Hujan Guyur Malaka Sejak Dinihari, Benenain Meluap, 4 Kecamatan Terendam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hujan Guyur Malaka Sejak Dinihari, Benenain Meluap, 4 Kecamatan Terendam


TERGENANG. Rumah warga di Kabupaten Malaka terendam banjir akibat meluapnya sungai Benenain, Jumat (22/5). (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Hujan Guyur Malaka Sejak Dinihari, Benenain Meluap, 4 Kecamatan Terendam


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Terpaan bencana alam di Kabupaten Malaka kembali terjadi. Sebelumnya kabupaten bungsu di NTT ini diterpa angin puting beliung kemudian banjir rob akibat meluapnya air laut di Pantai Motadikin, pada April 2020 lalu.

Kini kembali bencana banjir menggenangi area permukiman di empat wilayah kecamatan. Diantaranya Kecamatan Malaka Tengah, Weliman, Malaka Barat, juga di Kecamatan Wewiku. Ratusan rumah penduduk ini tergenang akibat meluapnya banjir Sungai Benenain dan Motadelek.

Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malaka sejak Jumat (22/5) dinihari tadi sekira pukul 02.00 Wita membuat salah satu sungai terbesar di Pulau Timor ini meluap termasuk anak sungai Motadelek.

Pantauan Timor Express dilokasi kejadian, luapan banjir merendam pemukiman warga dan perkebunan. Puluhan ternak peliharaan warga ikut terbawa arus air, seperti di wilayah Aintasi, Malaka Barat dan Wewiku.

BACA JUGA: BMKG Keluarkan Peringatan, Beberapa Daerah Ini Berpotensi Cuaca Buruk

Bencana ini mendapat perhatian orang nomor satu di Malaka. Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, turun langsung ke lokasi bencana, memantau keadaan warga dan langsung mengambil sejumlah langkah penanganan.

Bupati Stef memerintahkan Kepala Dinas PUPR Malaka untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol yang menyebabkan banjir meluap ke permukiman warga. Bupati juga memerintahkan Camat dan Kepala Desa wilayah terdampak untuk memantau wilayahnya masing-masing.

BACA JUGA: Banjir Rob, Fasilitas Obyek Wisata Pantai Motadikin Rusak

Stefanus Bria Seran, saat ditemui Timor Express, di kediamannya, Jumat (22/5), mengatakan, curah hujan di wilayah Malaka saat ini cukup tinggi. Terkadang sepanjang hari hujan sehingga mengakibatkan meluapnya sungai Benenain, juga anak-anak sungai lain seperti Motadelek serta sungai kecil lainnya.

Untuk itu, lanjut, dr. Stef, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui perangkat daerah diminta untuk siaga memantau tanggul-tanggul demi antisipasi agar tidak terjadi jebol lagi.

BACA JUGA: Puting Beliung Landa Malaka, Puluhan Rumah Warga Dua Desa Rusak Parah

Menurut dr. Stef, untuk kondisi saat ini, semuanya masih terkendali, kecuali tadi pagi di Desa Halibasar, Kecamatan Wewiku, dan sekitarnya terjadi luapan banjir melebihi kapasitas aliran sungainya. “Ada dua titik tanggul yang jebol dan kami sudah lihat dan sudah gerakkan alat berat untuk dikerjakan. Dua tanggul yang jebol itu mengakibatkan meluapnya Sungai Motadelek,” ungkap dr. Stef.

Bupati dr. Stef mengatakan, dengan kondisi ini, ia meminta perangkatnya untuk memahami benar cara mengatasi banjir. Ada dua cara penanganan, yaitu cari sebabnya, dan ini tugasnya Dinas PUPR dan terkait dampak dari banjir ini tugasnya Dinas Sosial dan Bagian Bencana serta tim Kesehatan untuk mengangani masyarakat yang terkena dampaknya.

Bupati menambahkan, sebelumnya, ia mendapat laporan bahwa akibat hujan deras yang mengguyur Malaka beberapa hari terakhir, sejumlah rumah penduduk tergenang. Setelah dicek, ternyata karena tergenang air hujan, dimana didalam perkampungan itu tidak ada saluran drainase yang bagus. Bukan karena luapan Sungai Benenain.

Untuk itu, lanjut dr. Stef, dirinya sudah memerintahkan Camat dan Kepala Desa setempat untuk bergotong royong bersama masyarakat membersihkan saluran-saluran drainase supaya ketika hujan airnya tidak menggenangi permukiman warga.

“Saya sudah bagi tugas, jika permukiman warga tergenang air banjir, itu tugas pemerintah kabupaten. Namun jika genangan akibat air hujan, maka tugas kepala desa dan masyarakat bergotong royong memperbaiki atau mengerjakan secara darurat sehinga tidak menimbulkan dampak lebih lanjut bagi masyarakat. Hujan tinggi maka air banyak, mungkin saluran tidak ada atau saluran tersumbat. Untuk itu peran serta masyarakat didalam menjaga situasi seperti ini sangat diharapkan,” pungkasnya. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top