Belum Digunakan Sudah Rusak, Dewan Pertanyakan Mutu Proyek Gedung Asrama BLK Kefamenanu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belum Digunakan Sudah Rusak, Dewan Pertanyakan Mutu Proyek Gedung Asrama BLK Kefamenanu


SUDAH RUSAK. Tampak gedung asrama BLK Kefamenanu yang sudah rusak padahal belum dimanfaatkan pemerintah daerah setempat. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Belum Digunakan Sudah Rusak, Dewan Pertanyakan Mutu Proyek Gedung Asrama BLK Kefamenanu


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kualitas proyek pembangunan Gedung Asrama Balai Latihan Kerja (BLK) Kefamenanu yang terletak di Km 9 Jurusan Kupang, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dipertanyakan.

Bangunan gedung dua lantai yang dikerjakan CV. Super Star dengan anggaran senilai Rp 2.194.000.000 dari Dana Alokasi Umum (DAU) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) TTU itu sudah mulai retak. Padahal, bangunan tersebut belum digunakan pasca rampung pekerjaannya sejak akhir Desember 2018 lalu.

Pantauan Langsung Timor Express, Rabu (24/6) di lokasi gedung asrama BLK yang sekarang dijadikan tempat karantina bagi para pelaku perjalanan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 itu sudah rusak. Seluruh bagian tembok bangunan dua lantai itu mulai retak. Bahkan terdapat plafon yang sudah mulai rusak pula. Di bagian atap bangunan tersebut tampak les plan mulai terbongkar.

Ada beberapa item dari bangunan tersebut yang sudah terlihat rusak. Misalnya terdapat keretakan pada seluruh bagian tembok, plafon mulai rusak bahkan bangunan WC sehat sebagian besar sudah rusak dan tidak bisa digunakan.

Sekertaris Komisi III DPRD TTU, Fabianus One Alisiono kepada Timor Express, Rabu (24/6) meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan gedung asrama BLK Kefamenanu tersebut.

Pasalnya, gedung dua lantai itu dikerjakan dengan dana miliaran, dan baru rampung dikerjakan akhir 2018 lalu. Bahkan bangunan tersebut belum digunakan. Diduga kuat kerusakan tersebut karena kualitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi sehingga belum dimanfaatkan, sudah rusak.

“Kalau bisa jaksa harus ungkap kerugian negara yang timbul akibat pekerjaan ini. Dugaan kuat kerugian negara mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” pinta legislator Partai Gerindra ini.

Menurut Fabianus, sesuai hasil pantauan pihaknya di lokasi proyek, dari empat bangunan pendukung untuk BLK tersebut yang sudah mengalami kerusakan parah gedung asrama BLK dengan tipe bangunan dua lantai. Hasil pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat.

Diduga kuat, hasil pekerjaan proyek gedung dari CV Super Star di Kabupaten TTU semuanya mengalami nasib serupa dengan bangunan gedung asrama BLK kefamenanu. “Dari 4 unit bangunan yang dikerjakan pada tahun 2018 lalu itu memang gedung asrama BLK yang sudah rusak parah. Padahal bangunan ini belum dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Kita berharap seluruh proyek dari CV Super Star harus diperiksa jangan sampai senasib dengan bangunan gedung asrama BLK Kefamenanu,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur Cv. Super Star, belum berhasil dikonfirmasi Timor Express hingga berita diterbitkan karena kontraktor pelaksana proyek bangunan gedung itu berasal dari Atambua, Kabupaten Belu. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top