Pasien Covid-19 di Manggarai Tak Diisolasi di RS, Ini Alasannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasien Covid-19 di Manggarai Tak Diisolasi di RS, Ini Alasannya


Jubir Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Manggarai, Lody Moa. (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pasien Covid-19 di Manggarai Tak Diisolasi di RS, Ini Alasannya


RUTENG, TIMEXKUPANG.Com-Kabupaten Manggarai akhirnya berstatus sebagai zona merah. Salah seorang warganya dinyatakan terpapar virus korona (Covid-19) melalui hasil pemeriksaan spesimen swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, yang diumumkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTT, Minggu (17/5).

Walau berstatus positif Covid-19, pasien berinisial KFJ, 29, tidak rawat di Rumah Sakit (RS), baik di RSUD Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) sebagai RS rujukan Covid-19, maupun RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Tapi dirawat di lokasi karantina terpusat, wisma atlet Stadion Golo Dukal, Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

“Pasien yang positif Covid-19 ini tidak rawat di rumah sakit, tapi tetap dirawat di tempat karantina wisma atlet Stadion Golo Dukal, Ruteng,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa, kepada TIMEXKUPANG.com, di Ruteng, kemarin (18/5).

Menurut Lody, pasien psotif itu tidak dirujuk atau dirawat di RSUD, dengan alasan sang pasien dalam kondisi baik. Keputusan ini, kata Lody, diambil dengan mempertimbangkan hasil pertemuan bersama sejumlah dokter, termasuk dokter ahli penyakit dalam. “Jadi tetap rawat di wisma atlet Stadion Golo Dukal, dengan pengawasan ketat dan tetap mendapat pelayanan medis sesuai protokol kesehatan,” jelas Lody.

“Kalau nanti di rumah sakit, dia pasti hanya dikasih vitamin. Karena kondisi pasien ini tampak sehat-sehat saja,” sambung Lody.

Pertimbangan lain, lanjut Lody, untuk menghindari kontak dengan pasien lain di RSUD dr. Ben Mboi. Saat ini juga RSUD dr. Ben Mboi, sedang merawat satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Manggarai Timur. Sementara PDP asal Mabar yang dirawat di RSUD dr. Ben Mboi, juga sudah sembuh.

Lody menjelaskan, pasien KFJ merupakan satu dari dua warga berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sudah sebulan menjalani karantina di wisma atlet Stadion Golo Dukal. KFJ ini, kata Lody, merupakan pekerja dari seorang majikan yang juga sedang dalam masa karantina di wisma atlet. Majikan ini merupakan salah satu peserta tablig akbar Ijtima Ulama Dunia Zona Asia di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan yang juga sementara ditunggu hasil test swab-nya.

“Majikanya seorang pedagang dari klaster Gowa, dan pasien KFJ ini bekerja di majikan tersebut sebagai pembantu. Jadi ada 4 sampel swab yang kirim ke laboratorium di Kupang, dan satunya sudah ada hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19,” beber Lody.

Lody menambahkan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Manggarai, telah melakukan tracing (pelacakan) riwayat dengan siapa-siapa saja OTG yg terkonfirmasi positif tersebut pernah melakukan interaksi sosial. Baik fisik maupun perjalanan. Semua daftar kontak akan dilakukan rapid test.

Lody juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Manggarai untuk selalu waspada, disiplin dan mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya selalu memakai masker dimanapun berada, rajin mencuci tangan pakai sabun, membatasi aktifitas yang tidak perlu di luar rumah, tidak berkerumun, serta berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang. Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manggarai, tetap bekerja secara profesional untuk mengendalikan transmisi Covid-19 agar tidak meluas. Juga memastikan masyarakat terlindungi serta aman dari penyebaran Covid-19,” pungkas Lody. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top