Kunjungi Manggarai, Insting Gubernur VBL: Bupati Deno Bisa Terpilih Lagi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungi Manggarai, Insting Gubernur VBL: Bupati Deno Bisa Terpilih Lagi


DITERIMA SECARA ADAT. Gubernur Viktor Laiskodat didampingi Bupati Manggarai, Deno Kamelus, Wakil Bupati Viktor Madur, dan rombongan disambut secara adat Manggarai saat tiba di Reo, kemarin (24/6). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kunjungi Manggarai, Insting Gubernur VBL: Bupati Deno Bisa Terpilih Lagi


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, karena kabupaten itu mampu mengendalikan ketakutan masyarakat terhadap pandemi Covid-19. Tugas dan kerja, dihitung begitu sangat luar biasa.

“Saya menyampaikan terima kasih karena Manggarai mampu mengendalikan ketakutan orang terhadap virus korona. Semua orang bisa sakit dan bisa dibawa ke dokter ngobatin. Tapi kalau orang takut, bagaimana obatnya,” ujar Gubernur Viktor Laiskodat, dalam kunjungan kerja di Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (24/6).

Kata dia, manusia itu hanya takut dua hal saja dalam dirinya, yakni takut mati dan takut kebebasan yang terakhir ditahan oleh aparat hukum. Takut mati itu paling banyak, karena kita belum terbiasa. Sehingga di era new normal, masyarakat jangan takut lagi dengan virus korona. Tapi tetap ikut protokol kesehatan.

“Saya hanya bepikir di NTT ini banyak yang mati karena DBD, tapi orang-orang seperti biasa saja. Kita yang di NTT juga, pasien yang positif Covid-19 ini, rawat tidak pakai ventilator. Mereka sehat-sehat saja. Jadi kita jangan takut berlebihan lah. Saya lihat dan mendapat laporan, penanganan masalah Covid-19 di Manggarai, sangat bagus,” ungkap VBL.

Gubernur VBL juga mengatakan, NTT dikenal sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Namun dalam pengamatan dirinya selama satu  tahun lebih menjadi gubernur, miskin itu karena banyak orang bodoh yang ikut campur dalam kepemimpinanya. Hanya kebodohanlah yang membuat kemiskinan di NTT.

“Tentu di bawah pemerintahan saya, sebagai manusia yang paling rileks, saya tidak terima setoran. Apa pun putusan saya, tentu saya akan mengkaji secara baik dalam segala aspek. Lalu kalau saya putus dan mau didemo 10, saya tidak takut dengan siapapun,” kata Gubernur Laiskodat.

VBL tegaskan bahwa, dirinya diperintahkan Tuhan dan rakyat NTT untuk membawa kesejahteraan. Kalau saja ternyata ada perspektif yang berbeda, menurutnya itu urusan mereka. Kata dia, dirinya mau kasih tunjuk dibawah pimpinanya, harus melihat masa depan.

Menurut Gubernur VBL, kawasan utara Pulau Flores, mulai dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Maumere, potensinya luar biasa. Ada pertumbuhan ekonomi. Tentu ini akan lompatannya yang luar biasa. Gubernur juga memuji program holtikultura yang dijalankan oleh Pemkab Manggarai.

Termasuk juga pembangunan di bidang lain. Artinya ada nampak perubahan. Apalagi Manggarai berturut dua kali mendapat penghargaan opini WTP dari BPK RI. Kata Gubernur Laiskodat, untuk melihat orang itu kerja atau tidak, harus lihat proses dan tujuan. Apa yang disampaikan, bukan suatu kampanye.

“Kalau insting saya sebagai gubernur, Bupati Deno ini bisa terpilih lagi. Tapi ini bukan kampanye ya, ini insting. Sederhana saja kalau mau lihat orang kerja atau tidak. Tentu lihat proses dan tujuan. Itu saja. Misalnya, kalau sebelum masa Bupati sekarang, petani kerja pakai linggis, tapi sekarang pakai traktor. Sebelumnya tidak ada WTP, tapi ada WTP,” kata Gubernur VBL lagi.

Kepada Bupati Manggarai, Deno Kamelus, meminta untuk terus membangun Manggarai dari seluruh kebutuhan masyarakat. Jika anggaran dari APBD tidak mampu, disarankan untuk dengan sistem pinjam bangun infrastruktur di Manggarai. Tentu pinjam untuk kepentingan seluruh kabupaten Manggarai. Pasti pemerintah provinsi juga mendukung.

Kunjungan kerja itu berlangsung di tepi Muara Kali Wae Pesi, Gongger, Reo, Kecamatan Reok. Dihadiri Bupati Deno dan Wakil Bupati Viktor Madur. Hadir juga anggota DPRD Provinsi, masing-masing Yeni Veronika, Fredy Mui, dan Boni Jebarus. Hadir juga Ketua dan sejumlah anggota DPRD Manggarai.

Selain itu hadir sejumlah pimpinan OPD lingkup pemerintah provinsi NTT, pimpinan OPD Kabupaten Manggarai, Forkopimda, para camat, lurah dan sejumlah kades, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga masyarakat setempat. Rombongan gubernur tiba di lokasi, disambut secara adat Manggarai.

Usai kegiatan di Reo, rombongan Gubernur VBL bertolak menuju Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Matim. Sebelum ke Pota, Gubernur bersama rombongan, berkunjung ke lokasi rencana tambang batu gamping untuk pabrik semen, tepatnya di kampung Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top