Terpidana Trafficking Kabur ke Singapura, Yusak Gunanto Dijebloskan ke Lapas Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terpidana Trafficking Kabur ke Singapura, Yusak Gunanto Dijebloskan ke Lapas Kupang


TIBA KUPANG. Yusak Sabekti Gunanto (rompi oranye) dikawal aparat kejaksaan saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Jumat (26/6) pagi. (FOTO: OBED GERIMU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Terpidana Trafficking Kabur ke Singapura, Yusak Gunanto Dijebloskan ke Lapas Kupang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Yusak Sabekti Gunanto yang ditangkap Tim Intelijen Kejati NTT dan Tim JPU Kejari Kota Kupang di Semarang, merupakan terpidana perkara tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human traffiicking dengan korban Yufrinda Selan.

Yusak telah dua tahun lebih masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejari Kota Kupang. Sementara itu, ada dua terpidana lagi dalam perkara ini yang sedang dalam pengejaran tim kejaksaan. Salah satunya adalah anak dari terpidana Yusak Sabekti Gunanto.

Satu diantaranya diketahui melarikan diri ke Singapura. Sementara satu terpidana lagi telah diketahui keberadaannya dan segera ditangkap.

“Ini merupakan program Tangkap Buron (Tabur). Saya sudah memerintahkan Kajari Kota Kupang untuk mendata seluruh terpidana yang buron dan segera kita lakukan penangkapan,” kata Kajati NTT Yulianto saat memberi penjelasan kepada pers di Kupang, Jumat (26/6). Tampak mendampingi Kajati, Kajari Kota Kupang Oder Maks Sombu, Asisten Intelijen Kejati, Bambang Setyadi, dan Kasi Penkum Abdul Hakim.

Menurut Kajati, terhadap DPO yang ditangkap telah menjalani pemeriksaan sesuai protokol kesehatan terkait Covid-19.

Yulianto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menelusuri dan menangkap seluruh terpidana yang buron dari perkara-perkara yang ditangani kejaksaan di NTT.

Dijelaskan, saat mengamankan terpidana Yusak Sabekti Gunanto di Semarang, tim Kejati NTT juga dibantu Tim Intelijen Kejati Jawa Tengah dan Kejari Ambarawa.

Terpidana ditangkap pada Rabu (24/6/2020) sekira pukul 19.15 WIB bertempat di SPBU Gombel Kecamatan Bantu Manik, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Penangkapan terpidana ini berdasarkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati NTT Nomor: 310/N.3/DTI.1/06/2020.

Terpidana diamankan dan dibawa ke Kejari Semarang untuk dilakukan pemeriksaan, kemudian dititip di Rutan Polrestabes Semarang sebelum diberangkatkan ke Kupang.

Jumat (26/6), terpidana ini diterbangkan ke Kupang menggunakan pesawat Lion Air dari Bandara Juanda Surabaya pukul 07.10 WIB dan tiba di Bandara El Tari Kupang pukul 10.05.

Ditambahkan, Putusan Mahkamah Agung Nomor 2389 K/PID.SUS/2017, menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 120 juta kepada terpidana. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

BACA JUGA: Tim Intel Kejaksaan Tangkap Terpidana TPPO di Semarang, Esok Dibawa ke Kupang

Diktum putusan Kasasi juga menghukum terpidana membayar restitusi kepada ahli waris Yufrinda Selan, kepada saksi Megana Farida Bureni, saksi Fridolina Us Batan dan saksi Anik Mariani sebesar Rp 3 juta.

“Paling lama 14 hari, jika tidak dibayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang restitusi tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” imbuh Kajati.

Ditambahkan, terpidana melanggar Pasal 4 jo. Pasal 48 UU No. 21 Tahun 2007 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Terpantau, setelah tiba di Bandara El Tari Kupang, Tim Intelijen Kejati NTT bersama JPU Kejari Kota Kupang langsung membawa terpidana Yusak Sabekti Gunanto ke kantor Kejati NTT untuk diperiksa lebih lanjut.

Selanjutnya terpidana dikirim ke Lapas Kelas II Kupang untuk melaksanakan hukuman sesuai Putusan Mahkamah Agung.

Kajari Kota Kupang Oder Maks Sombu menambahkan, terpidana sebelumnya bebas demi hukum karena habis masa penahanannya saat mengajukan upaya hukum kasasi.

Terkait dua terpidana perkara ini yang masih buron, Kajari Oder mengaku belum dapat menyebutkan identitasnya karena masih dalam pengejaran.

“Untuk terpidana yang kabur ke Singapura, kami telah berkoordinasi dengan tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI di Jakarta,” kata Oder yang juga mantan Kajari Sumba Timur. (joo)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top