Hilal Tak Terlihat di Kupang, Begini Penjelasan BMKG dan Kanwil Kemenag NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hilal Tak Terlihat di Kupang, Begini Penjelasan BMKG dan Kanwil Kemenag NTT


PANTAU HILAL. Jajaran Kanwil Kemenag NTT, Pengadilan Agama Kupang dan BMKG Kupang sementara memantau hilal penentuan 1 Syawal 1441 H, di Rooftop Aston Hotel lantai 18, Kelurahan Kelapa Lima, Jumat (22/5). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Hilal Tak Terlihat di Kupang, Begini Penjelasan BMKG dan Kanwil Kemenag NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemantauan Rukyatul Hilal guna menentukan 1 Syawal 1441 Hijriah oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTT bekerjasama dengan BMKG Kupang berlangsung di Rooftop Aston Hotel lantai 18, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Jumat (22/5). Hasil pemantauan yang dilakukan sekira pukul 14.30 Wita, hilal tidak terlihat.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Kupang Sholakhudin Noor Falah menyatakan bahwa berdasarkan hitungan BMKG Kupang, hilal masih berada dibawah ufuk. Matahari tenggelam pada pukul 17.30 Wita. Sementara bulan tenggelam pukul 17.15 Wita. “Jadi bisa dikatakan bahwa Hilal belum bisa terlihat,” jelasnya saat ditemui disela-sela kegiatan pemantauan Hilal di Aston Hotel Kupang, Jumat (22/5) petang.

Menurutnya, hasil ini menyatakan bulan Ramadan 1441 H, baru masuk pada 29 Ramadan sehingga mesti digenapkan menjadi 30 Ramadan. Oleh sebab itu, 1 Syawal 1441 H, jatuh pada Minggu (24/5).

“Tapi kita masih tetap mengacu pada putusan sidang Isbat di Jakarta,” ungkapnya.

Pasalnya, konjungsi pertemuan antara matahari dan bulan terjadi pada pukul 01.38 Wita dinihari, Sabtu (23/5). Pada saat terjadi konjungsi itu maka matahari akan tenggelam pukul 17.30 Wita dan hilal tenggelam pukul 18.00 Wita.

Kepala Kanwil Kemenag NTT, Sarman Marselinus, melalui Kabag Tata Usaha, Husen Manuk, mengatakan pada prinsipnya tetap mengikuti hasil sidang Isbat yang dilaksanakan di Kantor Kemenag Jakarta.

“Kami atas nama pimpinan menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik demi suksesnya pemantauan Rukyatul Hilal penentuan 1 Syawal 1441 Hijriah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 Hijriah pada Minggu 24 Mei 2020

Kepala Bidang (Kabid) Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag NTT, H. Husen Anwar, mengatakan pemantauan hilal untuk menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah dilakukan Kemenag Provinsi NTT bekerjasama dengan BMKG Kupang. Dari hasil pantauan posisi hilal masih di bawah ufuk sehingga tidak terlihat.

“Kami akan laporkan ke Jakarta terkait hasil kami saat pantauan Rukyatul Hilal ini,” ungkapnya.

Pada prinsipnya, penentuan 1 Syawal 1441 Hijriah, masih menunggu sidang Isbat. Ada dua metode yang dipakai dalam agama Islam untuk menentukan 1 Syawal, yakni melalui Rukyatul Hilal dan Hisab (perhitungan). Hilal tidak terlihat bukan karena kondisi cuaca tetapi memang belum waktunya hilal terlihat. Sehingga harus digenapkan menjadi 30 hari.

“Kami selaku lembaga yang bertanggungjawab dalam kegiatan pemantauan Rukyatul Hilal dalam menentukan 1 Syawal 1441 Hijriah mengimbau kepada umat Islam di NTT untuk menunggu hasil dari sidang Isbat,” katanya.

Menurutnya, jika 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada Minggu (24/5), maka tetap komitmen dengan ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan juga protokol kesehatan. Dimana menghendaki agar umat Islam melaksanakan ibadah Salat Id 1441 Hijriah di rumah saja. Tidak di lapangan dan tidak di Masjid. Tetap laksanakan di rumah dan selalu tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami berharap tidak ada kelompok umat yang melaksanakan ibadah Salat Id di rumah ibadah (Masjid) atau di lapangan,” jelas H. Husen usai pemantauan yang juga dihadiri sejumlah pejabat teras Kanwil Kemenag NTT, Ketua Pengadilan Agama Kupang, Rasyid Muzhar beserta jajarannya. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top