Flores-Lembata agar menyiapkan transpotasi untuk proses mobilisasi para penumpang menuju daerah tujuan penumpang secara teratur.

Mendesak pemerintah untuk tidak memperbolehkan para perantau yang datang dari daerah yang sudah terinfeksi Covid-19 melakukan karantina mandiri di rumah, maka dari itu Pemkab Sikka harus menyediakan tempat karantina terpusat agar terkontrol secara efektif.

Cipayung Sikka juga mendesak Pemkab Sikka agar segera menutup seluruh akses yang berkaitan dengan mobilasi penumpang baik darat maupun laut di Kabupaten Sikka.

“Inilah beberapa poin pennting untuk segera dilakukan Pemkab Sikka demi keselamatan masyarakat Sikka secara keseluruhan. Jika tuntutan ini tidak segera dilaksanakan maka kami akan melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar,” tegas Tonce.

Di tengah aksi tersebut puluhan aparat kepolisian dari Polres Sikka dan sejumlah personil TNI Angkatan Laut yang bertugas dipelabuhan Lorens Say langsung membubarkan dua organisasi ini dan digiring ke Polres Sikka. Upaya penggiringan mahasiswa ini dipimpin langsung Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, SIK.

Sajimin kepada wartawan menjelaskan bahwa mahasiswa ini dalam melakukan aksinya itu belum mendapat izin dari Polres Sikka. Disamping itu dalam orasi itu secara tidak langsung akan mengundang warga masyarakat untuk berkumpul. “Karena itu harus dibubarkan. Saat ini kita sedang menjaga agar warga selalu menjaga jarak, menghindari kerumunan orang banyak,” pungkas AKBP Sajimin. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top