Kasus Positif di Jatim Naik, Kesadaran Masyarakat Justru Turun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Positif di Jatim Naik, Kesadaran Masyarakat Justru Turun


KECEWA. Henry Sulfianto, relawan Covid-19 asal Bangil, Jawa Timur menggelar aksi demo tunggal untuk menyoroti rendahnya kesadaran warga dalam mematuhi protokol. (FOTO: IWAN ANDRIK/JAWA POS RADAR BROMO)

NASIONAL

Kasus Positif di Jatim Naik, Kesadaran Masyarakat Justru Turun


SURABAYA, TIMEXKUPANG.com-Jumlah pasien positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Jatim terus bertambah. Bahkan, kemarin (21/5) lonjakan tambahan penyandang virus korona begitu drastis. Mencapai 502 pasien.

Namun, di tengah persebaran yang cukup masif, ada yang masih ironis. Tingkat kepatuhan publik di berbagai daerah di Jatim terhadap protokol pencegahan Covid-19 cenderung menurun. Terutama menjelang masa Lebaran.

Situasi ini membuat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jatim Khofifah Indar Parawansa begitu resah. Dia meminta agar pemangku kebijakan di kabupaten/kota untuk lebih ketat dalam menerapkan social maupun physical distancing. ”Standar protokol pencegahan virus harus ditegakkan,” katanya kemarin (21/5).

Jelang memasuki Lebaran, kesadaran warga untuk mematuhi social-physical distancing memang terlihat menurun. Perilaku itu juga dilakukan pasien yang terindikasi terjangkit virus.

Yang cukup kasatmata adalah penumpukan massa di pusat-pusat keramaian maupun area publik. Salah satunya adalah saat pembagian bantuan sosial di sejumlah kantor. Misalnya, di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ratusan warga penerima bantuan mengantre untuk mendapat giliran.

Situasi sama terjadi di Ponorogo. Bahkan, sejumlah ruas jalan di wilayah pusat kota di kabupaten itu kembali ditutup. ”Ini untuk menyikapi bertambahnya aktivitas masyarakat jelang Lebaran,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo Iptu Agus Syaiful Bahri.

Kepala Dinas Perhubungan Ponorogo Djunaedi mengatakan, penutupan ruas jalan berlaku sementara waktu. Namun, tidak tertutup kemungkinan diperpanjang jika aktivitas masyarakat masih padat dan tidak mengindahkan physical distancing. ”Dievaluasi perkembangannya’’ tuturnya.

Demikian juga di Kota Mojokerto. Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto menegaskan, setiap hari sebenarnya sudah dilakukan imbauan oleh petugas untuk menerapkan protokol kesehatan. ’’Tak henti-hentinya kami mengimbau untuk melakukan,’’ ungkapnya.

Di wilayah Banyuwangi, kepadatan juga terlihat di pusat-pusat keramaian. Terutama pasar tradisional. Situasi sama terjadi di berbagai daerah lainnya.

Rendahnya kesadaran juga terjadi pada mereka yang terindikasi terjangkit Covid-19. Misalnya di Jombang. Satu di antara tiga pedagang Pasar Ploso yang hasil rapid test-nya reaktif ternyata tak mengindahkan saran petugas. Berdasar video yang beredar, dia tetap berjualan meski ada petugas yang tiba di lokasi dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

’’Akhirnya petugas datang ke sana. Kami sampaikan apakah mau pulang sendiri atau dijemput polisi. Akhirnya pulang sendiri,’’ kata Camat Ploso Suwignyo. (riq/ori/rio/ram/abi/fid/bin/naz/sat/one/mie/c10/ris/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top