Hanya Rektor Definitif yang Berwenang Turunkan UKT, Ini Tawaran BEM-BLM | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hanya Rektor Definitif yang Berwenang Turunkan UKT, Ini Tawaran BEM-BLM


Plt. Rektor Unimor, Krisantus Tri Pambudi Rahardjo SP, M.Si. (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

PENDIDIKAN

Hanya Rektor Definitif yang Berwenang Turunkan UKT, Ini Tawaran BEM-BLM


KEFAMENANU, TIMEX-Tntuntan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legisllatif Mahasiswa (BLM) Universitas Negeri Timor (Unimor) terkait penurunan biaya uang kuliah tunai (UKT) di tengah pandemi Covid-19 rupanya tidak akan ditindaklanjuti pihak Unimor. Pasalnya, kebijakan atau keputusan menurunkan biaya UKT bagi mahasiswa tidak bisa dilakukan Penjabat Rektor, namun oleh rektor defenitif. Untuk itu, pihaknya sementara menunggu hasil pemilihan rektor yang tengah berproses di Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Risten-Dikti).

Penjabat Rektor Unimor, Krisantus Tri Pambudi Rahardjo ketika dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Senin (22/6) membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pernytaan sikap dari BEM-BLM Unimor. Dua organisasi mahasiswa ini menuntut pihak lembaga menurunkan biaya UKT bagi mahasiswa karena ikut terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Krisantus, pihaknya telah menggelar rapat terbatas bersama para petinggi Unimor guna menyikapi tuntutan mahasiswa tersebut. Hasilya, sebagai penjabat Rektor Unimor, dirinya tidak memiliki kewenangan menurunkan biaya UKT mahasiswa.

Untuk itu, lanjut Krisantus, pihaknya telah berkoordinasi dengan Biro Perencanaan Kementerian Ristek-Dikti namun tidak diberikan kewenangan untuk mengambil kebijakan terkait penurunan biaya UKT mahasiswa dan yang memiliki kewenangan itu rektor defenitif.

BACA JUGA: Terdampak Pandemi Covid-19, BEM-BLM Unimor Tuntut Turunkan UKT Mahasiswa

“Kebijakan ini kita tunggu saja rektor defenitif karena Penjabat Rektor tidak memiliki kewenangan sepenuhnya untuk mengambil kebijakan terkait penurunan UKT mahasiswa. Kami sudah konsultasi dengan Biro Perencanaan Kemenristekdikti, namun tidak diperbolehkan,” jelas Krisantus.

Terpisah, Ketua BEM Unimor, Yasintus Bria mengatakan BEM-BLM Unimor telah melakukan audiens bersama dengan Penjabat Rektor dan para petinggi Unimor membahas penurunan Biaya UKT mahasiswa.

Dalam audiens atau rapat terbatas itu, BEM-BLM meminta Penjabat Rektor Unimor untuk menunda jadwal registrasi sampai dengan adanya Rektor Defenitif sehingga memberikan kebijakan penurunan biaya UKT bagi mahasiswa di tengah pandemi Covid-19.

“Kita tetap konsisten pada tuntutan kita untuk turunkan UKT 50 persen. Permendikbud No 25 Tahun 2020 itu sebagai landasan kuat untuk aspirasi kita, namun karena direspon yang punya kewenangan hanya Rektor definitif, maka kita tawarkan solusi saat audiens untuk ditunda registrasinya hingga kita memiliki rektor definitif. Kita tetap konsisten dan kita akan kawal hingga aspirasi kita diserap,” tegas Yasintus. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top