Oknum TNI Diduga Aniaya Warga, Dandim TTS: Kita Sementara Dalami | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Oknum TNI Diduga Aniaya Warga, Dandim TTS: Kita Sementara Dalami


Dandim 1621/TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Oknum TNI Diduga Aniaya Warga, Dandim TTS: Kita Sementara Dalami


SOE TIMEXKUPANG.com-Dua warga Desa Oe’ekam, Kecamatan Amanuban Timur, mengadu ke Kodim 1621/TTS, Selasa (2/6). Dua warga ini mengadukan seorang anggota TNI berinisial AB karena menganiaya mereka pada Minggu (31/5) di Pos Covid-19 di Desa Naefatu, Kecamatan Santian. Kedua pemuda itu diketahui bernama Markus Selan, 22, dan Yandres Maunaben, 21.

Usai melapor, Markus kepada wartawan menjelaskan, kejadian yang mereka alami itu terjadi saat ia bersama rekannya Yandres melintas di depan Pos Covid-19 di Desa Naefatu, Kecamatan Santian. Ketika mereka lewat beberapa meter setelah pos itu, oknum TNI keluar dari dalam posko dan meneriaki mereka untuk kembali ke pos.

Saat itu mereka balik ke pos, kata Markus, oknum anggota TNI ini tanpa banyak tanya langsung menendangnya di bagian dada hingga terjatuh. Belum sempat bangun, kata Markus, ia kembali dihantam toa pada bagian kepala hingga berdarah. Bahkan Markus kembali menerima tendangan oknum TNI ini di bagian dada lagi.

“Tidak hanya dipukuli. Tapi saya disuruh tidur di tanah lumpur dan juga push up,” ungkap Markus.

Yandres pun tak lolos dari oknum anggota TNI itu. Ia mendapat sekali tamparan/ditampeleng di bagian pipi. Bahkan ditinju di badan korban.

Markus dan Yandres menyebutkan jika oknum TNI yang menghajar mereka itu diduga kuat dalam pengaruh alkohol. Pasalnya dari mulut pelaku, tercium aroma sopi, dan ada sebuah meja yang terletak dalam posko tersebut terdapat sebuah botol air mineral yang mereka duga isinya sopi. “Kami cium bau sopi dari mulut pak tentara itu. Kami juga lihat di atas meja ada botol sopi,” ungkap Yandres.

Anton Selan, 50, ayah kandung Markus mengaku tidak terima dengan perbuatan oknum TNI itu. Pasalnya anaknya mendapat pukulan hingga keluar darah. Anton tidak terima anaknya dipukul tanpa alasan yang jelas. “Saya tidak terima anak saya dipukul sampai keluar darah. Jadi saya minta supaya oknum tentara itu diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Anton.

Terpisah, Dandim 1621/TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (2/6) membenarkan kejadian itu.

Menurut Letkol Koerniawan, kasus tersebut tengah didalami di Kodim 1621/TTS. Jika dalam proses, ternyata anggotanya terbukti melakukan kesalahan, maka tentu akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita sedang periksa pelaku dan saksi-saksi. Kalau nanti terbukti anggota saya salah, pasti kita proses sesuai aturan yang berlaku,” papar Koerniawan.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Timor Express kemarin (2/6) menyebutkan bahwa, oknum anggota TNI berinisial AB marah dan menganiaya kedua korban lantaran saat mereka melintas, posko itu sedang di palang dengan portal. Keduanya diduga melintas dengan membuka sendiri portal lalu membunyikan motor dengan memain-mainkan gas tinggi.

Saat itu, menurut informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, Markus dan Yandres hendak menuju ke Kantor Camat Santian untuk mengantar beras dan BBM bagi pekerja asrama kantor Camat Santian. “Saat tiba di palang pintu posko Covid-19 di Desa Naefatu, Kecamatan Santian, mereka gas tinggi motor yang dikendarai, bahkan saat itu mereka buka sendiri palang jalan untuk bisa lewat,” ungkap sumber yang meminta namanya tak dipublis. (yop)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top