Siapkan Dana Bantu Mahasiswa, Sekda Matim: Tunggu Data dan Verifikasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Siapkan Dana Bantu Mahasiswa, Sekda Matim: Tunggu Data dan Verifikasi


Sekda Matim, Boni Hasudungan. (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Siapkan Dana Bantu Mahasiswa, Sekda Matim: Tunggu Data dan Verifikasi


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) telah menyiapkan anggaran untuk membantu mahasiswa asal daerah yang kuliah di berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang terdampak Covid-19. Saat ini Pemerintah sedang menunggu data dari sejumlah desa dan sebagian sedang dalam tahap verifikasi.

“Pemda Matim sudah siapkan anggaran untuk memberi bantuan kepada semua mahasiswa asal Matim yang masih aktif kuliah. Kita masih tunggu data dari seluruh desa. Ada juga yang sudah kita terima datanya, tapi kita masih verifikasi,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Matim, Boni Hasudungan, kepada TIMEXKUPANG.com melalui per telepon, Kamis (4/6) petang.

Menurut Sekda Boni, data yang sudah diterima dan masih diverifikasi itu, merupakan usulan dari salah satu organisasi mahasiswa. Diverifikasi untuk tidak terjadi pendobelan dan pencocokan data pada desa, tempat asal mahasiswa. Untuk saat ini, masih ada organisasi mahasiswa yang belum kirimkan namanya.

“Belum semua organisasi mahasiswa di semua kota, yang memasukkan data karena mungkin informasi ini tidak sampai. Sehingga masih banyak juga mahasiswa yang belum terdata. Kami minta organisasi ini bisa mendata. Seluruh desa dan kelurahan di Matim, juga bisa mendata. Supaya secepatnya data itu kita verifikasi,” kata Boni.

Boni mengatakan, ini untuk pertama kalinya Pemda Matim memberi bantuan tunai kepada mahasiswa. Tentu karena peduli dengan kondisi mahasiswa di tengah pandemi Covid-19. Sehingga dalam perjalanan, ada juga masukan dari berbagai pihak, dimana syarat penerima bantuan itu tidak sekadar mahasiswa. Artinya mahasiswa mana saja yang boleh diakomodir sebagai penerima bantuan.

“Ada masukan dari berbagai pihak, dimana ada tambahan syarat baru, yakni bagi yang orangtuanya ASN, TNI, Polri dan pegawai BUMN, tidak diakomodir dalam bantuan itu. Memang sebelumnya, syarat ini kita tidak minta,” kata Sekda Boni.

Boni menambahkan, sejak data mahasiwa diterima, timnya bekerja dengan sungguh-sungguh. Dimana bantuan untuk mahasiswa ini belum ada regulasi yang mengatur secara khusus, sehingga tim bekerja sambil terus belajar. Karena ini beda dengan BLT Dana Desa, itu sudah ada regulasinya dari pemerintah pusat.

“Rencananya bantuan ini dikirim langsung ke rekening mahasiswa, tapi untuk pertanggungjawaban administrasi, nanti dengan orang tua mahasiswa. Untuk bantuan ini juga, meskipun dalam satu Kota, bisa saja pengiriman bantuan tidak bersamaan waktunya. Karena masukan data dari Desa dan Kelurahan, tidak bersamaan,” ungkapnya.

Tapi Boni pastikan, semua mahasiswa yang memenuhi kriteria, akan mendapat bantuan. Walau waktu penerimanya berbeda. Terkait besarnya bantuan setiap mahasiswa, demikian Sekda Boni, belum bisa dipastikan. Karena harus menyesuaikan total anggaran yang tersedia dengan jumlah mahasiswa penerima bantuan.

“Saya berharap, bantuan yang disalurkan nanti, bisa membantu kebutuhan mahasiswa,” harap Boni. “Dasar bantuan ini nanti, dibuat dalam Peraturan Bupati Matim. Kalau ada yang bertanya, kapan terealisasi bantuan ini? Yang jelas pasti direaliasi, karena saat ini kita masih verifikasi dan menunggu data dari desa. Sehingga saya minta kita semua bersabar,” pungkas Sekda Boni. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top