Bupati Agas Coret Satu Mahasiswa Penerima Bantuan, Ini Alasanya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Agas Coret Satu Mahasiswa Penerima Bantuan, Ini Alasanya


DITERIMA SECARA ADAT. Bupati Matim, Agas Andreas saat diterima secara adat dalam kunjungan kerja ke Desa Satar Tesem, Senin (22/6). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Agas Coret Satu Mahasiswa Penerima Bantuan, Ini Alasanya


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Dari 24 desa dan kelurahan di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), baru tiga desa yang sudah mengusulkan nama mahasiswa penerima bantuan. Namun, setelah dicek kembali oleh Bupati Agas Andreas, ada satu nama mahasiswa yang dicoret dari daftar.

Tiga desa di Poco Ranaka itu, masing-masing desa Satar Tesem dengan jumlah 37 mahasiswa yang diusul. Setelah diverifikasi ada 37 orang yang memenuhi kriteria, dan 24 orang yang lengkap persyaratan. Desa Compang Weluk, mengusulkan sebanyak 20 mahasiswa, dan semuanya memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan, namun ternyata hanya ada 16 mahasiswa yang melengkapi persyaratannya.

Satu lagi desa Golo Ndari, sebanyak 15 orang mahasiwa yang diusulkan oleh desa. Setelah diverifikasi juga semuanya memenuhi kriteria, namun 14 mahasiswa saja yang lengkap persyaratannya.

Bagi yang lengkap persyaratan diserahkan ke Badan Keuangan, untuk proses transfer lewat rekening bank milik mahasiswa. Bagi mahasiswa yang boleh menerima bantuan, sebagaimana diatur dalam peraturan bupati (Perbup), yang berhak menerima adalah yang terdampak secara ekonomi karena pandemi Covid-19, dan mahasiswa itu tidak boleh anak dari seorang ASN, TNI, Polri, BUMN dan BUMD, dan juga anak Kades.

BACA JUGA: Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19, Pemkab Matim Siap Dana Rp 8 Miliar

“Saya langsung coret satu nama mahasiswa karena anak dari Kades Satar Tesem. Ini tidak boleh, karena saya sudah tegaskan dalam Perbup terkait syarat mahasiswa penerima bantuan ini,” tegas Bupati Agas, saat menyerahkan nama mahasiwa penerima bantuan Covid-19 kepada Kades Satar Tesem, Hendrikus Bagung, Senin (22/6).

Acara penyerahan itu berlangsung di Kapela Stasi Moncok, desa Satar Tesem. Dihadiri Camat Poco Ranaka Alfianus Y.D Nengkos, Kadis PMD Matim Yosep Durahi, Kadis Kominfo Boni Sai, Ketua TP PKK Matim Theresia Wisang, Wakil Ketua TP PKK Alexandrina Jaghur, Kades Satar Tesem Hendrikus bersama aparatnya, dan masyarakat desa setempat.

Bupati Agas mengatakan, bantuan bagi mahasiswa itu merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk penanganan salah satu dampak Covid-19 yang dialami orangtua mahasiswa. Dimana orangtua kesulitan dalam biaya pendidikan/kuliah anaknya dibangku kuliah. Namun uangnya ditransfer langsung ke rekening milik mahasiswa.

“Bantuan ini bersumber dari APBD Matim. Untuk satu mahasiswa sebesar Rp 1 juta. Pmerintah transfer lewat rekening bank milik mahasiswa. Ada data mahasiswa yang belum lengkap persyaratan, salah satunya karena belum punya rekening. Nanti bukti transfer rekening bank itu yang diserahkan ke orang tua untuk pertanggungjawaban,” kata Bupati Agas.

Bantuan itu diserahkan setelah ada usulan nama dari Kades lalu diverifikasi di tingkat kabupaten. Syaratnya mahasiswa yang orang tuanya petani, nelayan, tukang ojek atau pekerja lain tidak tetap dengan penghasilan dibawah Rp 600 ribu per bulan. Bantuan untuk mahasiswa ini juga, hanya diberikan sekali saja untuk tahun 2020.

“Masih banyak desa yang belum usulkan nama mahasiswa. Kalau ada mahasiswa yang anaknya seorang Kades dan ASN, Polri, TNI, pegawai BUMN dan BUMD, Saya minta Kades jangan usul. Bagian yang lakukan verifikasi juga, saya minta untuk benar-benar verifikasi dengan baik,” tegas Bupati Agas.

Agas menambahkan, selain bantuan bagi mahasiswa, Pemerintah juga selama ini telah menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19. Diantaranya bantuan sembako dari cadangan beras pemerintah (CBP), BLT Kemensos, BLT DD, dan bantuan untuk mahasiswa. “Bahkan akan ada BLT APBD NTT dan APBD Kabupaten,” kata Bupati Agas.

Camat Poco Ranaka, Alfianus Y.D Nengkos, kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela penyerahan nama-nama mahasiswa penerima bantuan di desa Satar Tesem, Senin (22/6) mengaku tidak mengetahui siapa-siapa saja dan jumlah mahasiswa dari Poco Ranaka yang sudah diusulkan oleh desa ke kabupaten. Termasuk hasil verifikasi oleh bagian PKR Setda Matim.

“Kami di Kecamatan Poco Ranaka, tidak dilibatkan. Sehingga kalau ada nama mahasiswa anak dari Kades atau ASN, yang terdata penerima bantuan, itu kami tidak tahu. Saya juga kaget tadi setelah Bupati cek satu per satu, ada anaknya Kades Satar Tesem. Saya tidak tahu peristiwa di desa lain,” kata Alfianus. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top