Baru Semalam Dikarantina, PPDP Asal Nian Meninggal Dunia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Baru Semalam Dikarantina, PPDP Asal Nian Meninggal Dunia


DIMAKAMKAN. Petugas kesehatan menggunakan APD lengkap menggotong peti jenazah almarhum FS untuk dimasukkan ke liang lahat TPU Bijaesunan, Sabtu (30/5). Pemakaman ini menerapkan protokol pemakaman layaknya pasien Covid-19. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Baru Semalam Dikarantina, PPDP Asal Nian Meninggal Dunia


Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Baru semalam menjalani karantina, seorang warga asal Desa Nian, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang masuk kategori pelaku perjalanan dalam pemantauan (PPDP) meninggal dunia di Rusunawa BTN, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Sabtu (30/5) pukul 08.00 Wita. Jasad warga tersebut langsung dimakamkan dengan menerapkan protokol Covid-19.

PPDP yang diketahui berinisial FS, 30, tersebut sebelumnya melakukan perjalana dari Kota Kupang ke Kabupaten TTU dan memiliki riwayat penyakit TBC, sesak napas, dan B20. PPDP tersebut baru semalam menjalani Karantina dan perawatan medis di Rusunawa BTN, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Jumat (29/5) malam.

Pantauan Langsung Timor Express di Rusunawa BTN, Sabtu (30/5) pagi sekira pukul 10.00 Wita, tampak para petugas medis yang bertugas di tempat karantina tersebut langsung menyiapkan proses pemakaman untuk PPDP tersebut.

Proses pemakaman diambilalih langsung Pemerintah Daerah. Semua persiapan mengenai kelengkapan untuk pemakaman pun disiapkan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten TTU.

Setelah para petugas pengusung jenazah siap, jasad FS langsung diusung ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bijaesunan yang telah disiapkan Pemerintah untuk pemakaman PPDP, OPD maupun PDP Covid-19.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, saat di konfirmasi Timor Express, Sabtu (30/5) membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakan, Tim Gugus Tugas telah berkoordinasi dengan keluarga PPDP untuk proses pemakaman diambil alih oleh Pemerintah dengan penerapan protokol Covid-19.

BACA JUGA: Satu ODP di TTU Meninggal, Pemakaman Pakai Protokol Covid-19

“Pemakaman PPDP telah dilakukan sesuai protokol Covid-19 karena memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah dan memiliki penyakit yang menyerupai gejala Covid-19,” jelas Kristo Ukat.

Kristo menjelaskan, PPDP yang meninggal itu sebelumnya melakukan perjalanan dari daerah zona merah sehingga sempat dikarantina di Rusunawa BTN sehari, dan meninggal dunia Sabtu (30/5). “PPDP tersebut juga menderita sesak napas, lemas dan batuk serta sispek B20,” beber Kristo.

Proses pemakaman, lanjut Kristo Ukat, dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 TTU.

“Orang dalam pengawasan yang meninggal itu hasil rapid testnya negatif tetapi sampel swab dikirim ke laboratorium di Surabaya, namun hasilnya belum keluar. Saat itu ia sempat dikarantina, namun dipulangkan setelah habis masa karantina,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nian, Kecamatan Miomaffo Tengah, Agustinus Kono Toan ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler, Sabtu (30/5) mengatakan, Pemerintah Desa bersama keluarga menerima kematian korban sebagai PPDP Covid-19 lantaran baru datang dari daerah zona merah.

Dikatakan, keluarga telah membuat pernyataan tertulis bersama Pemerintah Daerah guna menyerahkan jenazah korban kepada Pemerintah untuk dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

“Supaya masyarakat tidak risau dan gelisah, proses pemakaman terhadap PPDP yang berasal dari Desa Nian itu diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah untuk dimakamkan sesuai protokol Covid-19,” kata Agustinus. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top