Pimpin Sumpah/Janji 438 ASN Malaka, Bupati: PNS Harus Miliki 5 Modal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pimpin Sumpah/Janji 438 ASN Malaka, Bupati: PNS Harus Miliki 5 Modal


SUMPAH-JANJI ASN. Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, MPH saat memimpin pengambilan sumpah/janji 438 ASN TA 2018 lingkup Pemkab Malaka, di Betun, Jumat (29/5). (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Pimpin Sumpah/Janji 438 ASN Malaka, Bupati: PNS Harus Miliki 5 Modal


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, memimpin acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Malaka tentang Pengangkatan CPNS Formasi TA 2018 menjadi PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji bagi 438 PNS lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, kemarin (29/5).

Karena acara ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19, demi menerapkan protokol kesehatan, maka proses pengambilan sumpah/janji PNS itu dilakukan dalam delapan sesi. Seluruh ASN hadir dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Saat memberi sambutan, dr. Stefanus Bria Seran menekankan agar para ASN yang baru saja diambil sumpah, harus memiliki sedikitnya lima modal dalam pengabdian sebagai seorang pegawai negeri sipil. “PNS itu harus memiliki modal,” tegas dr. Stef.

Modal yang pertama, kata dr. Stef, adalah loyal. Loyal dan taat kepada aturan-aturan yang berlaku, dan loyal kepada pimpinan.

Modal yang kedua, lanjut dr. Stef, adalah jujur. Jangan bengkok, lebih baik mengaku salah daripada menipu. Tipu itu tidak boleh apapun alasannya. Lebih baik minta maaf karena sudah membuat kesalahan, karena manusia itu memiliki kelemahan.

“Jika berbuat salah lebih baik jujur, jangan tipu apalagi para guru itu ada moto, ‘salah itu biasa, tapi kalau tipu itu tidak boleh’,” tegas dr. Stef.

Dikatakan, modal ketiga adalah rajin. Jadi jika masuk kantor jam 08.00, maka hurusnya datang 7:15 Wita. Modal keempat, tanggung jawab. Jika Sudah dikasih tugas harus tangung jawab, urus sampai selesai, dan modal kelima harus pintar. Pintar itu harus belajar, melihat mendengar, membaca dan melakukan.

“Tidak gampang jadi PNS. Prosesnya melalui tahapan yang luar biasa dan tanggung jawab yang besar siap mengabdikan diri kepada negara dan masyarakat, serta siap ditempatkan dimana saja, dan jangan protes segala macam karena kepentingan lain,” tandas Bupati yang terkenal karena program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) itu.

Bupati Stef juga mengingatkan para ASN itu untuk tidak korupsi. “Apabila korupsi saudara tidak ada tawar menawar pasti dipecat. Jika sudah ada keputusan dari pengadilan pasti dipecat,” katanya.

Sebagai Bupati, demikian dr. Stef, untuk tandatangan surat pemecatan tidak mudah. Sangat berat karena pasti efeknya sampai keluarga ikut merasakan. “Jadi jangan membebani keluarga, jalan baik-baik, pelihara baik jabatan yang dimiliki,” pesannya.

Bupati dr. Stef menegaskan para ASN yang sudah mengangkat sumpah/janji itu untuk setia. “Ini tidak gampang, karena sumpah jabatan itu antara saudara dengan Tuhan. Saya hanya menjembatani saja. Bahwa saudara bersumpah dengan Tuhan, jika ada kesalahan tentu kami tahu jika ada laporan, tapi Tuhan yang maha kuasa yang melihat. Oleh karena itu mengapa sumpah selalu ada rohaniawan,” jelas dr. Stef.

Pada kesempatan itu, dr. Stef juga mengucapkan proficiat kepada PNS yang baru menerima SK 100 persen. “Atas nama pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Pemkab Malaka dan masyarakat Malaka, saya menyampaikan profisiat kepada sauadara yang sudah mendapatkan SK 100 persen dan sudah bersumpah,” ucap dr. Stef.

Jemi J. J. Nahak, S.Pd, salah satu ASN yang bersumpah Kepada Timor Express, Jumat (29/5) menyampaikan terima kasih kepada Bupati Malaka yang sudah memimpin acara pengambilan sumpah/janji ASN serta menyerahkan SK 100 persen. “Terima kasih juga saya sampaikan kepada kedua orang tua yang sudah mengantarkan saya sampai menjadi PNS,” kata Jemi.

Jemi mengaku, apa yang disampaikan Bupati Malaka dalam sambutannya menjadi catatan penting dan akan selalu menjadi dasar bagi dirinya dalam menjalankan tugas pengabdian sebagai seorang abdi negara, dan juga mengabdi kepada masyarakat.

“Apa yang disampaikan Bapak Bupati (dr. Stef Bria Seran, Red) tadi sangat luar biasa, dan ini menjadi kekuatan bagi saya sebagai PNS baru,” kata Jimi yang menjadi pengajar di SMP Negeri Kateri tersebut. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top