Akibat Covid-19, Program Berarti Bagi Warga 40 Desa di TTU Batal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Akibat Covid-19, Program Berarti Bagi Warga 40 Desa di TTU Batal


Plt. Kadis PRKPP TTU, Anton Kapitan. (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Akibat Covid-19, Program Berarti Bagi Warga 40 Desa di TTU Batal


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pelaksanaan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Berarti) oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menuai persoalan.

Dari total 65 Desa sasaran program ini yang telah disiapkan anggarannya melalui APBD II tahun 2020 oleh pemerintah setempat, ternyata hanya bisa terlaksana di 25 desa. Sedangkan 40 desa sasaran program ini batal atau ditunda pelaksanaanya.

Salah satu program unggulan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes tersebut batal dilaksanakan akibat sebagian anggaran program Berarti telah dialihkan untuk penanganan, pencegahan serta penanggulangan dampak Covid-19 di TTU.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PRKPP TTU, Anton Kapitan kepada Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (2/6) mengatakan, dengan pembatalan atau pengalihan anggaran program tersebut, maka dengan sendirinya warga penerima program di 40 desa lainnya tidak bisa dibedah rumahnya tahun ini.

BACA JUGA: UD Sion Punya Izin Resmi dan Bantah Monopoli Pekerjaan Program Berarti

“Untuk tahun ini hanya 25 desa saja, yang 40 desa lainnya itu nanti mungkin dimasukkan kembali ke program Berarti melalui sidang perubahan. Karena edaran dari Pemerintah pusat itu Pemerintah Daerah harus menyiapkan anggaran sebesar 35 persen dari APBD untuk penanganan Covid-19,” beber Anton Kapitan.

Anton menambahkan, dengan penundaan pelaksanaan program Berarti di 40 desa tersebut, maka anggaran senilai Rp 55 miliar dari total Rp 84 Miliar dialihkan untuk penanganan, pencegahan serta penanggulangan dampak Covid-19 di TTU.

Sedangkan, anggaran untuk pelaksanaan program Berarti di 25 desa tersebut tahun ini hanya sebesar Rp 29 miliar lebih. Dengan berkurangnya jumlah desa yang menerima program Berarti, maka jumlah rumah yang dibangun pun akan berkurang.

“Kalau sebelumnya kita alokasikan sekitar 3.368 unit rumah, maka akan berkurang menjadi 1.176 unit rumah saja yang dibangun tahun ini dan menyebar di 25 desa yang telah ikat kontrak,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top