Bupati Distribusi Cadangan Beras untuk Warga, Kepala Bulog: Jatah Matim Sisa 75,59 Ton | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Distribusi Cadangan Beras untuk Warga, Kepala Bulog: Jatah Matim Sisa 75,59 Ton


SIMBOLIS. Bupati Matim, Agas Andreas menyerahkan secara simbolis bantuan sembako dari program cadangan beras pemerintah (CBP) kepada warga saat launching CBP di aula Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Senin (15/6). (FOTO: Protokol Setda Matim for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Distribusi Cadangan Beras untuk Warga, Kepala Bulog: Jatah Matim Sisa 75,59 Ton


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) menyalurkan program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk warga masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah itu. Dari 100 ton CBP Matim, sudah tersalur lebih kurang 24,41 ton. Tersisa 75,59 ton atau 75.590kg beras.

Penyaluran CBP ini dilakukan Bupati Matim, Agas Andreas saat launching di aula Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Senin (15/6). Hadir saat itu, Wakil Bupati (Wabub) Matim, Jaghur Stefanus, Camat Borong Riani Gagu, sejumlah pimpinan perangkat daerah, unsur Forkopimca Borong, perwakilan masyarakat penerima CBP di Kelurahan Kota Ndora.

“Bantuan CBP ini sebagai bagian dari upaya penurunan risiko pandemi Covid-19 di Kabupaten Matim. Ini wujud perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terkena dampak covid-19,” ujar Bupati Agas, kepada TIMEXKUPANG.com, usai launching distribusi CBP, kemarin (15/6).

Menurut Bupati Agas, indeks pemberian CBP diberikan sebanyak 400 gram per jiwa per hari. Diberikan selama masa penanggulangan atau selama empat belas (14) hari. Pemerintah menyadari indeks ini sebenarnya masih tergolong sangat minim. Namun ini merupakan sebauah langkah penanganan darurat.

“Diharapkan bantuan ini, sedikit bisa meringankan beban saudara-saudara yang terdampak secara ekonomi akibat penyebaran virus korona saat ini. Selama pandemi, selain CBP pemerintah juga sudah salurkan ke masyarakat BLT DD, BST, dan bantuan kepada mahasiswa. Saat kita lagi verifikasi data untuk penerima BLT dari kabupaten,” kata Agas.

Tentu penerima jenis BLT itu, tidak boleh ada pendobelan, termasuk tidak diperkenan bagi warga yang telah terdata penerima PKH dan penerima bantuan pangan non tunai (BPNT). Bantuan CBP sendiri tidak dibagikan merata untuk seluruh masyarakat Matim. Tapi diprioritaskan untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

“Penerimanya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pihak Dinas Sosial Matim. Tentu berdasarkan ketentuan yang ada. Saat ini kita memasuki pelaksanaan new normal atau tatanan hidup baru. Ini harus dibiasakan. Bila perlu dipaksakan kepada segenap lapisan masyarakat terutama untuk kebiasaan berperilaku hidup sehat,” tegas Bupati Agas.

Tatanan hidup baru itu, kata Agas, harus berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat. Seperti selalu pakai masker, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air mengalir, melakukan karantina mandiri setelah bepergian, dan meningkatkan imunitas tubuh dengan makan makanan bergizi.

Kepala Dinas Sosial Matim, Wihelmus Deo, kepada TIMEXKUPANG.com menjelaskan, sampai saat ini, penyaluran CBP sudah dilakukan di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Borong, Rana Mese, dan Kecamatan Kota Komba. “Tiga kecamatan ini lebih dulu karena yang diusulkan dari desa dan kelurahan ke kecamatan selanjutnya ke Dinas Sosial sudah lengkap,” ungkap Wihelmus yang menambahkan, untuk tiga wilayah kecamatan tersebut, total penerima CBP sejumlah 4.359 jiwa. “Jumlah beras yang diberikan sebanyak 24.410kg atau 24,41 ton,” ungkapnya.

Sementara enam kecamatan lain, lanjut Wihelmus Deo, belum masukan data sama sekali. Bagi penerima bantuan beras dari program CBP, demikian Wihelmus, harus memenuhi sejumlah kriteria, yakni yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) beserta keluarganya, pelaku perjalanan, penyandang disabilitas, dan masyarakat pekerja di sektor informal.

“Mengacu pada regulasi, penerima itu masyarakat dan pekerja informal. Salah satunya mereka penjual rombengan atau barang bekas. Ini pendekatan individu dan keluarga. Satu orang hitungnya 400 gram per hari dan hitung selama 14 hari. Itu sekira 5kg selama 14 hari per orang. Kalau mereka tiga orang dalam keluarga, tinggal kali saja 5kg,” jelas Wihelmus.

Wihelmus berharap desa dan kelurahan di enam wilayah kecamatan lain, segera mengusulkan data penerima CBP ke camat masing-masing sesuai nama dan alamat masing-masing atau by name and by address (BNBA).
Dengan data ini, kata Wihelmus, pihaknya usulkan ke pihak Bulog di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Sementara Kepala Perum Bulog Sub Divre Ruteng, I Putu Suantara, kepada TIMEXKUPANG.com melalui sambungan telepon, Senin (15/6) malam mengatakan, untuk tahun 2020, total CBP Kabupaten Matim sebanyak 100 ton. Dimana Pemda Matim sudah mengambil 24.410 kg, dan sisanya 75.590 kg. Sementara kabupaten Manggarai sudah mengambil 50 ton dari total 100 ton.

“Kalau peruntukan dari CBP yang sudah kita salurkan, itu sudah ranahnya Dinas Sosial. Kami hanya melayani sesuai permintaan dari Kepala Dinas Sosial. Sebelum situasi Covid-19, kami dari Bulog sendiri sudah berapa kali lakukan operasi pasar. Saat Covid-19, untuk saat tertentu saja,” ujar Suantara. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top