Kontraktor Salurkan Bantuan CSR Cegah Covid-19 untuk Pemkab TTS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kontraktor Salurkan Bantuan CSR Cegah Covid-19 untuk Pemkab TTS


BANTUAN KEMANUSIAAN. Direktur PT. Nanda Karya Putra Pratama, Charles Angkiriwang (Ketiga kanan) saat menyerahkan bantuan APD kepada Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun di ruang rapat bupati, Selasa (21/4). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

BISNIS

Kontraktor Salurkan Bantuan CSR Cegah Covid-19 untuk Pemkab TTS


SOE, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah kontraktor atau rekanan yang selama ini beroperasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mewujudkan kepedulian mereka terhadap upaya pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19) di wilayah itu dengan menyerahkan sejumlah bantuan melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS untuk diterukan kepada yang membutuhkan.

Bantuan yang didonasikan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan kontraktor itu diserahkan Direktur PT. Nanda Karya Putra Pratama, Charles Angkiriwang dan diterima langsung Bupati TTS, Egusen Pieter Tahun bertempat di Ruang Rapat Bupati, Selasa (21/4).
Bantuan yang diserahkan itu berupa Alat Pelindung Diri (APD), cairan pembasmi virus dan juga sembako berupa beras.

Charles Angkiriwang setelah penyerahan mengatakan, bantuan yang diberikan itu sebagai wujud kepedulian dan dukungan rekanan terhadap Pemkab TTS yang tengah berupaya keras mencegah penyebaran virus korona di wilayah itu.

Menurut Charles, bantuan ini, jika dilihat dari jumlahnya memang tidak seberapa, namun pihaknya berharap kepedulian ini kiranya dapat meringankan beban Pemkab TTS dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 yang saat ini mengancam kehidupan manusia secara global.

“Bantuan ini nilainya tidak seberapa, tapi semoga dapat membantu Pemda dalam upaya mencegah Covid-19 masuk ke wilayah TTS,” harap Charles.

Charles menyebutkan, bantuan yang mereka serahkan itu diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam penanganan Covid-19, juga kepada masyarakat TTS yang terdampak pandemi virus ini. Khusus untuk tenaga medis, lanjut Charlens, pihaknya membantu baju hazmat sebanyak 20 set, masker lima kotak yang masing-masing kotak berisi 20 pcs, beras dua ton dan juga cairan hand sanitizer sebanyak 20 liter dalam kemasan empat jirigen lima liter.

“Khusus untuk beras, kami akan mendistribusikan ke Pemda TTS kapan dibutuhkan. Sedangkan hand sanitizer itu bantuan dari PT. Napolo Panutan Abadi. Jadi bantuan ini kami ada beberapa rekanan yang kumpul untuk membantu Pemda TTS,” jelas Charles.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada pihak swasta yang telah peduli dengan persoalan Covid-19. Ia berharap, rasa kepedulian yang ada tidak hanya sampai disitu, melainkan terus bersama-sama untuk memerangi Covid-19, serta persoalan sosial lainnya yang terjadi di TTS.

Pasalnya, menurut Bupati, TTS tidak bisa berkembang tanpa bantuan dan sumbangsih seluruh pihak dalam berbagai hal. Maka dari itu, apapun bentuk dukungan yang diberikan, pihaknya tidak akan melihat dari besar atau kecilnya nilai sumbangan, namun yang diapresiasi adalah bentuk kepeduliannya. “Khusus untuk bantuan beras, kami minta untuk berikan DO saja, supaya kami bisa ambil sesuai dengan jumlah kebutuhan,” ungkap Bupati yang akrab disapa Epy Tahun itu.

Dana Penanganan Covid-19

Dalam kesempatan itu, Epy Tahun mengungkapkan bahwa, untuk penanganan Covid-19 di TTS, sebelumnya telah ditetapkan anggaran senilai Rp 33,5 miliar. Namun setelah pihaknya mengikuti kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat provinsi, melalui teleconference, Pemkab TTS diminta untuk mengalokasikan dana senilai Rp 159 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Karena dilakukan rasionalisasi lagi, sehingga total dana penanganan Covid-19 di TTS mencapai Rp 193 miliar lebih. Dengan dilakukannya efisiensi anggaran secara besar-besaran, maka tentu sejumlah program dan kegiatan yang telah diprogramkan sebelum dengan anggaran yang ada tentu tidak dapat dilaksanakan tahun ini,” beber Epy Tahun.

Oleh karena itu, sambung Epy Tahun, program kegiatan yang telah berkontrak, kepada para rekanan untuk segera mengejar progres pekerjaan agar dananya dapat dicairkan. Jika dana tidak dicairkan maka bisa saja ditarik pulang oleh pemerintah pusat karena merasa dana yang ada tidak dimanfaatkan.

“Jadi kejar progres kerja. Progres 10 persen juga bisa ajukan pencairan anggaran. Kalau sebelumnya tunggu sampai 30-50 persen baru ajukan pencairan. Tapi dengan kondisi seperti ini, progres 10 persen juga bisa ajukan untuk cairkan anggarannya,” ungkap Epy.

Sementara dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, Pemkab TTS juga mempercepat pencairan dan desa dan dana kelurahan. Dari 288 desa yang ada di TTS, 287 Desa telah mencairkan anggaran dan tersisa satu desa yakni Desa Mnelapetu, Kecamatan Noebana.

Meski demikian, pihaknya telah memerintahkan Dinas PMD untuk melakukan pencairan jika kelengkapan administrasi telah diselesaikan. Namun jika tidak diselesaikan, maka pihaknya akan merekomendasikannya ke pihak penegak hukum, karena dana desa tahun sebelumnya dipergunakan pihak desa untuk kepentingan pribadi dan juga sebagian diberikan ke rentenir.

Bupati Epy Tahun mengatakan, untuk penanganan Covid-19 ini, setiap desa diminta mengalokasikan senilai Rp 10 juta lebih untuk mendukung penanganan pencegahan penyebaran virus korona. (yop)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top