Tersangka Penyaluran Kredit Bank NTT Siswanto Kodrata Tiba Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tersangka Penyaluran Kredit Bank NTT Siswanto Kodrata Tiba Kupang


TIBA KUPANG. Tersangka Siswanto Kodrata (tengah) saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Rabu (25/6) siang. (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Tersangka Penyaluran Kredit Bank NTT Siswanto Kodrata Tiba Kupang


Ditangkap Kemarin (23/6) di Jakarta Selatan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Siswanto Kodrata, salah satu tersangka dugaan korupsi penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi di Bank NTT Cabang Surabaya tiba di Kupang, siang tadi (24/6). Siswanto ini dibawa ke Kupang dengan penerbangan pesawat Lion Air JT 692 dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Banten dan transit di Surabaya. Pesawat yang membawa tersangka mendarat di Bandara El Tari pukul 13.48 Wita.

Tersangka kemudian dibawa tim penyidik dengan mobil tahanan menuju kantor Kejati NTT untuk selanjutnya menjalani proses hukum.

Terpantau, tim dari Kejati NTT sebanyak 10 orang tampak menjemput tersangka Siswanto di Bandara El Tari.

Untuk diketahui, sudah dua tersangka perkara dugaan korupsi penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi pada Bank NTT Cabang Surabaya yang diamankan penyidik Kejati NTT.

Tersangka Yohanis Ronald Sulayman telah ditahan di Rutan Mapolres Kupang beberapa hari lalu.

Sementara tersangka Siswanto Kodrata ditangkap tim Kejati NTT dan sempat ditahan sementara di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, Jakarta.

Siswanto baru dibawa ke Kupang dikarenakan tim yang membawa tersangka terkendala dengan tidak adanya penerbangan pesawat yang langsung dari Jakarta ke Kupang, Selasa (23/6) kemarin.

Tersangka Siswanto Kodrata diketahui mengajukan kredit modal kerja ke Bank NTT Cabang Surabaya sebesar Rp 10 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati NTT. Sesuai rencana, Kajati NTT Dr Yulianto akan memberikan keterangan pers siang ini di kantornya.

Informasi yang dihimpun Timor Express, tersangka Siswanto ditangkap tim Kejati NTT di Jakarta pada Selasa (23/6) sekira pukul 12.15 WIB.

Siswanto Kodrata ditangkap di sebuah pemukiman mewah di Jalan Padang, Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dalam proses penangkapan, sempat terjadi perdebatan, antara tim penyidik dan petugas penangkapan dari Kejaksaan Agung dengan pihak keamanan setempat. Dan setelah diberi penjelasan dengan bijak, menurut Kajati, akhirnya pihak keamanan berbalik mendukung kegiatan penangkapan tersebut.

Setelah berhasil menangkap, selanjutnya tersangka dibawa dan dititipkan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung sambil menunggu penerbangan ke Kupang hari ini.

Tersangka Siswanto Kodrata ditangkap setelah mangkir dari panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka dan diduga hendak melarikan diri.

Sementara, lima tersangka lainnya juga sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Selasa (23/6). Namun tiga tersangka diantaranya memberikan konfirmasi bahwa tidak dapat memenuhi panggilan dengan alasan sakit. Sementara dua tersangka lainnya mangkir.

Tersangka Muhammad Ruslan yang sebelumnya sudah bersedia memenuhi panggilan penyidik juga mangkir.

Penyidik Kejati NTT dalam kasus kredit modal kerja dan kredit investasi pada Bank NTT Cabang Surabaya berhasil menyita uang sebesar Rp 9.509.924.588 dari rekening tersangka Muhamad Ruslan di Bank BNI Cabang Cibinong, pada Senin 22 Juni 2020 sekitar pukul 13.00 WIB yang diduga merupakan hasil kejahatan dalam perkara dimaksud.

Penyitaan ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajati NTT Nomor Print 01/N.3/Fd.1/01/2020 tanggal 08 Juni 2020 jo. Surat Perintah Penyidikan Kajati NTT Nomor: 08/N.3/Fd.1/06/2020 untuk tersangka Muhamad Ruslan. Selanjutnya dana tersebut disita dan disimpan ke rekening RPL 039 PDT Kejati NTT pada Bank Mandiri Cabang Kupang.

Untuk diketahui, terdapat tujuh tersangka dalam perkara ini, masing-masing Stefanus Sulaiman, Lu Me Ling, Wiliem Kodrata, Siswanto Kodrata, Muhamad Ruslan, Ilham Nuwanto, dan Yohanis Ronald Sulaiman. (joo)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top