Warga Tolak Sekolah jadi Lokasi Karantina, Penumpang KM Lambelu Bakal 6 Hari di Kapal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Tolak Sekolah jadi Lokasi Karantina, Penumpang KM Lambelu Bakal 6 Hari di Kapal


WARGA TOLAK. Sejumlah warga berdiri didepan SDI Santo Yosef Maumere menolak sekolah itu dijadikan lokasi karantina penumpang KM Lambelu, Senin (6/4). (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Warga Tolak Sekolah jadi Lokasi Karantina, Penumpang KM Lambelu Bakal 6 Hari di Kapal


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Warga Sikka di Kota Maumere menolak rencana pemerintah setempat mengarantina penumpang KM Lambelu di sejumlah sekolah di wilayah itu. Seperti yang terjadi di SD Katolik Kota Uneng. Ratusan masa menolak mengarantinakan penumpang KM Lambelu di sekolah itu.

Salah seorang warga yang mengaku bernama Mus kepada media ini mengatakan, sekolah yang berada di wilayah permukiman penduduk tidak diperbolehkan dijadikan sebagai lokasi karantina penumpang KM Lambelu yang datang dari wilayah terpapar Covid-19. Jika pemerintah mengarantina penumpang KM Lambelu, sebaiknya mencari tempat di luar kota yang jauh dari permukiman penduduk.

“Kami tidak mau sekolah yang berada di tengah permukiman penduduk dijadikan tempat karantina penumpang yang besar kemungkinan terinveksi virus korona. Apalagi para penumpang itu berasal dari wilayah terpapar,” tegas Mus.

Atas desakan warga itu, pihak kepolisian, anggota Kodim 1603/Sikka, Lurah Kota Uneng dan Camat Alok tidak dapat berbuat banyak atas desakan warga tersebut.

Seperti yang disaksikan media ini di depan SD Inpres Santo Yosef Maumere, Senin (6/4) sekitar pukul 12.20 Wita. Warga setempat dengan tegas menolak upaya pemerintah mengarantina para penumpang di sekolah. Mereka berjaga di pintu gerbang sekolah dan menuliskan kata-kata di lembaran karton/kardus yang terbaca: “Ini sekolah, bukan tempat karantina.” Ada lagi yang tertulis, “Menolak jadi tempat karantina.”

Aparat kepolisian dan TNI yang menyaksikan ratusan warga itu langsung membatalkan niat untuk mengarantina para penummpang KM Lambelu di sekolah.

Salah seorang anggota polisi langsung mengumumkan pembatalan itu di hadapan ratusan warga. Atas penyampaian itu warga kemudian membubarkan diri dan merasa puas sekolah tidak dijadikan sebagai tempat karantina.

Terpisah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 yang juga Sekda Sikka, Serilus Wuhelmus kepada media ini menegaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak Pelni untuk mengarantina penumpang selama 6 hari diatas kapal sejak KM Lambelu tiba di dermaga Lorens Say. Pemerintah dan aparat keamanan akan melakukan pengawasan dengan ketat saat KM Lambelu tiba di pelabuhan.

“Kami sudah sampaikan kepada pihak Pelni untuk mengarantinakan para penumpang Maumere diatas kapal selama 6 hari kedepan terhitung sejak 6 April 2020,” tegas Serilus.

Terkait penolakan warga masyarakat untuk tidak mengarantina penumpang KM Lambelu di sekolah-sekolah, Serilus mengakui jika terjadi perubahan maka pemerintah mengantisipasi dua tempat untuk karantina para penumpang. Dua tempat itu diantaranya Gedung Sikka Convention Center (SCC) dan aula Universitas Nusa Nipa (Unipa).

“Pemerintah tetap meminta Pelni untuk mengarantina penumpang di atas kapal, namun jika terjadi perubahan, pemerintah lagi mengusahan dua lokasi, yakni SCC dan aula Unipa,” jelas Serilus. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top