Hadapi Ratusan Penumpang KM Lambelu, Bupati Sikka Langsung Bentuk Tim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hadapi Ratusan Penumpang KM Lambelu, Bupati Sikka Langsung Bentuk Tim


SIAGA. Bupati Sikka, Robi Idong saat memimpin rapat tim pengaman guna mengantisipasi warga yang akan tiba dengan KM Lambelu besok (6/4). Hingga berita ini dipublish, rapat sementara berlangsung di media center Gugus Tugas Covid-19 Sikka, Minggu (5/4). (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Hadapi Ratusan Penumpang KM Lambelu, Bupati Sikka Langsung Bentuk Tim


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Mengahadapi membeludaknya penumpang KM Lambelu yang sesuai rencana merapat di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Senin (6/4), Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo bersama Forkopimda langsung membentuk tim pengamanan. Hadir dalam rapat itu, pihak Pelindo dan Kepala Pelni Maumere. Rapat itu membahas kesiapan menghadapi dan penanganan terhadap 333 penumpang yang akan turun dari KM Lambelu, besok (6/4).

Bupati Sikka, Robi Idong yang memimpin langsung rapat itu, Minggu (5/4) malam, meminta panitia segera mencari solusi untuk menempatkan 333 penumpang dengan pengamanan yang ketat. Pengamanan itu akan dibantu aparat Kepolisian dan TNI serta instansi terkait lainnya.

“Besok malam KM Lambelu masuk dan akan membawa 333 penumpang yang akan turun di Kabupaten Sikka. Karena itu perlu dilakukan penanganan yang serius dan dikawal ketat. Tim harus segera mencari solusi penanganannya,” kata Robi.

Robi menambahkan rapat pembentukan tim itu akan dilanjutkan Sekda Sikka Wihelmus Serilus dan hasilnya diputuskan malam ini juga. Untuk menangani para penumpang tersebut Robi juga menegaskan agar mereka harus dikarantina di sejumlah hotel selama 14 hari.

“Panitia harus segera mencari tempat karantina di hotel selama 14 hari. Selama karantina tetap dalam pengawasan petugas, sehingga tidak ada satu penumpang yang kabur,” tandas Robi.

Robi menambahkan, besar kemungkinan ABK KM Lambelu juga terinveksi virus korona. Menurutnya jika ada penumpang yang terinveksi virus korona, maka harus dikarantina selama 14 hari. Jika satu penumpang terinfeksi selama dalam perjalanan hingga Maumere maka hingga besok baru mencapai 9 hari. Itu berarti, lanjut Robi, sampai besok (6/4) masa inkubasinya belum mencapai 14 hari. “Dengan demikian masih 5 hari lagi masa inkubasinya, sehingga harus dikarantina,” ungkap Robi.

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Virus Korona, PMKRI-GMNI Sikka Tolak KM Lambelu Masuk Maumere

Hal senada disampaikan Dandim 1603/Sikka, Letkol Zunalendra. Ia dengan tegas meminta agar seluruh penumpang tujuan Sikka dikarantina dan diawasi secara ketat.

Menurut Zunalendra, jika satu penumpang saja yang lolos dari pengawasan dan terbukti terinfeksi virus maka tidak menutup kemungkinan seluruh warga Sikka terancam terjangkit virus mematikan itu.

“Langkah yang paling tepat adalah melakukan pengawasan yang ketat dan seluruh penumpang yang turun di Kabupaten Sikka harus dikarantina selama 14 hari. Karena jika satu saja yang berhssil lolos dan terinveksi virus maka dipastikan warga Sikka akan terkena virus,” tegas Letkol Zulnalendra.

Dalam upaya mencegah virus korona, Zulnalendra mengimbau seluruh warga masyarakat untuk mengonsumsi minyak kelapa murni (VCO), mengonsumsi daun kelor, jeruk, juga jambu biji. Makanan dan minuman yang murah meriah ini akan sangat membantu warga dalam upaya pencegahan virus korona.

“Kepada rekan-rekan media saya juga meminta untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar mengonsumsi jenis makanan ini karena dapat meningkatkan imunitas. Selain murah juga mudah didapat,” pungkas Zulnalendra. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top