Awasi Tahapan Pilkada 2020, Bawaslu NTT: Perhatikan 3 Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Awasi Tahapan Pilkada 2020, Bawaslu NTT: Perhatikan 3 Hal Ini


Koordinator Divisi Pengawasan, Bawaslu NTT, Jemris Fointuna. (FOTO: Istimewa)

POLITIK

Awasi Tahapan Pilkada 2020, Bawaslu NTT: Perhatikan 3 Hal Ini


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengingatkan jajarannya di sembilan kabupaten yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun ini agar memperhatikan tiga hal penting dalam proses pengawasan.

“Sehubungan dengan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serentak lanjutan tahun 2020, kami sampaikan bahwa Bawaslu di sembilan kabupaten dalam melakukan pengawasan lanjutan tahapan pemilihan, baik di dalam maupun di luar ruangan, agar tetap mengikuti standar protokol kesehatan penanganan Covid-19,” ungkap Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan, Bawaslu NTT, Jemris Fointuna kepada TIMEXKUPANG.com di Kupang, Rabu (24/6).

Dalam penjelasannya, Jemris meminta Bawaslu di sembilan kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember nanti agar memperhatikan tiga hal penting.

Pertama, berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 di masing-masing kabupaten dalam rangka pencegahan Covid-19 selama pelaksanaan tahapan pemilihan.

Kedua, bagi kabupaten yang terdapat calon perseorangan, supaya berkoordinasi dengan bakal pasangan calon perseorangan untuk menyampaikan kepada para pendukungnya agar mematuhi standar protokol kesehatan penanganan Covid-19 pada saat pelaksanaan verifikasi faktual yang dilaksanakan sejak 24 Juni 2020 sampai dengan 12 Juli 2020 atau selama 14 hari proses verifikasi. “Agar para pendukung calon perseorangan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD),” kata Jemris.

Ketiga, demikian Jemris, dalam melakukan pengawasan agar wajib memperhatikan standar protokol penanganan Covid-19, antara lain: menjaga kebersihan tangan. “Pengawas Pemilihan wajib membersihkan tangan dengan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer,” tandas Jemris. Pengawas Pemilihan wajib menggunakan masker saat melakukan aktivitas pengawasan baik di dalam maupun di luar ruangan.

Sebagai upaya pencegahan penularan virus dari orang ke orang lain, Pengawas Pemilihan harus menghindari kontak fisik dengan cara menjaga jarak aman dengan orang lain minimal 1 meter.

Pengawas Pemilihan dalam kondisi tangan yang belum bersih sebisa mungkin untuk menghindari menyentuh area wajah, khususnya mata, hidung, dan mulut. Pengawas Pemilihan wajib menerapkan etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam.

Menjaga kesehatan. “Pengawas Pemilihan harus menjaga kesehatan fisik dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, melakukan olahraga ringan, istirahat yang cukup, dan berjemur sinar matahari pagi selama beberapa menit,” pungkas Jemris. (aln)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top