Kisah Pasien 01 Sumba Timur yang Sembuh dari Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kisah Pasien 01 Sumba Timur yang Sembuh dari Covid-19


WHY NOT. Jelita Wori Hana, pasien 01 terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumtim yang sudah sembuh saat ditemui di rumahnya, Kamis (28/5). Jelita mengaku meski dirinya sempat disebut sebagai pembawa virus, ia menyatakan tidak mengapa (Why Not!), ia dan keluargannya sudah memaafkan penulis di facebook itu. (FOTO: Sepritus/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kisah Pasien 01 Sumba Timur yang Sembuh dari Covid-19


WAINGAPU, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah pertama di Pulau Sumba yang warganya terpapar Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Hingga kemarin (30/5), sudah ada 8 kasus terkonfirmasi positif. Semuanya dari klaster Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala, Grogol, Jakarta. Satu diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan dari RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu.

Satu pasien yang telah sembuh itu merupakan pasien 01 yang diketahui bernama Jelita Wori Hana. Jelita merupakan pelaku perjalanan dari zona merah (Jakarta), yang kembali ke Sumba Timur pada 24 April 2020.

Jelita yang sejak awal tak merasakan adanya hal aneh dalam tubuhnya, khususnya terkait gejala Covid-19. Namun karena merupakan pelaku perjalanan, ia mengikuti saja imbauan petugas medis Satuan Tugas Covid-19 Sumba Timur untuk melakukan rapid test. Setelah rapid test, Jelita diambil sampel swab dan dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Begitu hasilnya tiba, diumumkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT bahwa salah satu sampel swab dari Sumba Timur yang dikirim ke Jakarta hasilnya tekonfirmasi positif Covid-19.

Meski mendapat kabar buruk, Jelita yang masih dalam status orang dalam pemantauan (ODP) saat itu tidak putus asa apalagi shok. Ia mengaku tetap menerima kabar atau keadaan itu dengan tetap bersyukur. Hal ini dilakukan Jelita dengan tujuan bisa terhindar dari pikiran-pikiran buruk mengenai penyakit ini.

“Hal yang paling penting adalah, saya menerima keadaan dengan sukacita dan tetap bersyukur. Saya berusaha untuk tidak pikirkan hal-hal yang buruk. Jadi disana kondisi psikologis saya tetap dalam keadaan baik,” ungkap Jelita saat ditemui Timor Express di rumahnya Kamis (28/5) petang, sesaat setelah dipulangkan dari RSUD Umbu Rara Meha, tempat ia dirawat selama masa isolasi.

Walau demikian, kata Jelita, ada satu titik yang membuat dirinya hampir stres dikarenakan ada salah satu postingan disalah satu akun facebook. Di akun medsos itu, lanjut Jelita, seseorang berkata kasar dan menuding dirinya sebagai pembawa virus. “Tapi saya beruntung karena ada dukungan kuat dari keluarga dan teman-teman, sehingga saya berhasil melewati masa-masa sulit itu,” beber Jelita.

Terkait hal itu, Jelita mengaku, dirinya bersama keluarga memaafkan perbuatan oknum penyebar isu itu dan berharap hal ini tidak lagi terulang kepada pasien atau kasus-kasus positif lainnya.

“Selama di rumah sakit saya tidak merasakan gejala atau sakit sehingga di ruang isolasi saya masih sempat melakukan gerakan-gerakan kecil seperti senam, selain itu saya berdoa dan bercengkrama dengan handphone. Sesekali berkomunikasi dengan keluarga dan teman via telepon ataupun sesekali melakukan video call,” cerita Jelita dengan wajah sumringah.

“Saya sangat bersyukur bisa sembuh. Bahagia sekali rasanya bisa pulang kembali berkumpul bersama keluarga. Terima kasih untuk keluarga dan teman-teman yang sudah mendukung dan mendoakan saya. Terima kasih untuk tim medis yang dengan susah payah dan ikhlas merawat saya hinggga sembuh,” ungkap Jelita.

Jelita berharap teman-teman se-almamater bisa segera sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga lagi. Bagi mereka yang positif agar jangan berpikir banyak hal yang bisa mempengaruhi psikologis dan mengganggu imun tubuh.

“Positif bukan akhir dari perjalanan. Percayakan pada dokter dan tenaga medis yang merawat, dan jangan pernah berhenti berharap kepada Tuhan,” pesan Jelita yang menyatakan kesediaan mendonorkan plasma darahnya jika dibutuhkan untuk mendukung percepatan pencegahan Covid-19 bagi pasien positif lainnya.

Sebagaimana diketahui, kabar gembira mengenai pasien positif 01 yang sembuh ini awalnya disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana saat jumpa pers dengan wartawan di Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Kamis (28/5).

Menurut dr. Chrisnawan, sebagaimana hasil pemeriksaan dari Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan NTT, bahwa sebanyak 92 spesimen swab yang diperiksa semuanya negatif.

“Jadi pasien 01 positif sudah dua kali pemeriksaan swab dan dinyatakan negatif. Pasien ini berasal dari Lambanapu, Kecamatan Kambera. Karena dua kali hasilnya negatif, maka pasien ini dinyatakan sembuh atau sehat,” jelas dr. Chrisnawan. (mg31)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top