Sikka Teratas dengan 21 Kasus Positif Covid-19, Kabar Baik: 6 Orang Sembuh | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sikka Teratas dengan 21 Kasus Positif Covid-19, Kabar Baik: 6 Orang Sembuh


DIISOLASI. Seorang warga Sikka dari klaster KM Lambelu saat dijemput dari lokasi karantina terpusat di gedung Dinas Pariwisata untuk dibawa ke RSU TC Hillers Maumere guna menjalani isolasi setelah hasil swab menyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (14/5) malam lalu. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sikka Teratas dengan 21 Kasus Positif Covid-19, Kabar Baik: 6 Orang Sembuh


NTT Bertambah 12 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 Jadi 59 Orang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi NTT kembali mengumumkan hasil pemeriksaan sampel swab yang diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

Dari 46 sampel swab yang diperiksa, diketahui sebanyak 12 sampel swab terkonfirmasi positif Covid-19. Rinciannya, dari klaster KM Lambelu bertambah 9 orang positif di Kabupaten Sikka, klaster STT Jakarta dua kasus positif di Kabupaten Sumba Timur, dan kluster Sukabumi 1 orang positif di Kota Kupang.

“Dengan tambahan 12 kasus positif hari ini (16/5, Red), maka sampai dengan saat ini, total ada 59 kasus positif dari seblumnya 47 kasus. 6 sudah sembuh dan 1 meninggal,” ungkap Sekertaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur NTT, Sabtu (16/5).

Dokter Domi Mere mengatakan, dengan penambahan 12 kasus positif Covid-19 baru itu, urutan teratas dengan jumlah kasus terbanyak saat ini ditempati Kabupaten Sikka sebanyak 21 kasus dari sebelumnya 12 kasus, dimana semuanya merupakan klaster KM Lambelu. Kemudian Kota Kupang dari 14 kasus positif menjadi 15 kasus.

Rinciannya, kata drg. Domi, 4 kasus transmisi lokal, 1 pelaku perjalanan, dan 10 klaster Sukabumi. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Barat 12 kasus, dimana semuanya dari klaster Gowa. Sumba Timur dari 2 kasus menjadi 4 kasus dan semuanya klaster STT Jakarta, Kabupaten TTS 2 kasus dari klaster Magetan dan tranmisi lokal, dan Kabupaten Rote Ndao bertahan dengan 2 kasus positif. Sedangkan tiga kabupaten lainnya, masing-masing Flores Timur, Nagekeo, dan Ende juga tetap bertahan dengan satu kasus.

“Dengan semakin bertambahnya kasus baru positif, maka tentu kita memerlukan upaya-upaya yang lebih konprehensif. Kita ketahui bahwa dibeberapa tempat sudah dilakukan upaya pencegahan secara terkoordinasi di wilayah kabupaten. Upaya ini harus terus dilakukan, dan kita harapkan tidak kendor. Kegiatan-kegiatan isolasi tetap menjadi perhatian,” kata drg. Domi.

Dokter Domi tetap mengimbau seluruh masyarakat NTT agar menaati protokol kesehatan terkait Covid-19 juga imbauan pemerintah. Dengan tetap menjaga tidak ada kerumunan massa.

Penyebaran virus ini, demikian drg. Domi, dari orang ke orang sehingga pembatasan jumlah orang dalam junlah besar menjadi perhatian agar tidak terjadi transmisi lokal.

Dokter Domi juga mengingatkan untuk memperhatikan keluarga rentan, yakni mereka yang miliki degeneratif penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, dan lain-lain karena mereka yang terpapar virus ini bisa lebih parah nantinya.

“Perhatikan juga keluarga rentan lain seperti orang lanjut usia, bayi dan keluarga lainnya agar betul-betul mereka dijamin. Interaksi dengan pihak luar supaya perlu dibatasi,” tandas drg. Domi.

Kabar Baik

Dokter Domi dalam kesempatan itu juga menyampaikan sebuah kabar baik, dimana dari total 59 kasus positif itu, sudah ada 6 pasien yang dinyatakan sembuh. Rinciannya lima dari klaster Sukabumi yang selama ini dirawat di RS Bhayangkara Drs. Titus Uly, dan 1 pelaku perjalanan yang sebelumnya dirawat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

“Hari ini ada berita baik. Ada 4 orang dari klaster Sukabumi setelah dilakukan dua kali uji swab berturut-turut, hasilnya negatif Covid-19 sehingga sudah boleh pulang karena sudah sembuh,” ungkap drg. Domi dalam jumpa pers bersama Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTT, Jelamu Ardu Marius.

“Kita harapkan pada kesempatan yang akan datang dapat diikuti dengan rumah sakit lain yang saat ini juga melakukan perawatan pasien Covid-19 tersebut,” tambah drg. Domi.

Dokter Domi juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan pimpinan RS dr. TC Hillers Maumere, kondisi pasien positif yang sementara dirawat di RS tersebut semuanya dalam kondisi stabil.
“Kita berharap dengan penanganan yang baik, mereka bisa berangsur-angsur sembuh sehingga ketika kita lakukan dua kali swab lagi bisa negatif, termasuk pasien-pasien yang ada di Labuan Bajo, TTS, dan lain-lain,” ungkap drg. Domi.

Gugus Tugas Covid-19 NTT, tambah drg. Domi juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Laboratorium Biomolekular RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang untuk percepatan pemeriksaan sampel swab dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Dari hasil koordinasi ini, sambung drg. Domi, petugas di laboratorium akan melakukan pemeriksaan sampel yang frekuensinya ditambah. Tujuannya agar sampel-sampel swab dari daerah bisa diperiksa dengan cepat.

“Besok hari Minggu (17/5), setelah ibadah, petugas tetap melakukan pemeriksaan sampel swab. Tujuannya agar teman-teman di daerah bisa dapat hasil segera untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga akan bangun koordinasi lebih intens lagi, mudah-mudahan sarana transportasi lokal bisa dapat kemudahan untuk mobilisasi sampel. Kita sudah dapat informasi dari Sikka, mereka akan kirim lagi sampel swab lewat laut,” pungkas drg. Domi. (mg29/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top