Ini Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Tahun Depan Versi BI dan Pemerintah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ini Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Tahun Depan Versi BI dan Pemerintah


Gubernur BI, Perry Warjiyo (FOTO: Dok. Dery Ridwansah/JawaPos.com)

BISNIS

Ini Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Tahun Depan Versi BI dan Pemerintah


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Penyusunan proyeksi makro di tengah pandemi Covid-19 tidaklah mudah. Bukan banyak pemerintah, berbagai lembaga internasional pun beberapa kali merevisi ramalan mereka melihat perkembangan wabah dan ekonomi global yang sangat dinamis.

Untuk outlook nilai tukar rupiah misalnya, pemerintah memperkirakan tahun ini angkanya di rentang 14.900 hingga 15.500. Sebelumnya, dalam dokumen KEM PPKF 2021, pemerintah memproyeksikan outlook nilai tukar rupiah 2020 di kisaran 17.500 hingga 20.000.

Sementara itu, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah pada 2021 di rentang 14.900 hingga 15.300. Proyeksi ini lebih kuat dibandingkan angka pada dokumen KEM PPKF 2021 yang di level 15.500 hingga 18.000.

“Namun, seperti juga pertumbuhan ekonomi, untuk nilai tukar kita mungkin akan melihat Bank Indonesia (BI), yang saya pahami Pak Gubernur BI punya proyeksi nilai tukar yang jauh lebih menguat untuk rupiah kita baik di tahun ini maupun tahun depan,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6).

Dalam rapat kerja tersebut, Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, bank sentral memperkirakan nilai tukar rupiah tahun ini ada di level 14.000 hingga 14.600. Sedangkan untuk tahun 2021, BI memproyeksikan nilai tukar rupiah di kisaran 13.700 hingga 14.300.

Perry juga menyampaikan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini ada di kisaran 0,9 persen hingga 1,9 persen. Sedangkan untuk RAPBN 2021, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di rentang 5 persen hingga 6 persen.

“Proyeksi inflasi tahun ini dan tahun depan sama, yaitu di 3 persen plus minus 1 persen (2 persen sampai 4 persen),” pungkas Perry. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top