Kepala BKPP: Pemda TTS yang Usul Mutasi Dokter | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kepala BKPP: Pemda TTS yang Usul Mutasi Dokter


Kepala BKPP TTS, Linda Fobia. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Kepala BKPP: Pemda TTS yang Usul Mutasi Dokter


SOE, TIMEXKUPANG.com-Polimik mutasi dokter di Puskesmas Fatukopa yakni dr. Leni Tahun, ternyata diusulkan oleh Pemda TTS. Alasan Pemda TTS memutasi dr. Leni yang adalah anak kandung Egusem Tahun, Bupati TTS dari Puskesmas Fatukopa semata-mata karena alasan mengisi kekurangan dokter di RSUD SoE.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) TTS, Linda Fobia saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (24/6).

Linda menjelaskan, mutasi dr. Leni Tahun bersama beberapa dokter lainnya yang dinyatakan lulus tes formasi CPNS tahun 2018, berawal dari formasi CPNS dokter yang saat itu dialokasikan 32 orang, namun yang melamar hanya 14 orang. Dari jumlah tersebut tujuh orang melamar di RSUD SoE, namun di sana hanya membutuhkan dua formasi dokter, sedangkan lima lainnya yang dinyatakan lulus itu harus direlokasi ke fasilitas kesehatan lainnya.

Sedangkan tujuh orang lainnya melamar di Puskesmas. Dari jumlah pemalar formasi dokter 14 orang itu, setelah seleksi dinyatakan seluruhnya lulus. Dokter Leni Tahun, saat itu melamar melalui Puskesmas Tetaf bersama dr. Elsa Tabun. Puskesmas Tetaf saat itu, hanya membutuhkan satu formasi sehingga dr. Elsa Tabun yang memperoleh nilai tertinggi yang mengisi formasi itu.

BACA JUGA: DPRD TTS Merasa Ditipu Pemerintah Gara-gara Mutasi Dokter

Sementara dr. Leni Tahun yang memperoleh nilai di bawah dr. Elsa Tabun, namun masuk dalam kategori lulus direlokasi ke puskesmas lain. Saat relokasi, pemerintah pusat merelokasi sejumlah dokter yang dinyatakan lulus tanpa konfirmasi dengan Pemda TTS. Karena relokasi tanpa koordinasi dengan Pemda TTS itulah, sehingga dr. Leni Tabun direlokasi di Puskesmas Fatukopa. Karena kunjungan pasien di RSUD SoE lebih banyak dibandingkan Puskesmas Fatukopa, maka Pemda TTS bersurat ke pemerintah pusat untuk menempatkan sejumlah dokter yang direlokasi, ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang tingkat pengunjung pasien lebih banyak dari pada fasilitas kesehatan yang direlokasi.

“Surat kami itu dibalas oleh pemerintah pusat dan dalam balasan surat itu, mereka setujui usulan kami,” jelas Linda.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun saat hendak dikonfirmasi ia meminta agar konfirmasi ke BKPP, karena ia mengaku perseoalan itu telah disampaikan di paripurna. “Konfirmasi di BKPP saja, karena sudah dijelaskan pada paripurna yang lalu,” ungkap Egusem. (yop)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top