Terpilih Jadi Ketua MA, Hakim Agung M. Syarifuddin Sampaikan Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terpilih Jadi Ketua MA, Hakim Agung M. Syarifuddin Sampaikan Hal Ini


PROSES PEMILIHAN. Suasana proses pemilihan Ketua MA yang berlangsung di ruang Kusumah Atmadja, Gedung MA RI, Jl. Medan Merdeka Utara, SEnin (6/4). Proses pemilihan ini menerapkan protokol pencegahan Covid-19. (FOTO: Humas MA)

NASIONAL

Terpilih Jadi Ketua MA, Hakim Agung M. Syarifuddin Sampaikan Hal Ini


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Hakim Agung, Dr. H. M. Syarifuddin, SH., MH., resmi terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025 menggantikan Muhammad Hatta Ali yang akan pensiun pada 1 Mei 2020. Syarifuddin terpilih sebagai Ketua MA setelah memperoleh suara terbanyak dalam putaran kedua sidang paripurna pemilihan Ketua MA, Senin (6/4).

Hakim Agung M. Syarifuddin meraih 32 suara, unggul 18 suara dari pesaingnya Hakim Agung Andi Samsan Nganro yang hanya meraih 14 suara pada pemilihan putaran kedua.

Dalam sambutannya usai pemilihan, Syarifuddin menyampaikan terimakasih telah dipercaya untuk memimpin lembaga tertinggi di peradilan. Dia mengharapkan dapat didukung untuk mengemban amanah melanjutkan estafet kepemimpinan di MA.

“Terima kasih atas kepercayaan kepada saya untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan Ketua MA. Mulai hari ini berakhir sudah demokrasi kecil di MA. Mulai hari ini pula, saya harap tidak ada perbedaan pendapat, tidak ada dukung-mendukung di antara kita,” kata Syarifuddin, di Jakarta, Senin (6/4).

Syarifuddin mengajak jajaran peradilan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab agar MA dan badan peradilan di Indonesia lebih baik lagi. Dia pun meminta dukungan sepenuhnya dari jajaran peradilan.

“Kita kembali bersatu-padu bahu-membahu dan kerja keras menyambut tugas dan tanggung jawab kita ke depan agar MA dan badan peradilan lebih baik lagi. hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” harap Syarifuddin.

Untuk diketahui, Syarifuddin saat ini menjabat Wakil Ketua MA Bidang Yudisial. Hakim Agung kelahiran Baturaja, Sumatera Selatan ini dipilih oleh mayoritas Hakim Agung pada 14 April 2016 untuk menduduki jabatan yang ditinggalkan Mohammad Saleh.

Pada 3 Mei 2016, Syarifuddin mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden RI untuk membantu Ketua MA mengurus Bidang Yudisial untuk periode 2016-2021.

Sementara itu, dalam sambutannya Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH menyampaikan selamat kepada M. Syarifuddin yang telah terpilih menjadi Ketua MA periode 2020-2025.

Hatta Ali mengatakan bahwa kepercayaan ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang besar yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan penuh kerja keras.

Pada kesempatan itu pula, mantan Kepala Badan Pengawasan MA itu berpesan kepada para Calon Ketua MA lainnya yang telah mengikuti kompetisi ini dengan fair, agar tidak berkecil hati karena segala sesuatunya pasti ada hikmah yang tersembunyi.

BACA JUGA: Hatta Ali Segera Purna Tugas, 3 Hakim Agung Ini Berpeluang Jadi Ketua MA

Hatta Ali juga menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada para Hakim Agung yang telah menyempatkan hadir dan menggunakan hak pilihnya pada hari ini. Suara para Hakim Agung adalah masa depan bagi lembaga peradilan Indonesia khususnya dalam 5 tahun ke depan.

Untuk diketahui, hasil pemilihan selanjutnya akan diproses oleh Panitia Pemilihan untuk diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia yang akan menetapkan secara definitif Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Harta Kekayaan

Setelah terpilih sebagai Ketua MA, seperti apa harta kekayaan Hakim Agung asal Sumetera Selatan ini.

Menelisik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada laman e-LHKPN.kpk.go.id, Muhammad Syarifuddin memiliki harta kekayaan mencapai Rp 3.635.205.852 (Rp 3,6 miliar). Harta kekayaannya tersebut dilaporkan Saiful pada 28 Maret 2019 untuk periodik 2018.

Harta kekayaan Syarifuddin terdiri dari aset berupa tanah dan bangunan yang berada di Kota Jogjakarta, Ogan Komering Ulu, Banyumas, dan dua di daerah Jakarta Selatan. Total tanah dan bangunan Syarifuddin senilai Rp 2.907.152.000.

Selain itu, Syarifuddin juga tercatat memiliki harta bergerak berupa alat transportasi yakni Mobil Daihatsu Terios tahun 2008 dan motor Kawasaki Ninja tahun 2005. Total nilai kendaraan Syarifuddin mencapai Rp 209 juta.

Syarifuddin juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya berjumlah Rp 39 juta serta kas dan setara kas senilai Rp 672 juta. Kendati demikian, Syarifuddin ternyata tercatat memiliki utang sejumlah Rp 192 juta. Sehingga, total keseluruhan harta kekayaan Syarifuddin kurang lebih mencapai Rp 3,6 miliar. (JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top