Jaksa Panggil Bekas Ketua Tim Relawan Viktory-Joss TTU, Terkait Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Panggil Bekas Ketua Tim Relawan Viktory-Joss TTU, Terkait Hal Ini


BERI KETERANGAN. Ketua Tim Relawan Viktory-Joss Kabupaten TTU, Yosef Alfridus Aby (kanan) didampingi Sekertaris Benyamin Kefi saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Kejari TTU, Kamis (18/6). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Panggil Bekas Ketua Tim Relawan Viktory-Joss TTU, Terkait Hal Ini


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Yosef Alfridus Aby, Ketua Tim Relawan dari Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi dengan tagline “Viktory-Joss” pada Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT Tahun 2018 lalu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Kamis (18/6)

Kedatangan bekas Ketua Tim Pemenangan “Viktory-Joss” ini guna memberikan kesaksian kepada penyidik Kejari TTU terkait kasus dugaan penyimpangan pengangkatan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Tahun 2018 dan 2019 lalu.

Panggilan dari pihak Kejaksaan kepada Tim Relawan Viktory-Joss yang dibentuk Raymundus Sau Fernandes itu lantaran diduga kuat memiliki keterkaitan peran dalam melakukan perekrutan PTT tenaga guru di Tahun 2018 dan 2019 lalu.

Usai pemeriksaan, Yosef Alfridus Aby kepada sejumlah awak media di Kefamenanu mengatakan, pihaknya hadir untuk memberikan keterangan ke penyidik terkait keterlibatan tim relawan “Viktory-Joss” dalam pengangkatan PTT di Dinas PKO tahun 2018 dan 2019.

Menurut Alfridus, Tim Relawan saat itu dibentuk oleh Raymundus Sau Fernandes yang masih menjabat sebagai Bupati TTU, dan mereka diberi peran untuk melakukan perekrutan PTT tenaga guru di tingkat SD dan SMP, dengan syarat mendukung pasangan calon (paslon) “Viktory-Joss” sebagai Gubernur dan Wagub NTT.

Selain itu juga, kata Yosef, tim relawan yang dibentuk Ketua DPW Nasdem NTT itu diwajibkan mengarahkan seluruh tenaga PTT guru untuk mendukung calon anggota DPR RI, Kristina Muki dan calon anggota DPRD Provinsi NTT, Dolvianus Kolo.

BACA JUGA: Jaksa Periksa 15 Kasek di TTU Soal Pengangkatan PTT di Dinas PKO

BACA JUGA: 5 Jam Kejari Periksa Penjabat Sekda TTU Soal Dugaan Penyimpangan Pengangkatan PTT Guru

BACA JUGA: Kejari TTU Usut Dugaan Penyimpangan Pengangkatan PTT Dinas PKO, Ini Tanggapan Bupati

“Saat itu kami diperintahkan oleh Bupati Raymundus untuk melakukan perekrutan guru PTT tingkat SD dan SMP dengan syarat mengarahkan mereka untuk mendukung Paket Viktory-Joss di Pilgub tahun 2018 lalu. Untuk Pemilu 2019, kita diperintahkan untuk mengarahkan dukungan ke Kristina Muki dan Dolvianus Kolo,” beber Alfridus.

Alfridus menambahkan, proses perekrutan tenaga PTT saat itu menggunakan sekertariat relawan “Viktory-Joss” sebagai tempat untuk menampung seluruh berkas yang diolah dan didata oleh Kepala Kesekertarian, Wily Meku. Berkas-berkas tersebut kemudian diantar ke Rumah Jabatan Bupati TTU untuk diterbitkan SK PTT.

Terkait kewenangan dari pihaknya dalam mengumpulkan berkas PTT, jelas Alfridus, saat itu ia hanya menjalankan perintah Raymundus Sau Fernandes untuk memenangkan paket Viktory-Joss di TTU dan Kristina Muki serta Dolvianus Kolo menjadi anggota DPR RI dan DPRD NTT.

“Yang berperan untuk mengelola data saat itu Wily Meku dan Tim yang lain itu yang turun lapangan untuk mengumpulkan berkas dari para guru. Semua Tim Relawan saat itu tau terkait proses perekrutan PTT. Kita semua diarahkan untuk memenangkan paket Viktory-Joss, Kristina Muki, dan Dolvianus Kolo,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejari TTU terus bekerja maksimal untuk mengungkap kasus dugaan penyimpangan pengangkatan PTT di Dinas PKO TTU tahun 2018 dan 2019.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRD TTU periode 2014-2019, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) TTU, Plt Kepala Dinas PKO, Kepala BKD, Kepala BKAD, Peyindik Kejaksaan juga melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Kepala Sekolah tingkat TK/Paud, SD dan SMP di Kabupaten TTU yang dibagi dalam beberapa kloter dengan masing-masing kloter sebanyak 15 Kepala Sekolah. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top