UPDATE COVID-19 NTT: Tambah 9 Kasus Baru dari Manggarai, Sikka dan Sumba Timur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

UPDATE COVID-19 NTT: Tambah 9 Kasus Baru dari Manggarai, Sikka dan Sumba Timur


KETERANGAN PERS. Kadis Kesehatan NTT, drg. Dominikus Minggu Mere dan Jubir Covid-19 NTT, Jelamu Ardu Marius saat mengumumkan perkembangan penanganan covid-19 di NTT, Minggu (17/5). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

UPDATE COVID-19 NTT: Tambah 9 Kasus Baru dari Manggarai, Sikka dan Sumba Timur


Sikka Tembus 26 Kasus, Manggarai Masuk Zona Merah Baru

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Provinsi NTT melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), kembali mengumumkan hasil pemeriksaan spesimen swab yang telah diperiksa pada Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Minggu (17/5).

Sebagaimana biasa, penyampaian perkembangan terkini penanganan Covid-19 di NTT dilakukan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes dan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius.

Dokter Domi saat menyampaikan informasi terkini di Ruang Biro Humas Setda NTT, Minggu (17/5) menyebutkan, tim analisis dari Laboratorium Biomolekuler RSUD WZ Johannes telah memeriksa sejumlah spesimen swab pada hari ini, dan hasilnya terdapat 9 spesimen yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut drg. Domi, jika kemarin jumlah kasus di NTT mencapai 59 orang, hari ini bertambah lagi 9 kasus baru sehingga secara total jumlah positif Covid-19 menjadi 68 orang. Dari jumlah ini, lanjut drg. Domi, sebanyak 6 orang sudah sembuh, dan 1 pasien meninggal.

Dokter Domi menyebutkan, dari tambahan 9 kasus baru hari ini, 5 kasus positif merupakan sampek rujukan dari Kabupaten Sikka dan berasal dari klaster Gowa, 3 sampel positif dari Kabupaten Sumba Timur klaster STT Sangkakala Jakarta, dan 1 kasus baru dari Kabupaten Manggarai, klaster Gowa.

“Kabupaten Manggarai merupakan kabupaten baru di NTT yang terpapar Covid-19,” ungkap drg. Domi Mere saat mengumumkan perkembangan Covid-19 di NTT, siang tadi (17/5).

Dengan hasil ini, kata drg. Domi, persebaran kasus positif ini sudah menjangkau 10 kabupaten/kota di NTT. Rinciannya, Kabupaten Sikka diurutan teratas kasus tertinggi dengan 26 kasus (bertambah 5 kasus), Kota Kupang dengan 15 Kasus (6 sembuh, 1 meninggal), Kabupaten Manggarai Barat 12 kasus, Kabupaten Sumba Timur 7 kasus (tambah 4 kasus), Rote Ndao (2 kasus), dan TTS (2 kasus). Sedangkan Kabupaten Flores Timur, Nagekeo, Ende, dan Manggarai masing-masing mencatatkan 1 kasus.

Sementara untuk persebaran secara klaster, demikian drg. Domi, klaster KM Lambelu tercatat 23 kasus, klaster Gowa (19 kasus), klsster Sukabumi (10 kasus), klaster STT Sangkakala Jakarta (7 kasus), transmisi lokal (4 kasus), klaster Magetan (2 kasus), kluster Papua (2 kasus), dan klaster Yogyakarta (1 kasus).

Dokter Domi menjelaskan, pemerintah secara terus menerus berkomitmen untuk mempercepat informasi yang berkaitan dengan kepastian tentang rujukan spesimen swab dari daerah untuk pemeriksaan.

“Walau hari ini hari libur, teman-teman petugas laboratorium tetap bertugas sebagaimana biasa karena kita ingin agar seluruh sampel swab yg dikirim segera diperiksa secepatnya, dan kita informasikan kembali secepatnya ke Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota agar bisa mengambil langkah-langkah untuk segera lakukan tracing dan langkah epidemilogi di daerah,” ungkap drg. Domi.

Dokter Domi menyebutkan, dengan semakin cepat hasil pemeriksaan disampaikan, proses trracing bisa cepat pula dilakukan agar segera diketahui para pihak yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. “Tujuan kita adalah berusaha membatasi ruang gerak penyakit ini agar semua bisa tertangani dengan baik,” urai drg. Domi.

Dokter Domi menambahkan, besok (18/5), pihaknya akan kembali menginformasikan seberapa banyak sampel swab yang telah dikirim ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslibangkes) Kemenkes di Jakarta. “Kita akan sampaikan secara tranparan untuk diketahui seberapa banyak hasil dari proses pemeriksaan sampel itu,” pungkas drg. Domi. (mg29/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top