Meski Ada Penolakan, Gubernur NTT: Pabrik Semen Tetap Lanjut | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Meski Ada Penolakan, Gubernur NTT: Pabrik Semen Tetap Lanjut


SIMBOLIS. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan penanaman jagung dan bawang secara simbolis di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Matim, Kamis (25/6). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Meski Ada Penolakan, Gubernur NTT: Pabrik Semen Tetap Lanjut


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT tetap akan melanjutkan rencana investasi pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Meski rencana investasi itu mendapat penolakan dari sejumlah pihak, Gubernur VBL tetap meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim untuk tetap mendukung pembangunan ini.

“Saya meminta kepada Bupati Matim Agas Andreas, untuk tetap melanjutkan proses rencana investasi pabrik semen di desa Satar Punda,” ujar Gubernur VBL, saat melakukan penanaman jagung dan bawang secara simbolis di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Matim, Kamis (25/6).

Gubernur VBL mengatakan bahwa dalam proses pembangunan pabrik semen itu tetap harus mengawal dengan baik seluruh analisis mengenai dampak lingkunganya (Amdal). Jika semua proses Amdal berjalan dengan baik dan selesai, maka diharapkan proses lanjut usaha kegiatan pabrik semen bisa berjalan, dan disini harus berpikir pembangunan yang inklusif.

“Dengan berpikir pembangunan yang inklusif, maka kita harapkan pembangunan pabrik semen nanti tetap menjaga agar lingkungan juga tidak menjadi rusak. Ini harus berjalan bersama-sama dan tidak mungkin kita mengabaikan hal-hal seperti itu,” tegas VBL.

VBL melanjutkan, investasi pabrik semen tersebut, harus dijaga dengan seluruh peraturan perundang-undangan. Apabila pabrik semen itu berjalan dengan baik, maka pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Matim pasti akan mengalami peningkatan.

“Pak Bupati tolong jaga itu investor. Supaya dia tidak lari. Kita jaga dengan seluruh peraturan yang melekat pada jabatan Gubernur maupun Bupati. Saya mau katakan, kalau pabrik semen ini bisa berjalan dengan baik, Matim akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa,” kata VBL.

BACA JUGA: Meski Ada Demo Tolak Tambang, Gubernur VBL ke Lokasi Pabrik Semen di Matim

Dikatakanya, Provinsi NTT dikenal sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Dalam pengamatan VBL selama menjadi gubernur, kemiskinan itu karena orang-orang bodoh ikut campur dalam kepemimpinan komersil. Provinsi tidak pernah miskin, hanya kebodohanlah yang membuat kemiskinan di NTT.

“Saya mau tegaskan, segala keputusan yang diambil dalam masa kepemimpin saya, sudah berdasarkan kajian yang baik. Karena ada tanggung jawab besar yang tengah dipikul, yaitu membawa NTT ke ambang kesejahteraan. Saya diperintahkan oleh rakyat NTT untuk membawa kesejahteraan, kalau ternyata perspektifnya berbeda itu urusan kalian,” tandasnya.

Sementara Bupati Agas, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja Gubernur VBL di Matim, bahkan melakukan penanaman bawang dan jangung di Pota. Bupati Agas berharap, kelompok tani di wilayah tersebut harus fokus merawat tanaman yang di tanam agar membuahkan hasil yang baik.

“Saya harap, nanti kami juga bisa diundang lagi kesini untuk panen. Tapi panen karena semua hasil tanaman di wilayah ini, bagus. Saya juga berjanji kepada kelompok tani yang ada, akan memberikan apresiasi apabila hasil panen memenuhi target yang diharapkan,” janji Bupati Agas.

Dalam kunjungan Gubernur itu, hadir juga Wakil Bupati Matim Stef Jaghur, pimpinan dan anggota DPRD Matim, sejumlah anggota DPRD Provinsi NTT, pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT dan Kabupaten Matim, staf khusus Gubernur NTT, Ketua dan Wakil Ketua PKK Matim, sejumlah camat, unsur Forkopimda, Forkopimca, serta sejumlah lurah dan kepala desa.

Hadir pula sejumlah kelompok tani, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, dan masyarakat setempat. Rombongan Gubernur VBL tiba di Pota, disambut secara adat Manggarai. Sebelum menuju Pota, Gubernur VBL berkunjung ke lokasi tambang batu gamping untuk bahan baku pabrik semen di Kampung Lengko Lolok, Desa Satar Punda.

Sekira 30 menit gubernur VBL berada di Lengko Lolok. Kunjungan ke kampung tersebut, tidak ada dalam agenda Pemkab Matim. Di Kampung Lengko Lolok, Gubernur berdialog dengan warga, terkait berapa orang yang menolak dan menerima investasi pabrik semen di daerah itu. Juga kondisi kehidupan dan keharmonisan warga di sana. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top