Pasien Asal SoE Meninggal Saat Dirujuk ke Kupang, Dimakamkan di TPU Fatukoa dengan Protokol Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasien Asal SoE Meninggal Saat Dirujuk ke Kupang, Dimakamkan di TPU Fatukoa dengan Protokol Covid-19


Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun. (FOTO: Yopi Tapenu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pasien Asal SoE Meninggal Saat Dirujuk ke Kupang, Dimakamkan di TPU Fatukoa dengan Protokol Covid-19


SOE, TIMEXKUPANG.com-Seorang ibu asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berinisial YM, dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan dari SoE menuju Kota Kupang saat hendak dirujuk ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes, Selasa (26/5) malam.

Ibu tersebut ditangani secara protokoler Covid-19 karena sebelum dirujuk, oleh tim medis RSUD SoE dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif.

Sayangnya, dalam perjalanan, ibu YM menghembuskan napas terakhir. Petugas kesehatan yang membawa ibu ini terus meneruskan perjalanan ke Kupang dan dilakukan proses pemakaman dengan prosedur Covid-19. Jasad ibu YM langsung dikebumikan Selasa (26/5) malam di TPU Fatukoa Kota Kupang oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 NTT. Ibu YM ini masuk RSUD SoE pada Senin (25/5) dinihari dengan keluhan stroke.

“Karena almarhumah saat dilakukan rapid test reaktif, sehingga ditangani secara protokoler Covid-19. Tapi almarhum bukan pasien Covid-19, karena awal almarhum masuk ke rumah sakit dengan pengeluhan stroke,” ungkap Ketua Satuan Tugas Covid-19 TTS, Egusem Pieter Tahun yang juga Bupati TTS, saat dikonfirmasi wartawan di kantor Bupati TTS, Rabu (27/5).

Egusem menyebutkan, almarhum YM merupakan warga Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Kota SoE itu, bukan pasien Covid-19, hanya saja saat dilakukan rapid test, hasilnya reaktif. Namun belum dapat dipastikan, apakah reaktif yang ditimbulkan saat rapid test itu karena virus korona atau virus yang lain, ini yang belum dapat dipastikan karena harus melalui pengujian dengan swab test.

“Waktu almarhumah meninggal dalam perjalanan ke Kupang, kami koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT, dan diarahkan ke Kupang untuk dikebumikam di Kupang dengan tetap menerapkan protokoler Covid-19,” jelas Egusem.

Menjawab pertanyaan apakah keluarga almarhumah perlu juga dilakukan tes kesehatan untuk memastikan kondisi mereka terpapar Covid-19 atau tidak, menurut Egusem, secara teknis tentu pihak Dinas Kesehatan yang akan melakukan tahapan penanganan. “Itu teknis, dan sudah dilakukan Dinas Kesehatan,” tuturnya.

Roy Babys selaku keluarga almarhumah kepada wartawan koran ini mengatakan, YM dibawa ke RSUD SoE pada Senin (25/5) dinihari, dan hasil diagnonas medis menyatakan pembuluh darah di kepala almarhumah pecah, juga gula darah tinggi dan maag akut. Selain itu juga lakukan rontgen paru-paru dan hasilnyya bersih.

Beberapa saat dilakukan penanganan medis di RSUD SoE, kata Roy, kondisi almarhum semakin memburuk sehingga pihak keluarga meminta untuk almarhum dirujuk ke Kupang. Sebelum dirujuk, dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif, sehingga penanganannya menerapkan standar protokoler Covid-19.

Hingga saat ini, lanjut Roy, keluarga juga masih bertanya-tanya karena almarhum selama ini tidak pernah melakukan perjalanan ke mana-mana. Bahkan dua bulan lalu, almarhum masih dirawat di RSUD SoE karena menderita sakit demam berdarah. Untuk itu, pihak keluarga tidak yakin jika reaktif yang muncul saat pemeriksaan terkait Covid-19. “Selama ini almarhumah di rumah saja. Karena almarhum belum sehat betul, karena baru keluar dari rumah sakit, akibat sakit demam berdarah. Waktu almarhumah di rumah sakit, kami ke sanapun tetap menerapkan standar pencegahan Covid-19,” beber Roy.

Roy menambahkan, karena hasil rapid test almarhumah reaktif, maka pihak kesehatan dari Puskesmas Kota SoE telah mendata keluarga yang bersentuhan langsung dengan almarhumah untuk di-rapid test.

“Kami sudah didata oleh pihak Puskesmas Kota SoE dan mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan rapid test. Saat ini keluarga yang bersentuhan langsung dengan almarhumah telah melakukan karantina mandiri,” pungkas Roy. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top