3 Pemuda TTU Terjatuh Dalam Sumur, Evakuasi Tunggu Tim SAR dari Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

3 Pemuda TTU Terjatuh Dalam Sumur, Evakuasi Tunggu Tim SAR dari Kupang


MENUNGGU EVAKUASI. Di sumur inilah ketiga korban, Eduwardus Abi, Deodatan Sasi, dan Emanuel Toni tercebur dan hingga berita ini di publish mereka belum dievakuasi. Menunggu Tim SAR dari Kupang yang sementara dalam perjalanan. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

3 Pemuda TTU Terjatuh Dalam Sumur, Evakuasi Tunggu Tim SAR dari Kupang


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tiga pemuda di Desa Oenenu Selatan, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terjatuh dalam sumur saat hendak menguras air di sumur milik Gregorius Amleni. Tiga pemuda ini sebelumnya dijanjikan imbalan jasa menguras sumur dengan uang senilai Rp 50.000.

Tiga remaja itu, yakni Eduwardus Abi, 20, Deodatan Sasi, 23, dan Emanuel Toni, 23. Ketiga pemuda ini merupakan warga Takin, RT 002/RW 001, Desa Oenenu Selatan, Kecamatan Bikomi Tengah.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Timor Express di lokasi kejadian menyebutkan, pada Jumat (15/5) sekira pukul 13.00 Wita pemilik sumur meminta bantuan kepada tiga pemuda desa setempat untuk menguras sumur yang terletak di belakang rumahnya menggunakan mesin penyedot air. Mereka dijanjikan imbalan senilai Rp 50.000.

Tawaran pemilik sumur ini diterima ketiga korban sehingga sore harinya, sekira pukul 15.00 Wita mulai menguras sumur hingga pukul 17.00 wita. Karena sudah sore jelang malam, atas perintah pemilik sumur, pekerjaan menguras dihentikan dan dilanjutkan pada besok harinya karena pemilik sumur harus melaksanakan tuga menjaga Posko Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan TTU.

Keesokan harinya, Sabtu (16/5), ketiga korban bersama pemilik sumur melanjutkan pekerjaan menguras sumur menggunakan masih penyedot air dengan cara mesin diikat menggunakan tali dan dimasukkan ke dalam sumur dengan kedalaman lebih kurang 18 meter.

Saat dalam proses pengurusan, korban atas nama Deodatan Sasi mengatakan gas mesin penyedot air kurang sehingga air yang keluar kurang banyak dan perlu ditambahkan gasnya. Korban atas nama Eduardus Abi lalu membuka bajunya dan masuk ke dalam sumur dengan cara berpegang pada tali dan menapak pada dinding sumur.

Saat Korban Eduardus mencapai genzet serta menaikkan gas, tiba-tiba ia terjatuh ke dalam air. Korban Deodatan yang melihat kejadian tersebut berusaha masuk ke dalam sumur degan cara berpegang pada tali untuk menyelamatkan korban Eduardus dengan cara menarik korban, akan tetapi tiba-tiba kedua korban terjatuh ke dalam air.

Melihat kedua rekannya butuh pertolongan, korban Emanuel Toni yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek berusaha menyelamatkan kedua rekannya dengan cara masuk ke dalam sumur dimana kedua korban sudah tenggelam.

Upaya penyelamatan yang dilakukan korban Emanuel kepada kedua korban pun tak berhasil. Korban Emanuel pun ikut terjatuh ke dalam sumur dan langsung berteriak meminta pertolongan sehingga masyarakat di wilayah sekitar pun langsung berdatangan.

Upaya penyelamatan yang dilakukan masyarakat terhadap korban Emanuel pun tidak membuahkan hasil meski telah tiga kali memegang tali yang digunakan masyarakat untuk menolongnya namun akhirnya terjatuh kembali.

Kapolsek Miomaffo Timur, Iptu Gustaf Steven Ndun kepada Timor Express, Sabtu (16/5) mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTU terkait peristiwa tersebut. Sesuai informasi, Tim SAR dari Kupang akan melakukan evakuasi terhadap para korban.

Menurut Gustaf, dugaan sementara para korban diduga mati lemas akibat kekurangan oksigen dan gas beracun yang ada di dalam sumur. Meskipun demikian, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut untuk memastikan apakah peristiwa tersebut murni kecelakaan ataukah ada tindak pidana di dalamnya.

Selain itu, lanjut Gustaf, pihaknya juga akan melakukan patroli secara berkala di Desa Takin sebagai langkah antisipasi apabila keluarga korban melakukan protes dan tindakan anarkis terhadap keluarga pemilik sumur.

“Tim dari Polsek Miomaffo Timur dan Polres TTU telah mendatangi TKP namun tidak bisa melakukan evakuasi karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sehingga kita sudah koordinasi dengan BPBD untuk datangkan Tim SAR,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD TTU, Yosefina Lake menuturkan, para korban diduga tewas tenggelam dalam sumur karena kemungkinan kekurangan oksigen, apalagi air sumur berbau sehingga tidak digunakan untuk kebutuhan air bersih.

Dikatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD NTT guna mendatangkan Tim SAR untuk melakukan evakuasi. Permintaan tersebut langsung direspon BPDB NTT dengan mengirimkan Tim SAR ke TKP guna kepentingan evakuasi ketiga korban. “Tim Sar sudah dalam Perjalanan datang ke TKP. Kemungkinan besar malam ini langsung evakuasi,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top