BPBD Malaka: Benenain Meluap Akibat Tanggul Jebol | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPBD Malaka: Benenain Meluap Akibat Tanggul Jebol


TANGGUL JEBOL. Banjir Sungai Benenain yang merendam sebagian wilayah di Kabupaten Malaka, Jumat (22/5). (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

BPBD Malaka: Benenain Meluap Akibat Tanggul Jebol


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka, Drs. Gabriel Seran, M.M, mengatakan, banjir Sungai Benenain yang meluap dan merendam permukiman warga diakibatkan oleh jebolnya tanggul. Akibat jebolnya tanggul ini membuat aliran sungai Motadelek meninggi berkisar antara 30 – 50cm sehingga air meluap ke permukiman.

Gabriel menyebutkan, tanggul yang jebol berdasarkan hasil pemantauan bersama Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, terdapat dua tanggul yang jebol, yakni di Suaker Laran, Desa Halibasar, dan satunya di Desa Rabasa. Jebolnya dua tanggul ini berdampak langsung pada tiga desa, yakni Desa Halibasar, Kecamatan Wewiku, Desa Rabasa dan Rabasa Haerain di Kecamatan malaka Barat.

Di Desa Halibasar, kata Gabriel, ada dua dusun yang terendam, yaitu, Dusun Sukaer Laran 10 kk (36 jiwa), lalu Dusun Labibasar A ada 3 kk (13 jiwa). Sedangkan untuk Desa Rabasa ada 4 dusun yang dihuni 205 kk atau 763 jiwa yang terkena dampak.

“Yang terdampak berat ada dua desa, yaitu Rabasa dan Rabasa Haerain. Tadi Pak Bupati sudah lihat dan langsung perintakan Dinas PUPR untuk turunkan alat berat untuk perbaiki,” ungkap Gabriel saat dihubungi TIMEXKUPANG.com, Jumat (22/5).

BACA JUGA: Hujan Guyur Malaka Sejak Dinihari, Benenain Meluap, 4 Kecamatan Terendam

Dengan kondisi ini, Gabriel mengimbau masyarakat yang bermukim di aliran sungai Benenain dan Motadelek untuk selalu waspada apabila cuaca buruk dengan intensitas curah hujan tinggi. “Kalau kondisinya tidak mengizinkan keluar dari lokasi tersebut,” pesannya.

Warga Halibasar, Kecamatan Wewiku, Lusianus Manek kepada Timor Express menjelaskan, meluapnya air di Sungai Motadelek itu terjadi pada Jumat (22/5) sekira pukul 02:00 wita dini hari.

Luapan banjir itu, kata Lusianus mengagetkan warga setempat pasalnya datang disaat dinihari, dan dibeberapa tempat tinggi genangan air sampai pinggang orang dewasa.

Lusianus mengaku, walaupun tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun hasil pertanian dan ternak peliharaan seperti ayam dan kambing banyak yang terbawa air banjir.

Selain itu banyak rumah warga yang terendam banjir, sehinga mereka selama satu hari tidak masak dan ditanggung makannya oleh Kepala Desa setempat. “Sementara kita diberi makan oleh kepala desa, karena semua dapur terendam banjir,” ucapnya. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top