Usut Kredit Macet Bank NTT, Gubernur VBL Apresiasi Kejati | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Usut Kredit Macet Bank NTT, Gubernur VBL Apresiasi Kejati


KETERANGAN PERS. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius (kedua kiri) dan Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim (kiri) saat memberi keterangan kepada wartawan terkait penanganan kasus hukum kredit macet Bank NTT, kemarin (24/6). (FOTO: Humas NTT for TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Usut Kredit Macet Bank NTT, Gubernur VBL Apresiasi Kejati


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan dukungan penuh kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) guna menuntaskan penanganan kasus kredit macet di Bank NTT Cabang Surabaya. Gubernur menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Bapak Gubernur (VBL, Red) memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja kejaksaan dalam penanganan kasus di Bank NTT. Terima kasih kepada Pak Kajati dan jajarannya atas kerja kerasnya dalam menangani masalah ini,” kata Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Rabu (24/6).

Didampingi Abdul Hakim, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejati NTT, Marius mengungkapkan, walaupun saat ini Gubernur NTT sedang melakukan kunjungan kerja ke Flores, namun VBL tetap memantau perkembangan di seluruh NTT termasuk kinerja Kejati yang berhasil mengamankan uang Bank NTT dari debitur.

“Mudah-mudahan kerja keras ini lebih ditingkatkatkan ke depan untuk membangun NTT yang bebas korupsi. Mimpi Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur adalah NTT akan jadi provinsi maju di mana semua komponen masyarakat baik ASN, TNI/Polri, Kejaksan dan semua komponen masyarakat lainnya bekerja sama,” jelas mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT itu dalam keterangan tertulisnya, kemarin (24/6).

Menurut Marius, Gubernur VBL menaruh perhatian besar terhadap penanganan kasus Bank NTT ini karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT adalah pemegang saham terbesar.

“Ini juga pesan moral kepada seluruh masyarakat, mari kita membangun NTT dengan akuntabilitas, dengan transparansi yang tinggi dengan menghilangkan korupsi,” jelas Marius.

BACA JUGA: Tim TABUR Kejagung Tangkap Ilham di RS Yarsi Cempaka Putih Jakpus

BACA JUGA: Tersangka Penyaluran Kredit Bank NTT Siswanto Kodrata Tiba Kupang

Terhadap pengusutan kasus Bank NTT ini, lanjut Marius, Gubernur VBL dengan tegas menyatakan tidak akan mengintervensi kasus ini. “Ini independen. Sudah ada protapnya, presiden saja tidak mengintervensi hukum. Kita percayakan saja pada bapak-bapak jaksa,” ungkap Marius.

Marius menjelaskan, upaya penegakan hukum tersebut merupakan langkah maju agar Bank NTT semakin dipercaya oleh publik. “Tentu kita harapkan Bank NTT ke depannya menjadi bank yang akuntabel. Kita lihat berdasarkan statement OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bahwa akumulasi kredit macet tidak boleh lebih dari 5 persen. Sementara Bank NTT kredit macetnya 4,2 persen. Itu berarti bank ini adalah bank sehat. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu dan kuatir simpan uang di Bank NTT,” jelas Marius.

Sementara itu, Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari Pemprov terhadap kerja keras Kejati NTT.

“Alhamdulilah, selain uang (yang disita) kemarin, kejaksaan tinggi juga mengamankan beberapa aset milik tersangka. Untuk sementara total keseluruhan yang bisa diselamatkan kurang lebih Rp 100 miliar. Masih sisa 26 miliar lebih kalau berdarkan kredit macet yang terjadi kurang lebih 126 miliar lebi,” jelas Abdul Hakim.

Abdul Hakim menginformasikan juga bahwa untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari di Bank NTT, pihak Kejati akan melakukan upaya pengawasan dan pencegahan.

“Kepala Kejaksaan Tinggi berpesan mungkin setelah ini tim Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) akan dilibatkan untuk membenahi Bank NTT. Untuk memberikan pertimbangan hukum dan lain-lain, jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini,” kata Abdul Hakim.

Untuk diketahui, sebagaimana disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Yukianto pada konferensi pers, Senin (22/6), Kejati NTT berhasil menyita uang senilai Rp 9,5 miliar lebih dari salah satu tersangka kasus kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya. (aln)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top