Dukung Tenaga Medis, ETIKA Salurkan Bantuan Buah-buahan untuk Para Medis | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dukung Tenaga Medis, ETIKA Salurkan Bantuan Buah-buahan untuk Para Medis


BANTU BUAH-BUAHAN. Komunitas ETIKA saat menyerahkan bantuan  buah-buahan di RST Wirasakti Kupang, Selasa (2/6). (FOTO: RUDY MANDALLING/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dukung Tenaga Medis, ETIKA Salurkan Bantuan Buah-buahan untuk Para Medis


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Komunitas Etnis Tionghoa Kupang (ETIKA) terus memberikan perhatiannya terhadap upaya penanganan pencegahan virus korona di NTT. Perhatian telah diwujudkan dengan pemberian berbagai bentuk bantuan, baik itu alat pelindung diri (APD) bagi medis maupun masyarakat, wadah pencuci tangan, dan sejumlah bantuan lainnya.

Terkini, sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan tubuh para medis, kemarin (2/6) ETIKA menyerahkan bantuan buah-buahan juga karangan bunga bagi tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Kupang.

“Bantuan buah-buahan juga bunga ini sebagai tanda dukungan ETIKA kepada tenaga medis yang telah bekerja keras menangani para pasien,” ungkap sesepuh ETIKA, Theodorus Widodo saat menyerahkan bantuan itu di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Theo Widodo yang datang bersama David Keenbudi, Edy Lau serta ibu-ibu anggota ETIKA itu memulai kegiatannya dengan mendatangi RSUD Johannes Kupang.

Di RS milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT itu,  bantuan diterima Wakil Direktur (Wadir) Penunjang  Pelayanan, dr. Yusi T. Kusumawardani. Dokter Yusi didampingi tiga orang tenaga medis. Tak cuma buah yang diserahkan, namun dalam kesempatan itu David Kenenbudi juga membacakan sebuah puisi sebagai bentuk dukungan dan penguatan untuk para medis.

“Dengan adanya pemberian bunga ini, ketika kita taruh di meja, kita akan selalu ingat…ooo, ada yang selalu mensupport kita untuk tetap  berjuang dan semangat, meskipun ada berita-berita miring. Dan ini akan mejadi penyemangat bagi kita, terima kasih supportnya,” ungkap dr. Yusi.

“Sebagai manusia, kami juga ada rasa lelah, khawatir, rasa takut,  karena musuh ada di depan. Jika orang lain ada jam kerja, maka kami tidak ada jam kerja. Jadi ini sangat luar biasa kami disuport di tengah kegalauan kami sebagai manusia,” tambahnya.

Sementara itu Theodorus Widodo dalam kesempatan tersebut mengatakan, dalam suasana memperingati hari lahir Pancasila pada 1 Juni, ETIKA hadir mewujudkan kepedulian dan support kepada para pejuang kemanusiaan yang tidak pernah mundur, dan selalu setia berada di garda terdepan menghadapi Covid-19 ini.

“Kenapa kami memberi dukungan dalam bentuk buah jeruk dari SoE. Dimana kita tahu bahwa vitamin sangat dibutuhkan. Terutama  vitamin C untuk meningkatkan imunitas tubuh, khususnya bagi para tenaga medis, yang harus tetap sehat dan kuat agar bisa menang melawan virus jahat ini,” katanya.

“Kami juga ingin memberi contoh kepada masyarakat bahwa untuk mendapatkan Vitamin C sebenarnya sangat mudah pada buah-buahan  seperti jeruk. Dan ini bentuk kepedulian kita terhadap petani dengan membeli hasil kebun mereka,” sumbung Theo.

Tiga petugas medis yang mendampingi dr. Yusi saat menerima bantuan itu mengungkapkan, bagaimana kondisi mereka selama bertugas menganani pasian Covid-19 di RSUD Prof. W. Z. Johannes.

Bidan Zharye yang mewakili rekannya mengatakan, sebagai tenaga medis, awalnya mereka juga khawatir karena harus mengurus pasien yang terpapar Covid-19 ini. Namun berkat berbagai dukungan, mereka mampu melewati semua tantangan dengan baik.

“Jujur sebagai manusia kita jga punya rasa takut, ditambah lagi dengan ketersediaan APD yang terbatas, awal-awalnya kita melayani pasien dengan apa adanya saja.  Kalau sesuai standar, kami yang di IGD harus menggnakan APD level 2. Namun karena keterbatasan, diawal kami hanya gunakan APD level 1,” ungkap Zharye.

“Namun sekarang ini dengan banyaknya sumbangan dan bantuan dari berbagai pihak, kami sudah disuport dengan APD yang memadai, sehingga kami tidak takut lagi. Kami sampaikan terima kasih kepada ETIKA yang beberapa kali memberikan sumbangan dan kali ini mensuport kami lagi dengan bantuan vitamin C,” ungkapnya.

Bidan Zharye juga menjelaskan, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini merupakan ramah sakit rujukan, jadi pasien yang dirujuk dari rumah sakit lain yang belum terkonfirmasi positif, itu masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

“Jadi ketika ada pasien PDP, kita sudah melakukan perawatan dengan standar APD yang ditetapkan. Di IGD, para medis yang bertugas meggunakan APD level 2 sejak mulai masuk dinas sampai selesai. Kalau dinas pagi, kurang lebih 7 jam,” bebernya.

“Sedangkan  yang bertugas di rang isolasi yang merawat pasien Covid-19 menggunakan  APD bergantian setiap 3 setengah jam, dan menggunakan APD level 3,” jelasnya.

Usai dari RSUD Prof. W. Z. Johannes, ETIKA melanjutkan penyerahan bantuannya ke RST Wirasakti. Bantuan ini diterima langsung  Dandenkesyah Kupang, Letkol CKM. Dr. I. E. S Purba didampingi tiga petugas medis.

“Kami dari keluarga besar Dandenkesyah Wirasati mengucapkan terima kasih yang luar biasa atas perhatian teman-teman dari ETIKA. Hanya Tuhan yang bisa membalaskan, dan semoga kita tetap dalam lindunganNya, Amin,” harap Letkol CKM. Dr. I. E. S. Purba. (rum)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top