Update Covid-19 NTT 28 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Kupang Meninggal Dunia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Update Covid-19 NTT 28 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Kupang Meninggal Dunia


Kadis Kesehatan NTT, Dominggus Minggu Mere didampingi Kepada BPBD NTT saat mengumumkan penanganan covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan NTT, Kamis (28/5). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Update Covid-19 NTT 28 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Kupang Meninggal Dunia


Kota Kupang Transmisi Lokal Tambah 4 Kasus, TTS Tambah 1 Kasus Klaster Magetan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Setelah dua hari terakhir tidak ada penambahan kasus Covid-19 di NTT, kabar duka datang dari RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Salah seseorang pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh namun masih menjalani perawatan intensif meninggal dunia, Kamis (28/5).

Pasien sembuh Covid-19 ini sebelumnya dinyatakan sembuh tetapi kemudian meninggal karena serangan jantung. Pasien itu dirujuk dari RSUD S. K. Lerik pada 13 Mei 2020 dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Atrial Fibrilasi, Syndrom Jantung Coroner. Setelah dilakukan serangkaian test hingga pemeriksaan swab, sang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (16/5).

Pasien itu dirawat dan dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan pneumonia oleh DPJP Paru pada Rabu (27/5) berdasarkan hasil pemeriksaan PCR yang negatif serta klinis paru yang diambil swab terakhir pada Selasa (26/5).

Hal ini dijelaskan Juru Bicara (Jubir) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius saat dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com, Kamis (28/5). Marius dikonfirmasi terkait informasi pasien positif meninggal dunia itu.

Marius menyebutkan, setelah pasien dinyatakan sembuh Covid-19, perawatan lanjutan oleh dokter spesialis jantung masih ada gejala syndrom jantung koroner akut, dan si pasien mendadak meninggal pada Kamis (28/5) sekira pukul 10.00 Wita.

Untuk diketahui, pasien berinisial FB, 60, ini terpapar Covid-19 dari penyebaran transmisi lokal di Kota Kupang FB merupkan warga Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes saat mengumumkan perkembangan Covid-19 di NTT, menegaskan bahwa pasien yang meninggal itu bukan pasien Covid-19 karena sudah dinyatakan sembuh sebelumnya.

Dokter gigi yang akrab disapa Domi Mere itu menyebutkan, pasien FB dinyatakan sembuh setelah melalui dua kali pemeriksaan swab, dimana hasilnya negatif.

Sosok yang juga Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT itu mengatakan, pasien yang meninggal itu sebenarnya sudah bisa dipulangkan setelah sembuh, namun masih ada riwayat penyakit lain sehingga belum diizinkan pulang, dan hari ini (28/5) meninggal.

“Sudah dua kali berturut-turut hasil pemeriksaan swabnya negatif. Sehingga pasien meninggal itu bukan pasien covid-19 dan proses pemakamannya juga tidak sesuai protokol kesehatan,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya Gugus Tugas Covid-19 NTT tidak pernah mengumumkan adanya pasien sembuh, namun setelah pasien meninggal baru diumumkan ada penambahan pasien sembuh satu orang dari klaster transmisi lokal di Kota Kupang.

2 Pasien Sembuh, Positif Tambah 5 Kasus

Dokter Domi menambahkan, hasil pemeriksaan spesimen swab sebanyak 97 sampel hari ini (28/5), terdapat 5 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Empat orang diantaranya merupakan sampel swab baru dari transmisi lokal, dan 1 kasus baru asal TTS dari klaster Magetan.

Dengan penambahan jumlah kasus tersebut kata drg. Domi, hingga hari ini sudah ada 90 kasus positif di NTT dari sebelumnya 85 kasus. Dari jumlah ini, sebut Domi Mere, yang sudah sembuh itu sebanyak 11 orang (8 orang di Kota Kupang, 2 di Manggarai Barat, dan 1 di Sumba Timur), dan 1 orang meninggal di Kota Kupang. Jumlah ini tersebar di 10 kabupaten/kota di NTT, dimana masih tersisa 78 pasien yang kini dalam perawatan atau pengawasan.

Rincian jumlah yang masih dirawat, yakni Kabupaten Sikka 27 kasus, Kota Kupang dari 24 tersisa 15 kasus (8 Sembuh, 1 meninggal dunia), Manggarai Barat 12 kasus (2 Sembuh), Sumba Timur 7 kasus (1 sembuh), Ende (6 kasus), TTS 4 kasus, Nagekeo (3 kasus), dan Rote Ndao (2 kasus). Sementara Kabupaten Flores Timur dan Manggarai masing-masing 1 kasus.

Kasus-kasus ini jika lihat kategori penyebarannya, terdiri dari trasmisi lokal Kota Kupang (13 kasus), klaster Gowa (25 kasus), klaster Magetan (8 kasus), Jogjakarta (1 kasus), Papua (2 kasus), klaster KM Lambelu (23 kasus), klaster Sukabumi (10 kasus), dan klaster Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala Jakarta (8 kasus). (mg29)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top