Dua Tahun Raih WTP, Bupati Deno: Ada Catatan tapi Bukan Pengecualian | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dua Tahun Raih WTP, Bupati Deno: Ada Catatan tapi Bukan Pengecualian


Bupati Manggarai, Deno Kamelus. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Dua Tahun Raih WTP, Bupati Deno: Ada Catatan tapi Bukan Pengecualian


Berharap Menkeu Beri Insentif Lebih

RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Manggarai, kembali meraih penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas kinerja pemerintah daerah dalam hal pengelolaan keuangan berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan ini merupakan kali yang kedua setelah sebelumnya tahun 2019 meraih opini WTP.

“Tahun ini kita kembali meraih opini WTP kali kedua dan secara berturut-turut. Apa pun yang dicapai, itu semua dengan suatu perencanaan. Ini juga karena kerja kita semua, dengan target, yaitu perubahan dari tidak WTP menjadi WTP,” ujar Bupati Manggarai, Deno Kamelus kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/6).

Menurut Bupati Deno, dalam kaitan dengan WTP itu, ada 4 hal yang sebenarnya menjadi kewajaran dan fokus dari pemeriksaan BPK RI. Pertama itu berkaitan dengan seberapa jauh Pemerintah Kabupaten Manggarai, mengelola keuangan negara sesuai dengan sistem akuntansi.

Kedua, berkaitan dengan kecukupan informasi. Ketiga, yang berkaitan dengan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Artinya disini, mengurus negara, tentu beda dengan urus pribadi. “Kalau urus negara semuanya itu selalu berdasarkan aturan-aturan,” kata Deno.

Yang keempat, lanjut Deno, bahwa dalam kaitan dengan pengelolaan pemerintahan, termasuk dengan pengelolaan keuangan, ada satu yang namanya sistem pengawasan internal. Jadi sistem pengawasan itu, tentu bisa dilihat. Dimana dibentuknya struktur pemerintahan. Ini juga salah satu upaya memudahkan pengawasan secara berjenjang.

“Pengawasan ini juga dilihat oleh BPK sehingga kita meraih WTP. Sebagaimana saya katakan, dari desain apapun yang kita mau lakukan dalam rangka mencapai WTP, tentu disana itu ada pengarahan secara maksimal dari seluruh kekuatan sumber daya. Terutama sumber daya manusia (SDM),” tutur Bupati Deno.

Dikatakanya, dari masing-masing orang di struktur pemerintah, itu punya peran beda-beda dalam kaitan dengan 4 hal yang menjadi fokus pemeriksaan BPK RI. Semua peran itu dilaksanakan secara maksimalkan. Sehingga puji Tuhan bisa berhasil meraih WTP kedua, setelah WTP pertama tahun lalu atas laporan keuangan tahun 2018.

“Kemudian kita masuk lagi pada tahun berikutnya yaitu tahun 2019 dan diperiksa pada tahun 2020. Sehingga puji Tuhan juga meraih WTP. Itu juga sesuai dengan target kita bahwa tidak boleh mundur. Harus terus maju dan terus berubah. Wajar tanpa pengecualian itu ada juga catatan-catatanya. Tapi itu bukan pengecualian,” tegas Bupati Deno.

Catatan yang dimaksudkan Bupati Deno, yang berkaitan dengan aset tetap itu masih terus ditingkatkan. Selain itu pengolahan TKN terus ditingkatkan. Sehingga Bupati Deno mengatakan harus bersyukur kepada Tuhan dan kepada BPK, yang mana pemeriksaan itu bisa berjalan dengan normal. “Tentu yang paling penting juga, dukungan seluruh jajaran birokrasi,” ucapnya.

Menurut Bupati Deno, ada yang khusus di tahun 2020, yakni pernah punya pengalaman dengan menghadapi situasi Covid-19. Dimana semua bekerja dan kemudian dari kerja itu, tetap dituntut supaya hasilnya baik. Padahal di satu sisi dibatasi oleh situasi wabah virus korona. Walau pun demikian, pada akhirnya mendapat penilaian WTP dari BPK.

“Berharap tahun depan dari Kementerian Keuangan, kita dikasih lagi insentif. Reward kepada kita, karena tahun ini kita dapat Rp 39 miliar, setalah dapat penilaian WTP. Kemudian tahun 2020 kita WTP lagi. Sehingga kemudian dari situlah, saya juga alokasikan untuk kepentingan tambahan penghasilan bagi ASN,” katanya.

Jadi, lanjut Deno, reward itu bukan cuma kepada Pemda. Tapi reward juga kepada ASN yang telah mengambil bagian atau telah berkontribusi sehingga bisa sampai pada sebuah keadaan laporan keuangan WTP.
Deno berharap tetap diberikan insentif dan jumlahnya lebih besar lagi karena sudah dua kali Kabupaten Manggarai mendapat WTP.

“Harapan saya, kawan-kawan ASN semakin terpacu dengan pengahargaan yang telah didapat, karena tantangan ke depan akan lebih banyak. Sehingga juga hurus terpacu dalam prestasi. Kita berharap, dari capaian hasil WTP ini, kita diberi insentif lebih besar lagi dari Menteri Keuangan,” harap Bupati Deno. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top