Kabar Gembira dari Matim, Semua Spesimen Swab Negatif Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kabar Gembira dari Matim, Semua Spesimen Swab Negatif Covid-19


Kadis Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip. (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kabar Gembira dari Matim, Semua Spesimen Swab Negatif Covid-19


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengirim sebanyak dua sampel spesimen swab ke Kupang, untuk uji di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes. Bersyukur, hasilnya sudah diterima dan tidak ada yang terpapar Covid-19 alias negatif.

“Swab yang kita kirim dari Matim, totalnya ada dua sampel. Semuanya sudah dicek di Laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes. Hasilnya, semua negatif,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip, kepada TIMEXKUPANG.com melalui HP, Kamis (21/5) malam.

Dokter Tintin menjelaskan, dua swab itu masing-masing dari satu PDP yang di rujuk dan rawat ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai. Spesimen swab PDP ini dikirim pada Minggu (17/5) lalu. Satu swab lainnya dari pasien ODP yang selama ini dikarantina di shelter gedung RSUD Borong, Kabupaten Matim.

“Untuk swab dari ODP ini, dikirim pada Rabu (6/5) lalu. Meski hasil swabnya sudah keluar dan negatif, pasien ini kita tetap isolasi. Pasienya selama ini dikarantina di shelter gedung RSUD Borong. Sebelum swabnya di ambil, kita lakukan rapid tes dua kali dan hasilnya reaktif. Tapi bersyukur, hasil swabnya negatif,” kata dr. Tintin.

Sementara uuntuk PDP yang rawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, kata dr. Tintin, juga pernah dilakukan rapid test. Dimana hasil rapid test pertama reaktif samar. Setelah diulang kali ke-2, hasilnya non reaktif. Tapi karena rapid test yang dilakukan, sangat diragukan, maka diputuskan untuk ambil swab dan bersyukur hasilnya negatif.

“Untuk PDP ini, dari gejala klinis penyakit memburuk dan mirip gejala Covid-19. Pengambilan swab untuk PDP ini juga sudah sesuai protap Kementerian Kesehatan,” jelas dr. Tintin.

Sementara itu, lanjut dr. Tintin, jumlah pelaku perjalanan dari daerah terpapar Covid-19 ke Kabupaten Matim hingga keadaan 16 Mei 2020, sebanyak 2.563. Jumlah ini, lanjutnya, tersebar di 9 wilayah kecamatan. Sedangkan total ODP di Matim sebanyak 76 orang. Dari jumlah itu, yang rawat di shelter RSUD Borong selama ini sebanyak 37 orang. “Lainya isolasi mandiri di desa,” sebut dr. Tintin.

Dokter Tintin merincikan, dari 37 ODP yang dirawat di shelter itu, sebanyak 35 orang sudah sembuh dan pulang ke rumah masing-masing. Tentu sembuh karena selama status ODP, mengalami gejala demam, panas tinggi, pilek dan batuk. Mereka pulang juga setelah hasil rapid test selama tiga kali dinyatakan negatif.

Sehingga seluruh ODP yang dinyatakan selesai pemantauan berjumlah 73 orang. Sisanya 3 orang, dimana dua ODP yang di isolasi di shelter RSUD Borong di Lehong, dan satunya isolasi mandiri di desa. Untuk total orang tanpa gejala (OTG) di Matim sebanyak dua orang. Selama ini, dua OTG karantina di shelter, dan kini sudah selesai masa pemantauan.

Terkait pelayanan rapid test di Kabupaten Matim, kata dr. Tintin, tidak dilayani untuk umum. Mengingat jumlah alat rapid test sangat terbatas. Kata dia, rapid test di Matim hanya untuk melayanani pasien. Bahkan alat rapid test hanya disiapkan di shelter RSUD Borong.

“Untuk puskesmas belum ada. Kita di Matim tidak ada pelayanan rapid test untuk masyarakat umum. Kita hanya uji rapid test bagi pasien yang ODP, ODP, dan OTG. Peralatan kita terbatas. Sehingga kalau masyarakat umum mau melakukan rapid test untuk kepentingan perjalanan ke luar daerah, kita belum bisa layani. Kalau pun ada di sejumlah rumah sakit, pasti bayar. Karena alatnya sangat mahal,” urai dr. Tintin.

Dokter Tintin menambahkan, jika masyarakat merasa rapid test ini mahal, maka sebaiknya jangan dulu pergi ke luar daerah. Ia juga meminta masyarakat tetap mengikuti berbagai protokol yang dikeluarkan pemerintah guna mencegah dan menghindari diri dari paparan Covid-19. Hal-hal yang harus dilakukan, yakni menjaga pola hidup sehat dan bersih, tetap tinggal di rumah dan jika terpaksa harus keluar rumah, maka wajib menggunakan masker.

“Cara pencegahan Covid-19 yang paling mudah, yaitu masyarakat harus tetap tinggal di rumah, kemudian melakukan social distancing dan physical distancing, mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir. Jangan lupa tetap berolahraga, menjaga pola makan dan istirahat cukup,” imbaunya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top