Gubernur: Kemiskinan Masih Jadi Isu yang Memalukan di NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gubernur: Kemiskinan Masih Jadi Isu yang Memalukan di NTT


PRA MUSRENBANG. Suasana Pra Musrenbang tingkat Provinsi NTT di Aula Sol Therik Bappelitbangda NTT, di Jln. Polisi Militer Kupang, Jumat (17/4). (FOTO: Istimewa/Humas Bappelitbangda NTT)

KABAR FLOBAMORATA

Gubernur: Kemiskinan Masih Jadi Isu yang Memalukan di NTT


Pra Musrenbang Tingkat Provinsi NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, kemiskinan yang ada di provinsi ini hingga kini masih menjadi isu yang memalukan.

“Isu-isu yang memalukan Provinsi NTT antara lain, tingkat kemiskinan 20,62 persen, rata-rata lama sekolah 7,3 tahun, stunting 30,80 persen, dan insfratruktur yang masih buruk,” tandas Gubernur VBL dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan Setda NTT, Drs. Jamaludin Ahmad, MM saat membuka Pra Musrenbang Provinsi NTT di Aula Sol Therik Kantor Bappelitbangda NTT, Jln. Polisi Militer Kupang, Jumat (17/4).

Meski dihantui berbagai isu yang memalukan tetapi, sebut Jamal, ada 10 isu strategis yang memiliki potensi besar yang bisa mengangkat harkat NTT, yakni memiliki lebih dari 400 atraksi wisata yang terhubung dari ujung barat pulau Flores hingga ke perbatasan Negara Republic Democratic Timor Leste (RDTL). Memiliki 12 kabupaten dengan posisi geografi yang berbatasan langsung antarnegara, luas lahan basah pertanian lebih dari 127 ribu hektar dengan lebih dari 37 DI (daerah irigasi) serta luas dan produksi komoditas perkebunan yang merupakan 10 besar nasional.

Selain itu, lanjut Jamal, NTT memiliki lahan yang belum digarap lebih dari 1,5 juta hektar, kualitas rumput laut dan garam industri terbaik di Indonesia, dan memiliki potensi pengembangan marungga dengan kualitas terbaik.

Selanjutnya, potensi pendapatan asli daerah dan APBD Provinsi lebih dari Rp 6,5 triliun yang terus meningkat setiap tahun, konektivitas transportasi darat, laut dan udara telah terhubung ke seluruh wilayah dan alokasi dana desa mencapai lebih dari Rp 3 triliun di tahun 2020.

Mengusung tema mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi masyarakat, kata Jamal, Pemprov NTT fokus pada pemulihan industri, pariwisata dan investasi penguatan sistem kesehatan nasional.

Menurut Jamal sasaran pembangunan tahun 2020 hingga 2024 adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat dan kualitas manusia, menurunnya tingkat kemiskinan dan pengangguran, berkurangnya kesenjangan pendapatan dan wilayah, serta terjaganya keberlanjutan lingkungan dan stabilitas ekonomi.

Sedangkan prioritas pembangunan wilayah di NTT tahun 2020 hingga 2024 yang akan datang, demikian Jamal, adalah mendorong percepatan pembangunan daerah berbasis hilirisasi pertanian, perikanan, pertambangan, dan pariwisata dengan memperhatikan lokasi prioritas berdasarkan koridor pertumbuhan dan pemerataan.

Pranata Humas Madya Bappelitbangda NTT, Edi Latu, S.Sos dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, kegiatan Pra Musrenbang ini berlangsung selama dua hari sejak Jumat (17/4) hingga hari ini (18/4), dengan menggunakan mekanisme daring aplikasi zoom.

“Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 ini, kita harus mulai terbiasa dengan menggunakan model daring sehingga tidak hanya menghindari kerumunan atau menciptakan kerumunan tetapi lebih dari itu ada penghematan anggaran,” tandas Edi Latu di sela-sela kegiatan Pra Musrenbang.

Edi menyebutkan, agenda pembangunan atau prioritas nasional antara lain ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan, SDM berkualitas dan berdaya saing. Selanjutnya, kata Edi, adalah revolusi mental dan pengembangan kebudayaan, infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar, lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan public (*/yl)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top