Belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Ini Pesan Bupati Matim untuk 2 Kader Desa Model | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Ini Pesan Bupati Matim untuk 2 Kader Desa Model


Bupati Matim Agas Andreas bersama Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang, Wakil Ketua TP PKK, Alexandrina Jaghur serta dua kader desa model menyerahkan bantuan dari provinsi berupa laptop kepada ketua PKK Desa Satar Tesem, Senin (22/6). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Ini Pesan Bupati Matim untuk 2 Kader Desa Model


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pulang belajar dari Kampung Inggris, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dua orang kader desa model Provinsi NTT untuk Kabupaten Manggarai Timur (Matim), diserahkan oleh Bupati Agas Andreas, ke pemerintah dan masyarakat Satar Tesem, Kecamatan Poco Ranaka, Senin (22/6).

Kedua kader desa model itu, yakni Elfrida Imul dan Sandri Munsi. Keduanya merupakan warga Kecamatan Poco Rana. Acara penyerahan itu berlangsung di Kapela Stasi Moncok, Desa Satar Tesem.

Bupati Agas didampingi Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang. Hadir juga Wakil Ketua TP PKK Alexandrina Jaghur, Kadis PMD Matim Yosep Durahi, Kadis Kominfo Boni Sai. Selain itu hadir Camat Poco Ranaka, Alfianus Y. D. Nengkos, pengurus TP PKK Kabupaten Matim, kepala desa (Kades) Satar Tesem Hendrikus Bagung bersama aparatnya, Ketua dan pengurus PKK desa Satar Tesem, dan warga masyarakat desa setempat.

Untuk diketahui, Desa Satar Tesem, dipilih Pemprov NTT sebagai desa model di Kabupaten Matim. Rombongan Bupati bersama dua kader desa model, tiba di Desa Satar Tesem dan diterima secara adat oleh masyarakat setempat.

Sebelumnya, saat tiba di Matim, dua kader desa model ini diterima secara resmi oleh Ketua TP PKK Matim Theresia Wisang, Wakil Ketua TP PKK, Alexandrina dan pengurus TP PKK Matim, di rumah jabatan (Rujab) Camat Poco Ranaka, Nengkos, di Mano, Kelurahan Mando Sawu.

Selain penyerahan dua kader, Bupati Agas menyerahan simbolis Bansos untuk mahasiswa terdampak Covid-19, dan sejumlah fasilitas dari provinsi untuk Desa Satar Tesem. “Kalian berdua adalah duta. Saya minta kalian bisa bekerja bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk membawa Desa Satar Tesem, benar-benar menjadi model bagi desa lain di Matim. Jangan berpikir dulu hal yang besar, tapi mulai dari hal yang kecil,” pesan Bupati Agas dalam acara penyerahan tersebut.

Menurut Bupati Agas, kedua kader desa model ini telah dipercayakan sebagai Kader PKK desa Satar Tesem. Mereka diutus untuk menempuh pendidikan Bahasa Inggris selama lebih kurang 3 bulan di Kampung Inggris, di Kabupaten Kediri. Selain itu, selama tiga bulan juga mereka telah mengikuti magang di beberapa OPD di Pemprov NTT, di Kupang. Artinya selama kurun waktu lebih kurang enam bulan, mereka berpisah dari keluarga untuk belajar bangun desa model.

Bupati Agas juga berpesan, agar kegiatan-kegiatan PKK jangan dipandang sebelah mata. PKK adalah mitra Pemerintah. “Sehingga disini membutuhkan kerjasama yang baik secara berjenjang dan berkesinambungan. Saya mengharapkan kepada Kades, agar dapat menyisihkan sedikit dari anggaran desa bagi pelaksanaan tugas-tugas PKK di Desa Satar Tesem,” pinta Bupati Agas.

TP PKK Provinsi, kata Agas, telah memberikan banyak bantuan untuk Desa Satar Tesem, baik material maupun finansial untuk mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan. Sangat diharapkan agar bantuan itu, tidak disalahgunakan. Tetapi diatur dengan baik dalam penggunaannya. Salah satu bentuk dukungan finansial, anggaran untuk pemberian makanan tambahan bagi ana-kanak sekolah.

“Semoga dimanfaatkan dengan baik. Tim inspektorat dan pengurus PKK dari Provinsi akan turun untuk memantau sejauh mana penggunaan anggaran tersebut. Harapan saya, manfaatkan dengan baik anggaran yang telah diberikan,” harap Bupati Agas.

Kepada kedua kader, Bupati Agas titipkan pelaksanaan program dan kegiatan PKK di Desa Satar Tesem. Semoga ilmu dan keterampilan yang diterima selama enam bulan belajar di Inggris dan Kupang, dapat diterapkan di Satar Tesem. Kinerja para kader, akan diukur setiap hari. “Harus ada kemajuan dari hari ke hari,” tandas Agas.

Sementara Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang, dalam kesempatan itu mengatakan, sukses tidaknya pelaksanaan program oleh kedua kader desa model itu juga bergantung pada kerjasama dan bantuan serta keterlibatan pemerintah dan semua masyarakat desa. Tentu nantinya, ada penilaian terhadap kinerja dalam menjalankan tugas di desa model.

“Nanti ada penilaian terhadap mereka sebagai kader desa model. Sehingga kalau mau desa ini sebagai desa model terbaik di tingkat Provinsi NTT, maka tidak bisa hanya dikerjakan oleh mereka berdua. Tapi sangat tergantung juga dari keterlibatan semua masyarakat di desa,” kata Theresia.

Istri dari Bupati Agas ini juga memohon kontrol sosial bagi kedua kader desa model, dalam hal melaksanakan tugas mereka. Jika saja mereka sampai melaksanakan tugas tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka akan ada teguran.

Lewat tiga kali teguran, maka mereka akan diberhentikan. Hal yang disayangkan disini bukan karena nanti mereka tidak dapat penghasilan, tetapi kepercayaan.

“Ini harus kita jaga baik dan ini sudah tanggung jawab kita. Sampai dengan Desember 2020 ini, honor kader PKK desa model ini, masih di bayar oleh PKK Provinsi dan dilanjutkan sampai dengan tahun depan 2021. Untuk selanjutnya, desa yang bayar. Tahun depan kita juga akan ada pemilihan desa model yang baru. Tentu tidak lagi di kecamatan Poco Ranaka,” pungkas Theresia. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top