Bupati Malaka Perpanjang Masa WFH Bagi ASN dan Belajar di Rumah untuk Siswa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Malaka Perpanjang Masa WFH Bagi ASN dan Belajar di Rumah untuk Siswa


Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran. (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Malaka Perpanjang Masa WFH Bagi ASN dan Belajar di Rumah untuk Siswa


Warga Berstatus P2T2 Harus Isolasi Mandiri

BETUN, TIMEXKUPANG.com-“Misi kita adalah menyelamatkan masyarakat, keluarga, orang tua, adik kakak, dan anak cucu kita.” Ini adalah pernyataan langsung Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran kepada Timor Express, di Betun, Senin (6/4), terkait keputusannya memperpanjang masa bekerja dari rumah atau work frome home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan belajar di rumah bagi para siswa hingga 21 April mendatang.

“Ini bukan libur tetapi belajar dari rumah, sedangkan bagi ASN dan pegawai swasta diberlakukan WFH. Jadi mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi masih diberlakukan belajar dari rumah,” tegas dr. Stef Bria Seran.

Bupati dr. Stef juga mengingatkan seluruh masyarakat Malaka agar selalu menjaga kebersihan, rutin mencuci tangan dengan sabun, selalu memakai masker, dan menjauhi kerumunan atau lokasi dengan konsentrasi massa.

Menurut dr. Stef Bria Seran, Pemkab Malaka sudah mengerahkan semua instansi terkait termasuk menggandeng pihak keamanan, dalam hal ini TNI dan Polri untuk menjaga setiap wilayah perbatasan dan mengecek warga Malaka yang baru datang dari luar NTT, dengan melakukan pengukuran suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan.

Khusus Pelaku Perjalanan dari Tempat Terpapar Covid-19 (P2T2), demikian dr. Stef, harus patuhi aturan isolasi atau karantina mandiri selama 14 hari sejak tiba di daerah tujuan.

Hal ini, kata dr. Stef bertujuan memutus mata rantai penularan virus korona di wilayah Malaka. “Bagi warga Malaka yang baru datang dari luar NTT agar mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan melapor diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” tegas Bupati.

Sementara itu, berdasarkan data dari Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di wilayah Malaka terus bertambah setiap harinya. Ini karena orang dengan kategori P2T2 Covid-19 yang datang ke Malaka terus meningkat.

Data menunjukkan, hingga Senin (6/4), terdata 349 orang melakukan perjalanan luar negeri/kota transmisi Covid-19. Selesai pemantauan sebanyak 71 orang, ODP sebanyak 8 orang, sembuh 1 orang.

Karantina P2T2

Menyikapi terus meningkatnya jumlah orang dengan kategori P2T2 Covid-19, Camat Malaka Tengah, Eduardus Bere Atok saat ditemui Timor Express di ruang kerjanya, Senin (6/4), mengusulkan agar sebaiknya mereka yang baru melakukan perjalanan dari luar daerah dilakukan karantina terpusat.

Menurut Edu Atok, ini merupakan langkah strategis dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Malaka. “Sebaiknya bagi warga Malaka yang datang dari luar NTT, khususnya dari daerah yang terpapar virus korona harus di karantina secara khusus di suatu wilayah agar mudah di kontrol. Jika isolasi di rumah tidak bisa dikontrol dan dengan mudah orang tersebut bisa beraktivitas di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Edu Atok bahkan mengusulkan, bila perlu setiap Desa mengalokasikan anggaran Rp 100 juta untuk keperluan menangani warga yang dikarantina, misalnya dengan membiayai makan minim termasuk petugas.

“Seharusnya setiap wilayah kecamatan menyiapkan karantina khusus untuk masyarakat Malaka yang datang dari luar NTT sudah terpapar Covid-19, agar dengan mudah terkontrol, kita harus antisipasi lebih awal sebelum kondisi terpuruk terjadi di Malaka,” usul Edu Atok.

Kepala Dinas Kesehatan Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, mengimbau kepada seluruh masyarakat Malaka agar tetap menaati peraturan pemerintah dengan rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, menjaga jarak aman, serta menjauhi kerumunan. “Kita cegah Covid-19 dengan cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, jaga jarak aman dan jauhi kerumunan,” pungkas drg. Paskalia. (mg30)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top