Sikka Zona Merah, Bupati Instruksi Berlakukan Jam Malam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sikka Zona Merah, Bupati Instruksi Berlakukan Jam Malam


CEGAH PENYEBARAN COVID-19. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo keluarkan instruksi pemberlakukan jam malam di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sikka Zona Merah, Bupati Instruksi Berlakukan Jam Malam


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Sikka resmi masuk zona merah terpapar Covid-19 setelah pada Kamis (14/5), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT mengumumkan terdapat delapan warga setempat yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus mematikan ini. Lalu bertambah lagi empat kasus menjadi 12 kasus hingga Jumat (15/6).

Hari ini (16/5), wilayah yang dipimpin Bupati Fransiskus Roberto Diogo ini kembali mendapat tambahan 9 pasien positif Covid-19, sehingga total kasus psitif Covid-19 di Sikka menjadi 21 orang. Semuanya dari klaster KM Lambelu (Eks penumpang).

Setelah 8 kasus positif perdama, Bupati Fransiskus Roberto Diogo langsung menginstruksikan jajarannya untuk memberlakukan jam malam sejak Kamis (14/5) malam itu juga. Aktifitas masyarakat hanya sampai pada pukul 17.00 Wita.

Pemberlakuan jam malam ini dituangkan dalam Instruksi Bupati Sikka Nomor: Gugus Tugas/77/C-19/V/2020 yang intinya menyatakan bahwa, dalam rangka pencegahan perkembangan kasus Covid 19 di Provinsi NTT yang saat ini sudah masuk zona merah, khususnya di Kabupaten Sikka, maka dalam rangka pengendalian, pencegahan dan memutuskan mata rantai penyebaran covid 19, diberlakukan jam malam.

“Karena NTT sudah masuk zona merah termasuk Kabupaten Sikka, maka untuk melakukan pencegahan, pengendalian dan memutus mata rantai penyebarannya Covid-19, maka diberlakukan jam malam,” tegas Bupati yang akrab disapa Robi kepada pers di Maumere, Jumat (15/5) pagi.

BACA JUGA: Sikka Teratas dengan 21 Kasus Positif Covid-19, Kabar Baik: 6 Orang Sembuh

Robi menambahkan, segala hal yang berkaiatan dengan mobilisasi masa harus dihentikan temasuk dalam kegiatan ibadah. Robi juga mengimbau untuk kegiatan ibadah dapat dilakukan secara individu di rumah masing-masing dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan.

“Dengan berlakunya jam malam, maka semua aktivitas yang berkaitan dengan mobilisasi masa termasuk dalam hal ibadah dihentikan. Ibadah bisa dilakukan di rumah masing-masing,” tandas Robi.

Semua kios, toko, rumah makan, pasar, restoran, lanjut Robi harus ditutup pada pukul 17.00 Wita. “Khusus untuk usaha makan minum tidak diperkenankan untuk melayani pelanggan makan ditempat,” katanya.

Robi kembali menegaskan bahwa, pemerintah juga tidak perkenankan masyarakat untuk melaksanakan acara pernikahan, kumpul keluarga, arisan baik di rumah maupun di tempat umum.

“Saya minta seluruh pimpinan perangkat daerah, camat, lurah dan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan untuk mematuhi instruksi ini,” pungkas Robi. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top