Merasa Nama Baik Dicemarkan, Ray Fernandes dan Istri Polisikan Alfred Baun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Ray Fernandes dan Istri Polisikan Alfred Baun


Robertus Salu, Kuasa Hukum Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Kristina Muki membuat laporan Polisi atas dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan Araksi, Selasa (19/5). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Ray Fernandes dan Istri Polisikan Alfred Baun


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes bersama istrinya, Kristina Muki melaporkan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi), Alfred Baun ke Polres TTU, Selasa (19/5).

Laporan Raymundus Sau Fernandes untuk kali kedua dalam kasus berbeda ini dilakukan kuasa hukumnya, Robertus Salu. Laporan itu telah diterima Polres TTU melalui laporan Polisi Nomor: LP/171/V/2020/NTT/RES TTU atas dugaan tindak pidana pengaduan palsu dan pencemaran nama baik.

Robertus Salu, Kuasa Hukum Raymundus Sau Fernandes dan Kristina Muki kepada Timor Express, di Kefamenanu, Selasa (19/5) mengatakan, pihaknya melaporkan Alfred Baun dalam kasus dugaan tindak pidana pengaduan palsu dan pencemaran nama baik. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 210 dan 317 KUHP dan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (1) dan Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.

Menurut Robertus, kliennya yang menjabat sebagai Bupati TTU dalam pengelolaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2007 senilai Rp 47,5 miliar sebagaimana laporan Araksi ke Polda NTT hanya sebatas pada tataran pembahasan kebijakan antara DPRD dan Pemerintah. Raymundus, kata Robertus, tidak pernah terlibat dalam hal pengelolaan DAK sebagaimana laporan Araksi dimaksud.

“Pengelola DAK itu Kuasa Pengguna Anggaran adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTU yang juga Pengguna Anggaran. Dan terhadap kasusnya sudah dilakukan SP3 oleh Kejari TTU saat itu,” rutur Robertus.

Terkait keterlibatan Kristiana Muki dalam laporan itu, menurut Robertus, tuduhan Araksi itu sangat aneh. Pasalnya saat itu kliennya ketika tahun 2007 menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK TTU yang tentunya secara prosedur dan secara hukum sama sekali tidak terlibat dalam pembahasan dan pengelolaan DAK apalagi ikut mengerjakan Proyek seperti tuduhan Araksi.

Meski demikian, kata Robertus, pihaknya menghormati laporan polisi oleh Araksi, namun laporan itu juga harus diuji secara hukum apakah laporan tersebut berdasar atau hanya mau mengada-gada dan terkesan mengambinghitamkan kliennya.

BACA JUGA: Merasa Dihina, Bupati TTU Polisikan Dua Anggota DPRD

Dijelaskan, walapun dalam pemberitaan dengan sumber Araksi selalu menggunakan kata dugaan, dalam mengemas isi berita, tetapi secara hukum kata dugaan itu sebenarnya sudah menuduh orang sebagai tersangka. Sebab tersangka menurut pasal 1 angka angka 14 KUHAP adalah orang yang berdasarkan bukti permulaan yang cukup diduga sebagai pelaku tindak pidana. Jadi bahasa dugaan dalam pemberitaan itu juga tidak menghilangkan inti pencemaran nama baik terhadap kliennya.

BACA JUGA: Yasintus Bantah Hina Bupati TTU, Hilarius: Tunjukkan Bukti

“Kami menganggap bahwa laporan dari Araksi itu tidak berdasar dan terkesan mengada-ada dan ada muatan politis. Terhadap klien kami merasa telah dirugikan nama baik dan kehormatan sehinggah dalam waktu dekat Kami selaku kuasa hukum akan berkoordinasi dengan klien kami guna melayangkan gugatan secara keperdataan terhadap Araksi atas dugaan tindakan perbuatan melawan hhukum,” tegasnya.

BACA JUGA: Bupati TTU Jalani Pemeriksaan Polisi Terkait Laporan Dugaan Penghinaan

Sementara, Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas ketika dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (19/5) membenarkan adanya laporan polisi Raymundus Sau Fernandes bersama istrinya, Kristina Muki terhadap Araksi NTT melalui kuasa hukumnya.

Dikatakan, penyidik telah menerima laporan polisi tersebut dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pihaknya juga akan menjadwalkan untuk memanggil para pihak guna dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

Terpisah, Ketua Araksi NTT, Alfred Baun ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler, Selasa (19/5) mengatakan, pihaknya menghargai langkah hukum yang ditempuh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes bersama istrinya, Kristina Muki.

Menurut Alfred, pihaknya bersedia memberikan keterangan kepada pihak penyidik di Polres TTU apabila dipangil untuk dimintai keterangan dalam kasus yang dilaporkan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes bersama istrinya, Kristina Muki.

Alfred menambahkan, sebelumnya ia telah bertemu tim kuasa hukum dari Raymundus Sau Fernandes bersama Kristina Muki di Polda NTT, saat melaporkan kasus yang sama. Namun oleh Unit ITE Polda NTT menolak lantaran tuduhan yang dilakukan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Saya sudah bertemu Tim Kuasa Hukum dari Bupati TTU dan istrinya di Polda NTT namun laporan polisi itu ditolak dengan pertimbangan apa yang disampaikan Araksi NTT itu benar ada, dan sementara ditindaklanjuti di Polda NTT tapi kemudian ada laporan di Polres TTU kita hargai. Pada prinsipnya apabila ada panggilan maka kita akan hadir untuk memberikan klarifikasi,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top