Kades Kakaneuk Malaka Door to Door Bagi BLT untuk 14 Lansia dan Difabel | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kades Kakaneuk Malaka Door to Door Bagi BLT untuk 14 Lansia dan Difabel


HUMANIS. Kades Kakaneuk, Kabupaten Malaka Luruk (kanan) menyerahkan BLT-DD kepala salah seorang lansia di wilayah itu, Selasa (2/6). (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kades Kakaneuk Malaka Door to Door Bagi BLT untuk 14 Lansia dan Difabel


Total 134 KK Penerima BLT DD, 9 KK Dibatalkan

BETUN, TIMEXKUPANG.com-Langkah terpuji dilakukan Kepala Desa (Kades) Kakaneuk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Petronela Luruk. Demi memastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sampai ke masyarakat, khususnya mereka yang sudah lanjut usia (Lansia) atau penyandang disabilitas, Petronela turun langsung secara door to door atau dari rumah ke rumah dan menyerahkan bantuan itu. Menariknya, demi menjaga transparansi, Petronela melakukan langkah ini dengan mengajak aparat kepolisian dan TNI di wilayah setempat.

Sebanyak 14 kepala keluarga (KK) yang didatangi Petronela secara langsung di kediaman masing-masing. “Kami lakukan langkah ini agar memudahkan masyarakat yang sudah lanjut usia, bahkan ada juga yang tuna netra,” ungkap Petronela usai kegiatan itu, Selasa (2/6).

Petronela menjelaskan, total penerima BLT-DD di desanya sebanyak 134 KK. Yang sudah tersalurkan sebanyak 125 KK. Sementara 9 KK yang ada namanya dibatalkan namanya di BLT-DD karena sudah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos).

“Ada 9 KK yang kami batalkan penyalurannya karena sudah dapat bantuan sosial tunai sehingga tidak ada pendobelan bantuan. Jadi penyaluran tahap I untuk bulan April 2020 sudah tuntas,” ungkap Petronela.

Petronela menjelaskan, 9 KK yang sudah mendapatkan BST tidak boleh lagi menerima BLT-DD, karena itu tidak dibolehkan sesuai aturan. Sehingga dananya akan dialihkan ke yang lainnya.

Petronela mengimbau masyarakat yang sudah dapat BLT-DD agar dapat mempergunakan uang tersebut sebaik-baiknya. “Gunakan dana ini untuk keperluan makan sehari-hari, bukan untuk beli pakaian,” pesan Petronela.

Petronela juga menyebutkan bahwa namanya juga ikut terdata sebagai salah satu penerima BST Kemensos. Ternyata setelah ditelusuri, namanya itu terdaftar sebelum ia menjadi kades, dan didaftarkan oleh penjabat kades terdahulu.

“Nama saya terdaftar sebagai penerima BST namun saya tidak mengambilnya karena saya merasa tidak layak dan tidak berhak menerima BST tersebut,” ungkapnya.

Koordinator Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Malaka, Daniel Mahodim mengapresiasi langkah Petronela tak mengambil BST itu. “Seorang kepala desa harus menolak bantuan yang tidak sepantasnya diterima agar menjadi edukasi juga bagi pejabat yang lain,” jelas Daniel.

Salah satu lansia penerima BLT-DD, Rosina Abuk, 82, yang juga penyandang difabel (tuna netra) menyatakan syukur dan terima kasih karena dirinya mendapat BLT-DD dan diantar langsung Kades Petronela.

Penerimaa BLT-DD lainnya, Maria Theodosia Ade, juga senad dengan Rsina. Ia mengaku bangga terhadap ketegasan Kades Kakaneuk yang telah membuat kebijakan kepada warganya agar ada pemerataan.

“Dengan adanya BLT-DD ini, saya merasa terbantu dan bisa menyambung hidup yaitu bisa beli obat untuk keluarga, saya juga bisa beli sembako untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Maria Ade.

Pembagian BLT-DD di Kakaneuk untuk 14 lansia dan difabel dari rumah ke rumah itu mendapat pengawalan Kapolsek Malaka Tengah, Iptu Manuel Sirimau dan anggota bersama Babinsa Koramil 1605-04 Betun. (mg30)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top